lokalkarya.id – Pada hari Sabtu, tanggal 18 Februari lalu, Pemerintah Kabupaten Jember beserta Dewan Kesenian Jember (DKJ) menggelar acara “Bolo Srewu Jaranan Barong” di Pantai Payangan, Kabupaten Jember. Acara tersebut melibatkan seni tradisi Jember dan didukung oleh sekitar 700 pegiat seni. Lakon cerita dalam acara tersebut dipadu secara artistik dengan Macapat, Tak-butakan, Can-macanan kaduk, Barongsai, Jaranan, Hadrah, dan juga Seni tarian lainnya.

Alur cerita acara tersebut menggambarkan sebuah pertarungan antara berbagai macam kekuatan. Nantinya, pertarungan tersebut akan memunculkan sebuah pemenang, dimana pemenanya adalah sosok pemersatu yang akan mengarahkan kepada jalan kesejahteraan masyarakat umum.
“Kita berusaha menampilkan kesenian rakyat yang menghibur. Jaranan dan Barong yang biasanya “ndadi (kerasukan),” kita perhalus garapan koreografinya agar tetap artistik,” kata Eko, selaku ketua Dewan Kesenian Jember.

Kegiatan Pemerintah Kabupaten Jember yang berkolaborasi dengan Dewan Kesenian Jember (DKJ) kali ini merupakan acara yang sangat “konstruktif”. Selain memberikan “panggung” bagi para seniman lokal, acara kali ini juga bermaksud untuk mempromosikan pariwisata Jember, khususnya dalam hal ini adalah Pantai Payangan. Oleh karena itu, dampak dari acara ini sangatlah luar biasa dan dapat dirasakan langsung oleh seniman lokal maupun pengelola, serta pedagang-pedagang yang berada di Pantai Payangan.

Senada dengan hal tersebut, Ketua Jaranan Cemeti Ammarrosuli Wirowongso, Sutinggal menambahkan, jika dijadwalkan mungkin hampir tiap hari ada pentas. “Kesenian tradisi di Jember bisa dibilang aktif dan eksis. Saat ini, Jaranan yang masuk dalam grup saya saja 70 grup. Ini salah satu bukti,” tandasnya. (yuniansyah surya)
