LokalKarya.id – Kalau Bogor punya Kebun Raya Bogor, Situbondo punya Taman Nasional Baluran, Lampung punya Taman Hutan Rakyat, dan ruangan terbuka hijau lainnya di kota-kota besar, Jember punya apa? Sejak dirintis 2006 lalu, Jember beruntung punya Taman Botani yang terletak di Sukorambi. Tak cuma pohon-pohon besar dengan nama-nama latin saja yang menjadi andalan, tapi juga sarana edu wisata lainnya, termasuk kebun hidroponik, pengelolaan kebun buah dan juga satwa, dan tak lupa sarana outbound yang anti mainstream.
Demi memperkenalkan apa saja spot yang ada di Taman Botani Sukorambi, manajemen Botani bekerjasama dengan Komunitas Fotografi Indonesia (KFI) wilayah Jawa Timur dan Jember Macro Photography, menggelar lomba foto bertema “Wisata di Taman Botani Sukorambi”. Lombanya cukup unik karena dilaksanakan sebulan full mulai dari 1-30 November 2017, sehingga para peserta bebas mengeksplorasi setiap sudut Taman Botani Sukorambi. Kemudian karyanya diunggah di media sosial Instagram. Total terdapat 15 peserta dari 30 peserta yang ditargetkan dan dipilihlah 10 nominasi karya.

Sebagai bonus, pada Minggu, 17 Desember 2017 yang lalu, para peserta juga diundang untuk ikut datang dan hunting foto bersama, masih di wilayah Taman Botani Sukorambi dengan beberapa model famous Jember dan sekitarnya. Acara bertajuk Happy Sunday Photo Hunt itu juga didukung oleh EV4 Photography, Lazarus Batik, dan Make Over Wedding Solution. Tak hanya hunting, acara yang bertempat di area Muslimah Private Area di tepian swimming pool khusus muslimah yang hari itu di non aktifkan, juga dilengkapi dengan pameran foto, live accoustic music, dan DJ performance.

“Hunting seperti ini dimaksudkan juga sebagai ajang kumpulnya para fotografer berbagai genre.”, ungkap Heri Pitiko yang menjadi Ketua Panitia. Dirinya menjelaskan animo hunting seperti ini lebih besar, karena memang fotografi dengan obyek model selain landscape banyak peminatnya di Jember. Tercatat ada 27 peserta photo hunt yang hadir selain para peserta lomba di bulan sebelumnya.
Pagi hingga siang itu cuaca memang tak bisa diprediksi. Pameran foto yang sudah di-display sedemikian rupa di area outdoor persis di depan Muslimah Private Area yang indoor terpaksa harus dibongkar karena hujan mulai menunjukkan geliat deras di siang harinya, sesaat setelah acara dibuka.

Meski diluar hujan, hunting foto di indoor area berjalan lancar menghadirkan 5-6 model yang berparas ayu dan mengenakan perpaduan busana casual serta batik cantik dari Lazarus Batik. Berbagai area di-explore oleh para fotografer yang rata-rata laki-laki itu.
Untungnya, menjelang sore, hujan sudah menampakkan tanda redanya, diganti dengan gerimis tipis-tipis, dan mulailah para model dipandu pendampingnya, dan juga para fotografer itu bersemangat untuk mengambil latar Taman Botani Sukorambi di area outdoor.

Puas ber-hunting ria, setelah break makan siang, diundanglah para nominator yang berjumlah 10 orang dengan total 8 karya foto itu untuk naik ke atas panggung dan menerima piagam penghargaan yang diserahkan langsung oleh Febri selaku owner Taman Botani Sukorambi. Sebelumnya, Febri juga sempat memberikan sambutannya, “Tujuan diadakannya lomba foto dan juga photo hunt ini adalah kebutuhan foto untuk keperluan promosi wisata, sehingga nantinya bisa diaplikasikan untuk temen-temen yang tergabung dalam wadah Destinasi Wisata Jember. Kenapa ga kita mulai dari Botani?”, ungkapnya bersemangat.

Dan, akhirnya diumumkanlah para pemenang lomba foto yang berhak mendapatkan trophy serupa vandel eksklusif diserta uang tunai dengan total 7 juta rupiah untuk ketiga pemenang. Pemenang pertama diraih oleh Willy Ragil, pemenang kedua dan ketiga berturut-turut disematkan untuk Firman dan Puguh. Kriterianya tak muluk-muluk. Menurut Febri, cukup sulit untuk menentukan pemenang, tapi pada dasarnya pemilihannya berdasar pada kriteria : sesuai dengan tema yaitu wisata, informatif, dan kemampuan teknis dalam mengoperasikan kameranya.
Teriring harapan untuk selalu berkarya dan tetap menjaga kekompakan juga kerukunan anatar sesama pegiat fotografi dari diselenggarakannya acara semacam ini. Begitulah yang disampaikan sang ketua panitia pada Lokal Karya.
Kalau arek lokal juga penghobi fotografi, acara-acara seperti ini pas banget untuk mengasah skill sekaligus menambah jaringan. Dan, nantinya, lewat para pegiat fotografi lokallah, aset-aset destinasi wisata Jember akan ikut populer dan bermanfaat bagi masyarakat Jember secara luas.
