LokalKarya.id – Berbisinis makanan organik merupakan salah satu pilihan usaha yang cukup menjanjikan. Di tengah maraknya produk makanan yang mengandung bahan kimia yang muncul di tengah masyarakat, membuat makanan organik kini mulai digandrungi. Adalah LAPAR SEHAT, sebuah usaha yang menyediakan berbagai jenis makanan dan minuman organik asli Indonesia.
Sore itu, nampak beberapa orang sedang melakukan aktivitas di sebuah rumah sederhana yang terletak di Perumahan Graha Permata Indah, Sumbersari, Jember yang juga merupakan kantor dari UD. LAPAR SEHAT. Dengan ramah dan hangat, Erina Frataria sang founder UD. LAPAR SEHAT menerima Lokal Karya untuk berbincang-bincang mengenai usaha yang ia rintis sejak beberapa tahun lalu tersebut.
Awalnya, Erina bekerja di sebuah perusahan besar selama 5 tahun. Berbagai posisi pernah ia rasakan, mulai dari kasir, sales marketing, hingga public relation. Namun, cita-cita perempuan kelahiran 1988 ini sejak kecil memang ingin memiliki perusahan sendiri. Hal ini membuatnya memberanikan diri untuk mundur dari perusahan tempatnya bekerja. Berbekal pengalaman kerja di berbagai posisi tersebut, Erina bisa dengan mudah mengaplikasikan ilmu yang telah didapatkan dan membangun jaringan untuk memulai usaha yang ia rintis sendiri.

Arek Lokal pasti penasaran nih, seperti apa bisnis makanan organik yang dirintis Erin ini? LAPAR SEHAT merupakan sebuah bisnis repacking makanan-makanan organik tradisional. Nama LAPAR SEHAT sendiri adalah sebuah brand produk yang mewadahi berbagai jenis makanan dan minuman organik yang kemudian dikemas menjadi makanan instan dengan kemasan yang menarik. Sebut saja seperti beras, tiwul, singkong, dan berbagai makanan tradisional yang diambil langsung dari para petani dan pelaku usaha mikro.
Jadi usaha ini melibatkan banyak pihak sebagai supplier nya. Noble purpose yang diusung sang founder ini merupakan salah satu hal penting dalam pendirian LAPAR SEHAT, yaitu ingin memberikan manfaat bagi banyak orang. Karena selama ini yang terlihat adalah harga hasil bumi yang dibeli dari para petani cenderung rendah sementara biaya produksinya tinggi sehingga keuntungan yang didapat petani pun kecil, belum lagi faktor lain seperti panjangnya rantai distribusi dari petani ke pasar hingga ke konsumen.

Selain itu, saat ini banyak produk-produk makanan impor dari luar negeri yang notabene kurang sehat, banyak mengandung bahan kimia, dan pengawet berbahaya. Sementara harganya pun tergolong cukup tinggi. Dari latar belakang inilah yang kemudian menjadi motivasi tersendiri bagi Erina untuk menyediakan makanan sehat yang asli dari para petani Indonesia sendiri.
“Saya selama ini melihat geliat para petani yang kurang mendapat tempat di dunia bisnis modern, sementara makanan yang kita konsumsi setiap hari banyak yang diimpor dari luar negeri. Jadi LAPAR SEHAT berusaha membangun sebuah brand produk untuk mewadahi hasil bumi para petani yang sebenarnya kualitasnya tidak akan kalah dengan makanan impor”, tutur Erina.
Saat ini, LAPAR SEHAT bisa dikatakan menjadi salah satu role model agropreneur di Indonesia. Bisnis yang dirintis sejak tahun 2015 tersebut, saat ini sudah berkembang pesat. Dari banyaknya jejaring reseller yang dimiliki, mulai dari lokal Jember sampai di berbagai penjuru kota di Indonesia. Keberadaan LAPAR SEHAT menjadi sebuah angin segar bagi para petani bahan makanan tradisional di daerah Jember dan sekitarnya. Sebab, permintaan produk makanan organik yang dulunya sedikit kini meningkat setelah melalui proses repacking di UD. LAPAR SEHAT.

Kini, LAPAR SEHAT sudah memasok puluhan jenis produk makanan organik ke pasar modern, mulai dari daerah Jawa Timur, Jabodetabek, Kalimantan, Bali hingga Kupang. Omsetnya pun kini berkisar antara 50-100 juta per bulannya. Erina mengungkapkan, Keberhasilan bisnisnya ini tak lepas dari kemampuannya membangun jaringan. Ia mengikuti banyak perkumpulan dan komunitas-komunitas yang bisa mendukung keberlangsungan usahanya, seperti HIPMI (Himpunan Pengusaha muda Indonesia), JEC (Jember Economy Creative), komunitas entrepreneur perempuan, serta ia juga mengikuti komunitas lintas agama. “Dengan banyaknya jaringan, maka usaha kita juga akan semakin cepat berkembang,” tambah alumnus Universitas Jember tersebut.
Persaingan ketat di dunia bisnis menuntut Erina untuk terus berinovasi, antara lain mencari peluang jenis makanan yang belum banyak dijual di pasar modern. Menurut Erina, kunci sukses adalah keberanian untuk bermimpi dan mengejarnya. Sedangkan kesuksesan usahanya terletak pada kemampuannya untuk membangun jaringan.

Arek lokal juga ingin jadi bagian dari generasi peduli makanan organik asli Indonesia dan memulai hidup sehat? Langsung cus ke Instagram nya : Lapar Sehat dan kontak langsung yang ada di bionya ya.
