More
    HomeUMKMIndonesia Archery : Menekuni Bisnis Panahan Sembari Mengenalkan Olahraga yang Menjadi Bagian...

    Indonesia Archery : Menekuni Bisnis Panahan Sembari Mengenalkan Olahraga yang Menjadi Bagian dari Sunnah Rasul

    Published on

    spot_img

    LokalKarya.id – Zaman now, panahan menjadi salah satu olahraga yang cukup populer, baik di mancanegara maupun Indonesia. Tren ini sebenarnya juga tak lepas dari kemunculan berbagai film yang menampilkan tokoh-tokoh jago memanah. Dari The Lord of The Rings lewat tokoh Legolas, The Hunger Games dengan tokohnya Katniss Everdeen, Brave hingga yang terbaru 3 Srikandi. Seperti sepakat dengan hal itu, terlihat dengan hadirnya beberapa komunitas panahan yang kini mulai menunjukkan eksistensi dirinya di lingkungan masyarakat.

    Tren yang kemudian merebak jadi feneomena baru itu akhirnya ikut mengangkat olahraga yang menjadi bagian dari sunah Rasul ini. Dikatakan dalam suatu hadits :

    “Sesungguhnya Allah ‘azza wajalla akan memasukkan tiga orang ke dalam surga lantaran satu anak panah; orang yang saat membuatnya mengharapkan kebaikan, orang yang menyiapkannya di jalan Allah serta orang yang memanahkannya di jalan Allah.” Beliau bersabda: “Berlatihlah memanah dan berkuda. Dan jika kalian memilih memanah maka hal itu lebih baik daripada berkuda.” (HR. Ahmad)

    Sudah diketahui secara umum bahwa manfaat dari olahraga panahan, diantaranya melatih koordinasi antara gerakan tangan dan mata, fleksibilitas jari-jari, melatih kesabaran, meningkatkan fokus, dan kepercayaan diri.

    Nah, arek lokal wajib tahu nih kalau di Kabupaten Jember, tepatnya di Kecamatan Patrang, ada salah satu warga Jember yang menekuni bisnis kerajinan pembuatan panahan sekaligus dikembangkan juga menjadi usaha rekreasi keluarga. Ia menamainya dengan nama Indonesia Archery. Baru beberapa tahun berjalan, ternyata kerajinan panahan mampu membuka peluang usaha yang menjanjikan.

    Indonesia Archery merupakan UMKM kerajinan dan rekreasi keluarga di bidang panahan yang berlokasi  di Jalan Nusa Indah VI No.7 Jember. Awal mula berdirinya pada bulan Mei tahun 2015. Dirintis oleh Gilig Pradhana, laki-laki kelahiran asli Jember yang berprofesi sebagai guru di sebuah sekolah swasta bersama beberapa rekan sesama guru. Namun sayang, tak lama kemudian, Gilig dan rekan gurunya tidak aktif hingga akhirnya dikelola sendiri oleh Gilig Pradhana.

    Awal mulanya terinspirasi dari kisah pengalaman pribadi sedikit tak mengenakkan ketika menempuh pendidikan di Jepang.  Kala itu, Gilig Pradhana memiliki keinginan kuat ikut dan bergabung dalam kegiatan memanah di kampus, bernama Kyudo. Namun sayang harapan tak selalu menjadi kenyataan. Gilig harus bisa legowo menerima kenyataan dari pihak kampus yang menerapkan sistem aturan  tidak menerima pendaftaran anggota selain mahasiswa Jepang itu sendiri. Di Jepang, kegiatan Kyudo merupakan kegiatan memanah yang dikombinasikan dengan berkuda yang dijadikan sebagai ajang pariwisata.

    Gilig sempat berpikir, kenapa di Indonesia tidak ada yang semacam ini. Ia juga ingin mengusahakan bagaimana caranya panahan menjadi ikon wisata di Jember, syukur-syukur bisa jadi ikon wisata nusantara. Selain itu juga disebutkan alasan adanya perpaduan dua warisan besar bahwa kegiatan memanah merupakan sunnah Rasul dan tradisi nusantara yang patut dikembangkan dan dilestarikan.

