More
    HomeUMKMRajutan Custom Gerai Rajut Seruni Bondowoso Siap Membuat Kamu Lebih Fashionable

    Rajutan Custom Gerai Rajut Seruni Bondowoso Siap Membuat Kamu Lebih Fashionable

    Published on

    spot_img

    LokalKarya.id – Musim hujan dan cenderung dingin begini, selain sedia payung sebelum hujan, apa yang arek lokal persiapkan? Baju hangat pastinya juga masuk sebagai perlengkapan yang wajib ada di daftar perlengkapan musim hujan ya. Meski tidak untuk berbasah-basahan, baju hangat penting untuk membantu menjaga suhu tubuh supaya arek lokal tetap bisa beraktivitas. Salah satu baju hangat yang juga fashionable untuk dijadikan koleksi adalah yang terbuat dari bahan rajut. Lebih lebih handmade.

     

    Salah satu pengrajin rajut handmade untuk membuat baju-baju rajut berkualitas dengan desain custom, ternyata dimiliki oleh Bondowoso. Tepatnya berada di Jalan Tamanan, Desa Pejagan, Jambe Sari, Darussholah. Saat Lokal Karya berkesempatan ngobrol dengan Siti Maimunah, ada rasa takjub terhadap ketrampilan yang dimiliki dirinya dan suami.

    Ketrampilan itu ternyata berlatar sebuah cerita yang tak singkat. Ibu dua anak yang biasa dipanggil Bu Maimunah ini bertemu dengan jodohnya, Ruswan Safari, di sebuah rumah industri rajut ekspor impor. Siapa sangka, keahlian sang suami yang menguasai ilmu desain rajut yang dikenal cukup rumit itu ternyata “berjodoh” juga dengan keahlian Maimunah dalam mengawal proses produksi rajut sampai memasarkannya. Pasangan ini pun tancap gas hingga membuka usahanya sendiri di kota kembang, Bandung, kota asal sang suami selama 7 tahun dan memiliki 21 karyawan, meski akhirnya usaha mereka harus bangkrut.

    Menyadari perlunya mengumpulkan modal dari nol, Maimunah pun teringat kampung halamannya di Bondowoso. Tahun 2011 adalah titik awalnya memulai bisnis yang sama di sebuah desa yang tentu jauh berbeda dengan iklim usaha di kota Bandung. The power of kepepet pun berkata, dengan modal 350 ribu yang ia dan suami punya, Maimunah door to door ke kantor-kantor dinas pemerintahan dan membawa contoh-contoh karyanya dan suami, hingga berbuah respon positif. Orang-orang yang ia temui mulai mengenal usahanya dan pre order untuk pemesanan desain custom baju rajut yang diinginkan.

    Kalau arek lokal juga pecinta rajut dan ingin memiliki baju rajut custom dengan kualitas oke, langsung saja untuk menghubungi Bu Maimunah via WA di 0853.2376.7189. Selanjutnya, Bu Maimunah akan datang dengan membawa katalog desain bila jarak memungkinkan. Bila tidak, bisa kok gambar-gambarnya dikirim via WA pula. Biasanya model cardigan dan jumper yang paling banyak peminat. Tapi, ada juga jaket untuk anak-anak, polo shirt, dan sebagainya.

    Untuk hasil maksimal dengan kualitas terbaik, sepotong desain baju rajut sampai jadi dihargai 150 ribu hingga 350 ribu. Dan, untuk pemesanan premium dengan detil yang lebih kompleks, antara 400-700 ribu rupiah. Sedang waktu pengerjaannya memakan 2-3 hari untuk sepotong baju. Saat ini, pelanggan Griya Rajut Seruni datang dari kalangan dewasa muda ke atas yang rata-rata berprofesi sebagai PNS, karyawan swasta, maupun pengusaha yang berasal dari kota Bondowoso, Jember, Malang, Jakarta, Bandung, dan Kalimantan. Rata-rata semuanya berasal dari promosi konvensional, mulut ke mulut.

