LokalKarya.id – Panggung teater menjadi salah satu ajang ekspresi seni bagi setiap orang yang menyukai seni peran, baik panggung maupun akting, bahkan sang pencipta naskah teater turut mengekspresikan dengan sentuhan seni yang mendalam dan dari setiap kata yang hendak disampaikan kepada para khayalak memiliki kualitas seni yg tinggi agar timbul makna yang memiliki arti.
Di penutupan akhir tahun 2017 ini, SMA Muhammadiyah 3 Jember (SMAMGA) mengadakan pentas aplikasi teater ke-18 kalinya, tepatnya pada tanggal 9 Desember 2017. Tak heran jika antusias masyarakat terutama komunitas teater setingkat SMK maupun SMA di Jember tergerak untuk menyaksikan acara ini bahkan beberapa masyarakat lainya juga tergerak untuk ikut menontonnya.
Acara yang dinaungi Sun Teater sebagai ekstrakurikuler Teater di SMAMGA ini menjadi salah satu ekskul yang kece dan penuh sentuhan seni.

Dimulainya acara pada pukul 19.30 diawali dengan pembacaan puisi dari beberapa anggota Sun Teater, lalu pembacaan puisi dari perwakilan para penonton yang menonton pertunjukan tersebut, setelah itu tampillah pertunjukan monolog. Yang satu ini cukup menarik. Durasi yang ditayangkan cukup lama sekitar 15 menit. Itu artinya si pemeran yang membawakan pertunjukan monolog mesti menghafalkan di luar kepala 3 lembar naskah. Wow!
Bermain teater, terutama tetaer monolog bukanlah hal yang mudah bagi sebagian orang yang melakoninya, dibutuhkan latihan yang cukup terutama vokal, artikulasi, dan intonasi, supaya naskah yang hendak disampaikan jelas dan dapat didengar oleh penonton. Sebab, di panggung teater tidak disediakan microphone kecuali MC yang sedang membawakan acara.

Acara penutupnya juga tak kalah memukau, yaitu pementasan teater dengan judul naskah “Petruk Jadi Presiden”.
Sun Teater yang dibina oleh Bapak Sony (Cimot) sebagai guru mata pelajaran seni telah memiliki ratusan penggerak seni teater dari tahun ke tahun Sun Tetaer SMAMGA ini cukup fenomenal dan sering juga mendapat kesempatan manggung di luar kota. Rangkaiannya bermacam-macam, ada yang untuk mengikuti berbagai macam festival budaya, dan sering pula memenangkan kejuaraan teater tingkat Jawa timur dan nasional .

Penonton pun terlihat antusias mengapresiasi penampilan Sun Teater SMAMGA ini. Riri misalnya, sangat bersemangat menonton teater yang kedua kalinya selama di Jember. Mahasiswa baru FKIP Universitas Jember ini cukup menyukai dunia seni seperti puisi, dan sedikit lakon teater. “Panggung teater itu unik, menarik, karena aku orangnya pemalu untuk tampil di atas panggung, jadi untuk bermain teater aku cukup kesulitan. Makanya aku suka kagum sama temen-temen pelaku teater.”, ungkapnya.

Kalau kamu sendiri gimana nih arek lokal? Jangan lupa untuk melestarikan seni dan budaya seperti temen-temen SMAMGA ini ya. Minimal dengan menontonnya seperti Riri.
