LokalKarya.id – Selama ini mungkin arek lokal mengenal ikan cupang sebagai hewan aduan, hal ini wajar karena ikan cupang memiliki naluri bertarung ketika ada ikan lain yang berada di wilayahnya, ternyata selain naluri bertarungnya, ikan cupang memiliki daya tarik lain yang bisa dilihat, yaitu pada keindahan bentuk dan siripnya. Nah, di Jember terdapat sekelompok anak muda kreatif yang membudidayakan ikan cupang hias yang memiliki daya tarik dan harga jual yang tinggi. Komunitas tersebut adalah Jember Betta Community.

Jember Betta Community terbentuk pada tahun 2012 silam, nama komunitas ini diambil dari nama ilmiah ikan cupang yaitu Betta sp. Adalah Arif yang sudah lama bergelut di bidang perikanan membentuk komunitas ini, “Cikal bakal Jember Betta Community terjadi sejak tahun 2012, dimulai dari pertemuan beberapa penghobi, akhirnya saya membuat grup Facebook Komunitas Cupang Hias Jember”, ungkapnya.

Setelah sempat vakum, gairah komunitas mulai hidup seiring dengan ramainya pasar ikan cupang di Jember, akhirnya pada awal tahun 2016, JBC dibentuk dengan beberapa pengurus dan anggota. “Tujuan utama kami membentuk Jember Betta Community adalah untuk menjalin relasi antar penghobi ikan cupang, “ tambah Arif.

Meskipun secara komunitas baru terbentuk, para anggota JBC sudah banyak mendapatkan gelar di berbagai kejuaraan tingkat regional maupun nasional, sepanjang tahun 2017 ini ada 4 gelar yang sudah diraih, diantaranya : Juara 3 Nasional Casa Jardin Jakarta Kelas giant super junior bebas gelap, Juara 2 Nasional “The Taman Dayu” Pasuruan kelas giant super junior bebas gelap dan Juara 1 Nasional One health Betta Contest Bontang kelas giant junior bebas gelap.
Ada beberapa aspek pokok yang menjadi penilaian kontes cupang hias, “Yang pasti adalah bentuk fisik (form) dari cupang tersebut, meliputi panjang tubuh yang proporsional, bentuk sirip dan juga warna dari sirip tersebut. Satu hal yang penting lagi yaitu mental dari ikan cupang itu”. ungkap Dimas, sekretaris JBC yang beberapa kali menjuarai kontes. Ia lalu mencontohkan ikan cupang yang memiliki mental juara dengan mengarahkan bolpoin di luar akuarium, “Jika mentalnya bagus, ikan cupang akan mengikuti arah dari bolpoin yang saya pegang, ini membuktikan bahwa ikan ini memiliki naluri petarung yang kuat.”, tambahnya.

Saat ini Jember Betta Community sudah memiliki 40 anggota aktif, setiap minggunya komunitas ini rutin menggelar gathering di basecamp yang terletak di Perumahan Mastrip. “Setiap minggu kami berkumpul untuk membahas perkembangan kualitas ikan masing-masing anggota, kami juga saling sharing tentang teknik breeding dan juga menyiapkan ikan cupang untuk mengikuti kontes cupang hias”, ungkap Bagus, salah satu pengurus JBC.
Bagus memprediksi pasar ikan cupang ke depan masih cerah, “Saya melihat semakin banyak penghobi ikan cupang di Indonesia, khusunya Jawa Timur, dan di Jember sendiri juga kami menemukan banyak penghobi baru yang belum masuk komunitas”, ungkap mahasiswa tingkat akhir ini.

Ke depannya, ia berharap agar JBC dapat memberikan edukasi tentang teknik pemeliharaan ikan cupang kepada masyarakat Jember, selain itu juga mereka berharap agar dapat menjalin kerjasama dengan Dinas Perikanan Jember, terutama dalam pembiayaan kontes, “Selama ini kami menggunakan biaya swadaya untuk mengikuti kontes, pada awal tahun 2018 nanti kami ingin berpartisipasi dalam kejuaraan cupang hias internasional di Malang”, ungkap Dimas.
Bagi arek lokal yang ingin bergabung dengan Jember Betta Community, bisa bergabung di grup Facebook “Komunitas Cupang Hias Jember” atau bisa datang ke basecamp JBC di Perumahan Mastrip Blok P Nomor 6.