    Harga ini tentu setara dengan kemampuan Ruswan yang pernah menerima penghargaan sebagai technical guide terbaik se-Asia untuk produk rajut, bahkan pria Sunda itu juga pernah mendesain baju-baju branded yang biasanya memiliki official outlet di mall-mall besar. Tak heran, dalam 1 bulan, saat ini Griya Rajut Seruni bisa survive dengan 2 pekerja aktif yaitu Maimunah dan Ruswan saja, dan mengerjakan kurang lebih 15 potong baju dalam sebulan.

    “Ya perkembangannya dari awal sampai sekarang di Bondowoso alhamdulillah cukup untuk kehidupan sehari-hari dan menyekolahkan anak hingga bangku kuliah. Namun belum ada perkembangan yang spektakuler. Padahal kami juga sering ikut expo yang diadakan Pemerintah Desa atau Pemkab. Tapi belum ada dukungan nyata dari pemerintah untuk usaha ini Mungkin karena cuma saya aja yang melakukan ini di kampung, tidak massal seperti tahu Tamanan misalkan”. ungkap ibu dari Ade Alfi Badriawan (duduk di bangku kuliah semester 7) dan Aulia Khairunnisa (duduk di bangku MTs) ini semi curhat.

    Selain itu, ia juga terkendala oleh minimnya SDM yang bisa diberdayakan di desanya. Bila ada, tapi belum bisa konsisten dan menerima tuntutan yang lebih tinggi atas pekerjaan yang dilakukan. Jenis benang yang cukup mahal juga menjadi alasan biaya operasional yang cukup tinggi.

    Namun, wanita kelahiran 11 Juni 1974 ini juga mengaku senang menjalankan usaha ini karena memang bidang ini sudah digeluti sejak remaja.

    Saat ditanya harapannya ke depan, ia menyampaikan dengan pengalamannya bertahun-tahun, termasuk usia suami yang berbeda 17 tahun lebih tua dari dirinya, ia menyimpan harapan besar. “Sebenarnya kami ingin ada pemodal besar yang mengurusi manajemen dari hulu ke hilir dan kerjasama dengan kami yang total mengurusi produksi. Itu saja. Karena sayang peralatan dan mesin-mesin yang jumlahnya 15 unit yang sekarang kami miliki.”, tambahnya.

    Semoga saja harapan Griya Rajut Seruni ke depannya ini bisa tercapai ya, barangkali ada pembaca artikel ini yang juga tertarik untuk menjalin kerjasama dengan pasangan bertalenta seperti Maimunah dan Ruswan ini. Sekalian mengembangkan komoditi khas daerah, kenapa nggak?

    Latest articles

    5 Tempat Seru untuk Kamu yang Mau Melewatkan Malam Tahun Baru di Kota Jember Saja

    LokalKarya.id - Apa kabar arek lokal di penghujung tahun 2017 ini? Sudahkah membuat resolusi...

    Mengisi Hari Libur Sekolah, ini Kegiatan Menarik yang dilakukan Pemoeda Pemoedi Condro

    Mengisi Hari Libur Sekolah, ini Kegiatan Menarik yang dilakukan Pemoeda Pemoedi Condro

    Komunitas Pena Hitam : Wadah Anak Muda Berkumpul, Berbagi, serta Bebas Berkarya Seni

    LokalKarya.id - Seiring dengan perjalanan waktu dan perkembangan zaman now, Jember tumbuh dan berkembang...

    5 Alasan Kamu Harus Nonton Film Dilan 1990

    LokalKarya.id - "Jangan rindu, berat. Kamu nggak akan kuat, biar aku saja". Nggak asing...

    More like this

    5 Tempat Seru untuk Kamu yang Mau Melewatkan Malam Tahun Baru di Kota Jember Saja

    LokalKarya.id - Apa kabar arek lokal di penghujung tahun 2017 ini? Sudahkah membuat resolusi...

    Mengisi Hari Libur Sekolah, ini Kegiatan Menarik yang dilakukan Pemoeda Pemoedi Condro

    Mengisi Hari Libur Sekolah, ini Kegiatan Menarik yang dilakukan Pemoeda Pemoedi Condro

    Komunitas Pena Hitam : Wadah Anak Muda Berkumpul, Berbagi, serta Bebas Berkarya Seni

    LokalKarya.id - Seiring dengan perjalanan waktu dan perkembangan zaman now, Jember tumbuh dan berkembang...