More
    HomeAlam & WisataPusat Penelitian Kopi dan Kakao Jember, Kini Lebarkan Sayap Menjadi Taman Eduwisata

    Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Jember, Kini Lebarkan Sayap Menjadi Taman Eduwisata

    Published on

    spot_img

    LokalKarya.id – Sudah sejak lama, Jember tidak hanya terkenal akan tembakaunya saja. Namun ada dua produk hasil perkebunan asli Jember yang mampu mengangkat nama Jember ke kancah nasional maupun internasional, yaitu kopi dan kakao. Ya, kopi dan kakao Jember memang terkenal kualitas dan kelezatannya. Hal ini tentu saja disebabkan kontur tanah dan suhu yang pas sehingga pohon kopi dan kakao tumbuh sangat baik di tanah Jember.

    Maka tak heran, Jember menjadi satu-satunya tempat yang cocok untuk didirikannya sebuah lembaga yang meneliti kopi dan kakao secara profesional. Pada 1 Januari 1991, didirikanlah Besoekisch Proefstation, tempat untuk meneliti kopi dan kakao yang melingkupi wilayah karesidenan Besuki. Tak lama kemudian, setelah Indonesia Merdeka, lembaga penelitian kopi dan kakao tersebut diubah namanya menjadi Pusat Penelitian Kopi dan Kakao atau yang biasa disebut Puslitkoka.

    Sederhananya, Puslitkoka adalah lembaga penelitian yang memperoleh mandat untuk melakukan penelitian dan pengembangan komoditas kopi dan kakao secara nasional. Selain itu, Puslitkoka diharuskan selalu siap untuk menjadi penyedia data dan informasi yang berhubungan dengan kopi dan kakao.

    Sehingga pada Puslitkoka ini banyak dijalankan aktivitas penelitian untuk mendapatkan varietas unggul dan paket teknologi di bidang budidaya dan pengolahan hasil kopi dan kakao.  Kesuksesan penelitian kopi dan kakao di Jember ini sudah tidak usah diragukan lagi. Sejak 4 tahun lalu, Puslitkoka ini telah berasil menghasilkan 40 juta bibit per tahun. Tidak ada satupun laboratorium di dunia yang mampu menghasilkan 1 juta bibir per tahun. Namun Puslitkoka telah membuktikannya dengan mengembangkan bibit kopi menggunakan teknik somatic emryogenesis, atau teknik menghasilkan bibit baru dengan sel tubuh (somatik) tumbuhan induk atau lainnya.

    Tak hanya sebagai pusat penelitian, Puslitkoka juga berkewajiban untuk melakukan kegiatan pelayanan kepada petani/pekebun kopi dan kakao di seluruh wilayah Indonesia. Hal ini bertujuan untuk memecahkan masalah dan mempercepat alih teknologi dalam bidang budidaya kopi dan kakao.

    Setiap tahunnya, Puslitkoka mengadakan program ICCRI-Training Center. Ada beragam topik pelatihan yang dapat dipilih sesuai keinginan, antara lain: uji cita rasa kopi, uji cita rasa kakao, teknik budidaya dan pengolahan kopi, teknik budidaya dan pengolahan kakao, pengelolaan organisme pengganggu tanaman kopi dan kakao, pengelolaan limbah kopi dan kakao menjadi pupuk dan sumber energi alternatif, pembuatan makanan cokelat, coffee roasting and blending, serta manajemen kafe, barista dan coffee brewing.

    Pelatihan tersebut memakan waktu 3-4 hari dengan kisaran biaya pelatihan antara Rp 4.500.000,00 sampai Rp 6.000.000,00 per orang. Biaya program pelatihan sudah mencakup penginapan di mess tamu, makan 3x dan snack 2x, materi pelatihan, bahan praktek serta sertifikat. Selain program pelatihan tersebut, dilayani pula program Magang, Studi Banding, dan Wisata Pendidikan.

    Puslitkoka ini sengaja dihadirkan untuk seluruh kalangan, tak terkecuali anak-anak dan remaja. Maka semenjak 1 Agustus 2016, Puslitkoka meresmikan CCSTP (Coffee and Cocoa Science Techno Park) atau yang lebih akrab disebut taman eduwisata. CCSTP Puslitkoka merupakan suatu kawasan yang dikelola secara profesional guna menginisiasi dan menyalurkan inovasi teknologi hulu (on farm) sampai dengan hilir (off farm) kepada semua pelaku usaha pemula di sektor industri berbasis kopi dan kakao. Sehingga mampu mencetak entrepreneurs baru pendorong pertumbuhan ekonomoi nasional, yang bersinergi dengan akademisi, pelaku bisnis dan pemerintah pusat/daerah.

    Harapannya, dengan dibukanya Puslitkoka sebagai kawasan edukasi wisata, maka akan mendorong lahirnya mimpi-mimpi baru anak muda untuk mengembangkan kopi dan kakao seiring berkembangnya zaman. Mengingat bahwa kini telah menyasar kepada anak-anak dan remaja, maka Puslitkoka didesain semenarik mungkin untuk mengajak mereka mengenal dan menyelami kopi dan kakao lebih dalam.

