More
    HomeAlam & WisataMenikmati Pagi di Stasiun Garahan

    Menikmati Pagi di Stasiun Garahan

    Published on

    spot_img

    LokalKarya.id – Tak perlu merogoh kocek yang high untuk melepaskan penat dan menikmati sejuknya udara pagi. Stasiun Garahan bisa menjadi destinasi wisata arek lokal. Bersama teman ataupun keluarga. Terletak di kaki Gunung Gumitir, menuju kesana, arek lokal akan disuguhi indahnya hutan pinus dan segarnya udara khas pegunungan.

    Begitu mencapai stasiun, suasana asri nan alami menyambut. Stasiun yang berdiri sejak 1901 ini masih nampak kokoh, bahkan meski nyaris tanpa renovasi hingga hari ini. Bukan hanya itu, kebersihan dan kerapian sangat terjaga. Nyaris tak ada sampah.

    Kesan pertama ketika Lokal Karya sampai di sana adalah asri, alami, penuh bunga. Ya, hampir di setiap sudutnya, arek lokal akan menemukan bunga yang tertata rapi dan begitu terawat.

    Bahkan ada yang sengaja ditanam dengan pola huruf yang membentuk kata atau kalimat.

    Di sisi utara, terdapat tanaman merangkai kata I ❤ U STASIUN GARAHAN DAOP 9 JEMBER. Di sisi barat, tepatnya di tebing hutan pinus, terdapat tanaman dengan rangkaian huruf GARAHAN.

    Bunga gantung menghiasi bagian luar dinding stasiun yang berdiri kokoh. Bahkan, di saluran air pembuangan kamar mandi pun, dihiasi tanaman baik di sisi kanan maupun kiri. Membuat kamar mandi jauh dari kesan jorok. Ini keren.

    Seperti tak ingin menyia-nyiakan setiap situs yang ada, batu-batu dan anak tangga, dicat warna-warni. Memberi kesan bahagia dan semangat.

    Jika arek lokal juga berkesempatan menginjakkan kaki disana, cobalah berdiri di antara rel, tataplah Gunung Argopuro yang diselimuti awan lembut, bentangkan tangan, lalu pejamkan mata dan hiruplah udara segarnya perlahan-lahan. Rasakan angin segar menerpa tubuh, membawa pergi penat yang melanda. Hmmm… sungguh karunia Allah yang luar biasa. Dijamin segala macam penat akan hilang.

    Selain menawarkan kesejukan, mengunjungi Stasiun Garahan juga bisa memperkaya wawasan sejarah.

    Peralatan kuno yang masih digunakan membawa kita pada sejarah zaman penjajahan. Ya, Stasiun Kereta Api Garahan dibangun oleh Belanda saat menjajah Indonesia. Untuk mengangkut berbagai kekayaan alam Indonesia. Tak terbayang bagaimana kepandaian mereka yang ratusan tahun lalu telah menciptakan teknologi canggih kereta api, yang hingga kini masih berdiri tegak dan kita gunakan. Sayangnya, dulu teknologi ini mereka ciptakan untuk mempermudah menjarah kekayaan alam bangsa lain. Semoga kini dan esok tak ada lagi yang mengembangkan teknologi untuk mengeksploitasi bangsa lain ya.

    Jika manusia saja bisa membuat alat-alat secanggih dan sekeren itu, apalagi Allah yang telah meciptakan manusia, tentu lebih hebat lagi. Bentangan alam di Stasiun Garahan menjadi buktinya. Perpaduan panorama hutan, gunung, awan, dan langit begitu mempesona.

    Dan bagi siapapun yang mengunjungi Stasiun Garahan, tak lengkap rasanya jika tak mencicipi pecel pincuk khas Pak Ida. Pecel pincuk yang melegenda! Bayangkan, pecel ini telah dijual sejak 1976.

    Menu sederhana namun kenikmatannya dahsyat ini cukup murah. Hanya dengan empat ribu rupiah, arek lokal sudah bisa menikmati nasi hangat nan pulen, bumbu pecel yang super pedas, dan sayur mayur alami. Salah satu sayuran yang digunakan adalah daun jonggol yang banyak tumbuh liar di lereng gunung. Aromanya khas.

    Konon, banyak sekali yang rela menempuh puluhan kilometer hanya demi menikmati pecel pincuk Pak Ida di Stasiun Garahan. Bahkan, bumbu pecel Pak Ida sudah tembus sampai ke Amerika, yaitu ketika  pelanggan setianya membeli khusus untuk kerabatnya yang tinggal di sana. Jadi, kalau yang di Amerika saja sudah mencobanya, apalagi arek lokal, kan?

    Sudah siap menjadwalkan kunjungan ke Stasiun Garahan sekaligus menikmati pecel pincuk khas Pak Ida?

    Teks & foto : Faiqotul Himmah & pinterest.com (nasi pecel pincuk)

    Latest articles

    5 Tempat Seru untuk Kamu yang Mau Melewatkan Malam Tahun Baru di Kota Jember Saja

    LokalKarya.id - Apa kabar arek lokal di penghujung tahun 2017 ini? Sudahkah membuat resolusi...

    Mengisi Hari Libur Sekolah, ini Kegiatan Menarik yang dilakukan Pemoeda Pemoedi Condro

    Mengisi Hari Libur Sekolah, ini Kegiatan Menarik yang dilakukan Pemoeda Pemoedi Condro

    Komunitas Pena Hitam : Wadah Anak Muda Berkumpul, Berbagi, serta Bebas Berkarya Seni

    LokalKarya.id - Seiring dengan perjalanan waktu dan perkembangan zaman now, Jember tumbuh dan berkembang...

    5 Alasan Kamu Harus Nonton Film Dilan 1990

    LokalKarya.id - "Jangan rindu, berat. Kamu nggak akan kuat, biar aku saja". Nggak asing...

    More like this

    5 Tempat Seru untuk Kamu yang Mau Melewatkan Malam Tahun Baru di Kota Jember Saja

    LokalKarya.id - Apa kabar arek lokal di penghujung tahun 2017 ini? Sudahkah membuat resolusi...

    Mengisi Hari Libur Sekolah, ini Kegiatan Menarik yang dilakukan Pemoeda Pemoedi Condro

    Mengisi Hari Libur Sekolah, ini Kegiatan Menarik yang dilakukan Pemoeda Pemoedi Condro

    Komunitas Pena Hitam : Wadah Anak Muda Berkumpul, Berbagi, serta Bebas Berkarya Seni

    LokalKarya.id - Seiring dengan perjalanan waktu dan perkembangan zaman now, Jember tumbuh dan berkembang...