More
    HomeEventsAda Inovasi Bank Sampah di Sudut Perumahan Jember, dan Baru-baru Ini Me-launching...

    Ada Inovasi Bank Sampah di Sudut Perumahan Jember, dan Baru-baru Ini Me-launching Rumah Literasi Jember. Intip Kisahnya Disini!

    Published on

    spot_img

    LokalKarya.id – Tanggal 15-16 Desember 2017 yang lalu, telah dilaksanakan dengan khidmat, launching Rumah Literasi Jember, bertempat di Perumahan Taman Gading Blok AF-15. Yang menarik, meski lokasi yang cukup sempit, rumah-rumah tetangga saling berdempetan, dan terik matahari yang siang itu cukup menyengat, ternyata itu semua tidak menjadi halangan bagi semua orang untuk mengikuti acara hingga akhir.

    Rumah Literasi Jember merupakan sebuah jejaring yang juga terinspirasi dari munculnya Rumah Literasi Banyuwangi yang sudah membuka cabang hingga 54 wilayah di Banyuwangi saja.

    Pada hari pertamanya, Jumat, 15 Desember, acara dimulai dengan lomba decoupage, menghias berbagai media yang tak terpakai menjadi barang yang layak jual. Peserta terdiri dari ibu-ibu Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dari daerah setempat. Terdapat sekitar 12-13 kelompok, yang tiap kelompok berisi tiga orang. Dari menghias gantungan kunci kecil, jam dinding, hingga sepatu bermotif lucu. Bahan-bahan decoupage belum ada di Indonesia, sehingga pihak panitia melakukan impor langsung dari Eropa.

    Harapan dari diadakannya lomba decoupage ini, suatu hari nanti, ibu-ibu bisa menerima   pesanan customize konsumen, yang tertarik dengan karya decoupage. Selain berinovasi, sekaligus juga dapat menghasilkan uang untuk inovasi baru lagi.

    Mungkin masih banyak yang belum mengetahui decoupage, apa sih decoupage? Decoupage masih satu spesies dengan handycraft, namun seninya adalah menghias benda dengan menempelkan potongan motif di atasnya. Potongan-potongan motif tersebut berasal dari tisu berlapis, dan salah satu negara yang banyak memproduksinya adalah negara-negara di Eropa.

    Keesokan harinya, acara tak kalah seru. Sabtu, 16 Desember, semakin ramai pengunjung dan juga undangan yang berdatangan. Terlihat beberapa komunitas relawan juga ikut ambil bagian dalam acara ini, seperti Rumah Literasi Banyuwangi, SWAYANAKA, SMA Katolik Jember, dan Generasi Baru Indonesia (GenBI).

    Dibuka dengan empat tema workshop, yaitu :

    • “Revitalisai Bank Sampah menuju Jember Bersih, Sehat dan Sejahtera”
    • “Public Private Partnership dalam Peningkatan Sadar Lingkungan di Masyarakat”
    • “Merdeka Belajar bersama Komunitas Baca dan Launching Rumah Literasi Jember”, dan
    • “Peran Perpusda dan Taman Baca dalam Peningkatan Literasi Masyarakat”

    Tampil sebagai pembawa acara adalah Nurul Hidayat yang juga sekaligus pendiri Rumah Literasi Jember. Dikatakan pula olehnya, langkah yang akan dilakukan selanjutnya setelah mengedukasi masyarakat sekitar dengan kehadiran Rumah Literasi Jember serta workshop yang berkenaan dengan lingkungan, masyarakat diharapkan sudah mulai bekerja. Artinya, apa yang menjadi muatan dari edukasi bukan sekedar menjadi wacana, tapi ada gerakan untuk mengembangkan pengelolaan lingkungan, dari memungut sampah hingga mendaur-ulang sampah.

    “Karena mengelola sampah tidak semudah membuang sampah”, ungkap Nurul Hidayat yang akrab dipanggil Nuhi yang ternyata telah lebih dulu menggagas Bank Sampah selama 1 tahun yang juga peringatannya dilaksanakan berbarengan dengan launching Rumah Literasi Jember.