    Para wisatawan diajak berkeliling perkebunan kopi dan kakao sembari melihat-lihat varietas yang ada. Tentunya tidak mungkin berkeliling dengan berjalan kaki karena luas areal perkebunannya mencapai 160 ha. Maka Puslitkoka telah menyediakan 4 kereta kayu yang selalu siap mengantarkan para wisatawan keliling melihat perkebunan. Cukup dengan membayar Rp 10.000,00 saja, maka Arek Lokal sudah dapat berkeliling ke perkebunan dengan menggunakan kereta kayu.

    Tenang saja, Arek Lokal tak hanya berdiam saja melihat pemandangan yang ada, melainkan ada tour guide di masing-masing kereta. Mereka akan menceritakan tentang kopi dan kakao, beserta seluruh cerita serunya tentang sejarahnya, proses tumbuh kembangnya, proses pembuatannya serta prestasi-prestasi yang telah dicapai oleh Puslitkoka. Sehingga, selesai dari itu Arek Lokal juga mengantongi ilmu-ilmu tentang kerennya kopi dan kakao untuk dikabarkan kepada khalayak.

    Tak hanya melihat-lihat perkebunan saja, para wisatawan juga akan diajak melihat-lihat pabrik serta peralatan pengolahan kopi dan kakao. Selain itu, wisatawan juga diajak untuk melihat proses pengolahan, pembuatan, dan pengemasan kopi dan kakao dari balik jendela laboratorium. Meski hanya melihat dari balik jendela, namun sudah terlihat dengan sangat jelas bagaimana para peneliti dan laboran dalam menghasilkan kopi dan kakao yang memiliki cita rasa berkualitas.

    Hal yang lebih seru lagi, wisatawan dapat langsung menikmati hasil olahan kopi dan kakao di outlet yang sengaja dirancang mirip kafe, lengkap dengan baristanya. Produk olahan kopi dan kakao dikemas dan disajikan secara menarik dan berkelas, seperti pudding, salad, es krim, sale, krim susu, dan masih banyak lainnya. Kesemua makanan dan minuman itu, berbahan baku kopi dan kakao. Tentunya, rasa sudah tidak diragukan lagi, pasti enak dan lezat.

    Puslitkoka masih menyimpan wahana lain yang membuat betah anak-anak untuk berlama-lama stay di lokasi. Ada wahana bermain anak dan kolam renang anak yang berada di tengah-tengah perkebunan. Di tengah perkebunan juga ada rusa dan kambing yang berkeliaran, namun tentu saja mereka tak akan mengganggu wisatawan karena mereka berkeliaran masih di area kandangnya yang luas.

    Kini Puslitkoka hadir tak hanya sebagai pusat penelitian saja, melainkan juga sebagai taman eduwisata yang ramah untuk semua kalangan. Bermain dan berkunjung ke sana, bisa dimasukkan ke daftar itenarary berwisata jelajah Jember Selatan karena lokasinya yang tak jauh dari Pantai Selatan, lebih tepatnya di Desa Nogosari, kecamatan Rambipuji, kabupaten Jember, yang berjarak 20km arah Barat Daya dari kota Jember. Setelahnya, bisa langsung tancap gas menuju pantai Papuma, Pantai Watu Ulo, maupun Pantai Payangan. Nah, Arek Lokal kapan mau mengajak teman-temannya ke Puslitkoka?

    Latest articles

    5 Tempat Seru untuk Kamu yang Mau Melewatkan Malam Tahun Baru di Kota Jember Saja

    LokalKarya.id - Apa kabar arek lokal di penghujung tahun 2017 ini? Sudahkah membuat resolusi...

    Mengisi Hari Libur Sekolah, ini Kegiatan Menarik yang dilakukan Pemoeda Pemoedi Condro

    Mengisi Hari Libur Sekolah, ini Kegiatan Menarik yang dilakukan Pemoeda Pemoedi Condro

    Komunitas Pena Hitam : Wadah Anak Muda Berkumpul, Berbagi, serta Bebas Berkarya Seni

    LokalKarya.id - Seiring dengan perjalanan waktu dan perkembangan zaman now, Jember tumbuh dan berkembang...

    5 Alasan Kamu Harus Nonton Film Dilan 1990

    LokalKarya.id - "Jangan rindu, berat. Kamu nggak akan kuat, biar aku saja". Nggak asing...

    More like this

    5 Tempat Seru untuk Kamu yang Mau Melewatkan Malam Tahun Baru di Kota Jember Saja

    LokalKarya.id - Apa kabar arek lokal di penghujung tahun 2017 ini? Sudahkah membuat resolusi...

    Mengisi Hari Libur Sekolah, ini Kegiatan Menarik yang dilakukan Pemoeda Pemoedi Condro

    Mengisi Hari Libur Sekolah, ini Kegiatan Menarik yang dilakukan Pemoeda Pemoedi Condro

    Komunitas Pena Hitam : Wadah Anak Muda Berkumpul, Berbagi, serta Bebas Berkarya Seni

    LokalKarya.id - Seiring dengan perjalanan waktu dan perkembangan zaman now, Jember tumbuh dan berkembang...