    Sementara Gilig mengaku selama ini modal yang ia dapatkan untuk mengelola Indonesia Archery berasal dari sisa-sisa tabungannya yang hanya sekitar 5 jutaan. Dalam dinamika perjalanannya, merintis usaha tersebut sempat mengalami penurunan pada awal tahun 2017. Sedikit disayangkan, meskipun minat masyarakat tetap tinggi, namun daya jangkanya masih rendah.

    Di awal booming panahan akhir tahun 2015, bermunculan beberapa komunitas panahan di Jember yang terkumpul dalam Jember Archery Club, waktu itu sekitar 5 tempat yang merupakan pengrajin sekaligus melatih panahan. Mayoritas, teman-teman mahasiswalah yang antusiasmenya sangat tinggi sehingga semangat panahan ikut menggelora di kampus, khususnya Unej dan Stikes. Bahan baku produk panahan hasil olahan Indonesia Archery berasal dari toko bangunan, bambu, kayu yang didapat dari lingkungan sekitar dan diproses sendiri dengan mesin-mesin ringan.

     

    Ada pemasok sendiri juga menjalin kerjasama dengan pengrajin bambu dan kayu. Namun terpaksa ada juga yang impor seperti fiber glass dari Cina, karena di Indonesia masih belum banyak stoknya. Untuk bambunya, memasok dari daerah Mumbulsari dan Arjasa. Untuk proses produksi, pria berkacamata ini merekrut pekerja yang terdiri dari bagian staf administrasi, alat dan produksi, marketing, dan lain-lain. Sedangkan tempat pengolahan akhir di Kampoeng Batja, perpustakaan kebun yang didirikan mandiri oleh ayahnya, Iman Suligi.

    Bahan yang dipasok diolah masing-masing sehingga di Kampoeng Batja hanya tinggal finishing saja. Adapun kekhasan dari produk panahan hasil dari UMKM Indonesia Archery seperti yang diungkapkan Gilig, “Kerajinan kami menggunakan konsep praktis : mudah dibawa, mudah disimpan, mudah dipakai. Mencoba membuat kerajinan yang belum ada modelnya, dengan modifikasi.

    Salah  satu produk olahan panahan hasil modifikasi buatan Indonesia Archery yakni panah bulat (jemparing gilig) dibuat dengan menguji cobanya pada diri sendiri. Diungkapkan oleh Gilig, alasannya agar tidak melukai orang lain saat benar-benar dipakai saat pertandingan. Dalam pemasarannya, Gilig mengaku memperoleh omset per bulan melalui memproduksi puluhan busur dengan segala aksesorisnya.

    Produknya terdiri dari Busur Wira untuk anak-anak mulai 79 ribuan, sedangkan untuk dewasa mulai 212 ribuan. Pangsa pasarnya pun bervariatif berkisar antara usia 13-35 tahun, kebanyakan dari usia remaja yang memesan busur dewasa. Namanya sebuah usaha, pasti di dalamnya ada kendala yang mengiringi perjalanannya.

    Gilig juga mengaku adanya keinginan kuat untuk menjadikan Indonesia Archery sebagai ikon pariwisata namun Dinas Pariwisata dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan kurang respon untuk dimintai ide dan bimbingan agar mendapat tempat di masyarakat. Juga ke Kemenpora, pernah mendaftar sebagai anggota Perpani (Persatuan Panahan Indonesia), namun ketika sudah dibentuk, nuansanya menjadi nuansa bisnis bukan kerja sama yang mutualisme. Untuk mengatasi kendala-kendala yang ada, Gilig berusaha mengenalkan konsep dan ide melalui media sosial untuk menguatkan wacana agar pemerintah peduli.

    Salah satu hal yang dibanggakan dari Indonesia Archery adalah ketika di awal tahun 2016 bisa merealisasikan Lomba Perang Panahan tingkat SMP se-Indonesia. Berharap di event seperti itu dimunculkan budaya etnis guna memvisualisasikan bidaya Indonesia melalui perang-perangan (misal busana India, Majapahit, dan lain-lain). Gilig mengatakan bahwa ia tertarik mengadakan lomba yang mendorong pemasyarakatan memanah, misalnya lomba perang panahan (jemparing gilig/panahan bulat), karena dalam event kolosal semakin banyak yang terlibat dan yang penting adalah kebersamaannya, bukan kemewahan peralatannya.