    Dalam workshop bertemakan revitalisasi Bank Sampah, pembahasan sampah bukan hanya sekedar “buanglah sampah pada tempatnya” tetapi bagaimana mendaur ulang sampah menjadi barang baru. Karena sampah yang semakin menumpuk, akan menyebabkan masalah di berbagai daerah. Akibatnya pun bisa dirasakan oleh semua orang, dan pada akhirnya semua orang menjadi berkewajiban untuk membereskan sampah hingga ke akarnya.

    Zona nyaman tidak ada dalam kamus Nuhi. Sebuah pekerjaan memang tidak bisa diselesaikan dalam waktu singkat, terutama berurusan dengan persoalan sampah. Membutuhkan 1 tahun atau bahkan puluhan tahun untuk menciptakan kesadaran pentingnya mendaur ulang sampah. Meski tidak ada yang menolak ide ini, tapi partisipasi masyarakat sekitar masih terhitung jari.

    Padahal sistem penjualan sampah hanya 1 bulan sekali, counter pendaratan sampah dibuka di Poskamling, dan hanya dipenuhi 50 orang nasabah, jauh dari rencana awal yang harapannya melibatkan 50 % warga. Dan dari 350 Kepala Keluarga, tercatat hanya sekitar 150 Kepala Keluarga yang berpartisipasi, padahal program ini sudah dijadikan program RW dan ada pemberlakuan denda. Memang tidak mudah dan butuh perjuangan ya, arek lokal?

    Alur yang diaplikasikan di Bank Sampah ini cukup unik dan dilakukan secara swadaya tanpa bantuan pihak pemerintah. Target pertama, sampah-sampah dikelola kemudian dijual dalam jangka waktu tertentu setelah nasabah mulai terkumpul banyak. Target kedua memberikan nilai tambah pada sampah, berinovasi secara kontemporer, dan diselingi pelatihan pemanfaatan sampah, terutama pada pengenalan jenis-jenis sampah. Target terakhir, melakukan penjualan dari hasil karya sampah sebagai komoditas baru.

     

    Nah buat arek lokal yang tergerak dengan isu lingkungan, dan ingin ikut ambil bagian dalam upaya perbaikan lingkungan, bapak yang juga dosen di FISIP Universitas Jember itu membuka jejaring seluas-luasnya bagi industri pendonor untuk membuka kerjasama, dan  membuka partisipasi untuk semua orang untuk berkontribusi. Bagi relawan-relawan muda yang ingin bergabung, baik berupa bantuan tenaga maupun finansial,  bisa langsung  melangkah ke Perum Taman Gading AF-15 atau cus ke Instagram nya : @rumahliterasiindonesia.

    Latest articles

    5 Tempat Seru untuk Kamu yang Mau Melewatkan Malam Tahun Baru di Kota Jember Saja

    LokalKarya.id - Apa kabar arek lokal di penghujung tahun 2017 ini? Sudahkah membuat resolusi...

    Mengisi Hari Libur Sekolah, ini Kegiatan Menarik yang dilakukan Pemoeda Pemoedi Condro

    Mengisi Hari Libur Sekolah, ini Kegiatan Menarik yang dilakukan Pemoeda Pemoedi Condro

    Komunitas Pena Hitam : Wadah Anak Muda Berkumpul, Berbagi, serta Bebas Berkarya Seni

    LokalKarya.id - Seiring dengan perjalanan waktu dan perkembangan zaman now, Jember tumbuh dan berkembang...

    5 Alasan Kamu Harus Nonton Film Dilan 1990

    LokalKarya.id - "Jangan rindu, berat. Kamu nggak akan kuat, biar aku saja". Nggak asing...

    More like this

    5 Tempat Seru untuk Kamu yang Mau Melewatkan Malam Tahun Baru di Kota Jember Saja

    LokalKarya.id - Apa kabar arek lokal di penghujung tahun 2017 ini? Sudahkah membuat resolusi...

    Mengisi Hari Libur Sekolah, ini Kegiatan Menarik yang dilakukan Pemoeda Pemoedi Condro

    Mengisi Hari Libur Sekolah, ini Kegiatan Menarik yang dilakukan Pemoeda Pemoedi Condro

    Komunitas Pena Hitam : Wadah Anak Muda Berkumpul, Berbagi, serta Bebas Berkarya Seni

    LokalKarya.id - Seiring dengan perjalanan waktu dan perkembangan zaman now, Jember tumbuh dan berkembang...