    Kami juga lebih tertarik mengembangkan “budaya panahannya” bukan sekedar alat memanahnya. Misalnya “panahan formasi” yakni memanah serempak dalam kelompok dengan berbagai variasi gerakan.” tambahnya. “Dalam Lomba Memanah, menariknya di sini dari sisi olahraga, panahan, budaya nasionalnya. Karena diadakan secara massal, daya tariknya terhadap sekolah lebih merata (karena lombanya terdiri dari 1 tim, lebih banyak yang berpartisipasi dan merakyat). Olahraga ini terkesan elit dan kaya, seharusnya bisa merata dan milik nusantara sehingga ingin menghilangkan paradigma dan merubah mindset yang demikian.” ungkapnya lagi.

    Memadukan silat dengan Panahan adalah harapan terbesar dari Gilig sebagai founder Indonesia Archery. Agar kelak, jika bisa diwujudkan, akan melahirkan cabang bela diri yang bisa diperlombakan dan dilestarikan sebagai budaya. Lebih bagus lagi bila didukung dengan berada di bawah naungan pemerintahan agar diapresasi dan informasinya dibagikan melalui media sosial kepada masyarakat agar lebih tertarik dan masif.

    Nah, ada pesan dan tips nih yang dibagikan oleh Gilig untuk arek lokal semua dan juga para pengusaha lainnya, “Kita tidak akan besar kalau tidak saling bekerja sama. Buat jaringan, saling berbagi dan saling mendukung.“ Menariknya juga, ada salah satu prinsip hidup yang mendasari usaha Indonesia Archery, “Dalam berkarya, sebisa mungkin yang terlibat di dalamnya semakin mulia dan mampu membuat mandiri. Harus seimbang antara dunia dan akhirat. Memampukan dan memuliakan”, pungkasnya di akhir sesi berbincang dengan Lokal Karya.

    Wah, keren ya? Buat  arek lokal yang ingin tahu lebih lanjut info mengenai Indonesia Archery, silakan langsung mampir ke lokasi dan akun media sosialnya juga ya,  FB : https://www.facebook.com/archeryindonesia/ ; Blog www.Archeryindonesia.com CP : Gilig Pradhana (08580896966)

    Latest articles

    5 Tempat Seru untuk Kamu yang Mau Melewatkan Malam Tahun Baru di Kota Jember Saja

    LokalKarya.id - Apa kabar arek lokal di penghujung tahun 2017 ini? Sudahkah membuat resolusi...

    Mengisi Hari Libur Sekolah, ini Kegiatan Menarik yang dilakukan Pemoeda Pemoedi Condro

    Mengisi Hari Libur Sekolah, ini Kegiatan Menarik yang dilakukan Pemoeda Pemoedi Condro

    Komunitas Pena Hitam : Wadah Anak Muda Berkumpul, Berbagi, serta Bebas Berkarya Seni

    LokalKarya.id - Seiring dengan perjalanan waktu dan perkembangan zaman now, Jember tumbuh dan berkembang...

    5 Alasan Kamu Harus Nonton Film Dilan 1990

    LokalKarya.id - "Jangan rindu, berat. Kamu nggak akan kuat, biar aku saja". Nggak asing...

    More like this

    5 Tempat Seru untuk Kamu yang Mau Melewatkan Malam Tahun Baru di Kota Jember Saja

    LokalKarya.id - Apa kabar arek lokal di penghujung tahun 2017 ini? Sudahkah membuat resolusi...

    Mengisi Hari Libur Sekolah, ini Kegiatan Menarik yang dilakukan Pemoeda Pemoedi Condro

    Mengisi Hari Libur Sekolah, ini Kegiatan Menarik yang dilakukan Pemoeda Pemoedi Condro

    Komunitas Pena Hitam : Wadah Anak Muda Berkumpul, Berbagi, serta Bebas Berkarya Seni

    LokalKarya.id - Seiring dengan perjalanan waktu dan perkembangan zaman now, Jember tumbuh dan berkembang...