More
    HomeAlam & WisataMenapaki Kisah Dibalik Wana Wisata SIMBAT di Wuluhan

    Menapaki Kisah Dibalik Wana Wisata SIMBAT di Wuluhan

    Published on

    spot_img

    LokalKarya.id – Saat ini, kegiatan traveling bukanlah sebuah kegiatan baru yang dilakukan oleh masyarakat. Termasuk arek lokal sendiri pastinya. Nah, tak perlu jauh-jauh untuk menikmati perjalanan dengan tujuan refreshing, atau buat arek lokal pecinta wisata alam yang natural. Di Jember, ada sebuah wana wisata baru yang sayang untuk tak dikunjungi. Wisata ini berada di Desa Tamansari, Wuluhan. Untuk lebih detailnya, simak terus ya.

    SIMBAT, sebuah nama yang cukup asing terdengar. Apalagi untuk sebuah nama wisata. Namun, baru-baru ini banyak masyarakat Jember yang membagikan aktivitas liburannya di SIMBAT. Yang ternyata, tempat wisata ini memiliki kisah yang menarik untuk ditelisik dibalik terciptanya julukan SIMBAT yang ada di Wuluhan, Jember.

    SIMBAT merupakan kepanjangan dari Sukmo Ilang – Manggar – Babatan. Sehingga, istilah yang cukup panjang ini memiliki kesan tersendiri sebelum pembukaan wisata yang saat ini kian nge-hits.

    “Sukmo Ilang itu tempatnya, Manggar itu nama pegunungannya, dan Babatan adalah orangnya, yaitu warga yang mengelola tempat ini,” tutur Yudi selaku ketua Pokdarwis.

    Yudi Eko Prasetyawan, yang merupakan ketua dari Pokdarwis atau Kelompok Sadar Wisata di Dusun Krajan Tamansari ini mengatakan, jika SIMBAT sendiri ada karena terinspirasi dengan adanya penambangan liar. Setelah terjadi di Kesilir, Wuluhan, Sukmo Ilang juga menjadi sasaran kedua penambangan liar. Oleh karena itu, Yudi dan anggotanya, serta warga sekitar berusaha bagaimana caranya supaya bisa menyelamatkan wilayah tempat tinggalnya tersebut dari penambangan liar. Mengingat dampaknya sangat besar dan cukup merugikan.

    Berbekal hal itulah, Yudi beserta Pokdarwisnya juga warga sekitar berinisiatif dan bergerak dengan membuat wana wisata supaya bisa menyelamatkan tempat tersebut, yakni di Sukmo Ilang. Tujuannya jelas, menyelamatkannya dari penambangan liar. Namun demikian, meski sudah ada beberapa lubang yang pernah digali, ada satu lubang yang memang sengaja tidak ditutup.

    Wana Wisata SIMBAT ini termasuk baru di Jember. Karena baru terbentuk dan dibuka untuk umum pada bulan April 2017 kemarin. Meski usianya masih 5 bulan, banyak warga yang antusias mengunjungi karena terpesona akan keindahan alam pegunungan di SIMBAT ini. Terlebih, ketika kedatangan Anang dan Ashanty pada bulan Agustus 2017 kemarin. Hal ini semakin banyak memberi dampak luar biasa untuk bisa dikenal masyarakat secara luas, termasuk menjadi daya tarik bagi mereka yang berada di luar Jember.

    Mengenai kelompok yang diketuai oleh Yudi, yakni Kelompok Sadar Wisata atau Pokdarwis ini dibentuk dibawah naungan Dinas Pariwisata dan Perhutani Jember. Awal mula pembuatan wisata SIMBAT ini pun didanai dari para donatur, iuran warga sekitar, serta berbagai tempat-tempat lainnya.

    Jika arek lokal berkunjung ke SIMBAT ini, arek lokal akan menjumpai rumah pohon, musholla, air terjun mini, spot untuk foto yang keren, wawasan tentang flora dengan nama ilmiahnya, serta flying fox yang masih dalam proses pembuatan. Nah, kayu yang digunakan oleh warga  Dusun Krajan ini pada proses pembuatannya, berasal dari kayu yang disediakan oleh Perhutani yang sudah lama atau berumur tua. Sedangkan untuk tukangnya sendiri berasal dari anggota Pokdarwis binaan Yudi ini.

    Selain itu, arek lokal juga bisa mendaki ke atas Gunung Manggar dimana terdapat batu besar dan di tempat itulah, arek lokal bisa menikmati view dari atas pegunungan, dan melihat pemandangan di bawah sana. Tempat batu besar ini adalah spot foto yang banyak digunakan para pengunjung. Namun, jangan lupa untuk menjaga keselamatan dalam mengabadikan foto di sana ya, arek lokal.

    Setelah puas menikmati pemandangan di batu besar tersebut, arek lokal perlu berhati-hati pula ketika turun gunung. Karena medannya cukup licin, apalagi jika panas sudah di ujung kepala. Namun tidak perlu khawatir, arek lokal bisa memanfaatkan pegangan yang ada di jalur yang telah dibuat oleh petugas, meski ada sebagian pegangan yang terbuat dari bambu tersebut ada saja yang rusak.

    Letak persis Wana Wisata SIMBAT ini berada di RT. 01/RW. 01 Dusun Krajan, Desa Tamansari, Kecamatan Wuluhan, Jember. Bisa ditempuh dengan menggunakan kendaraan roda dua, baik sepeda motor atau sepeda. Medan yang ditempuh adalah jika melalui Jember kota langsung saja menuju Wuluhan, atau dari Balung ke Wuluhan, cukup mudah diakses karena jalan sudah diaspal. Namun, ketika masuk wilayah Dusun Krajan Babatan, medan pun berganti dengan jalan terjal, sedikit berliku, dan menanjak. Jadi, perlu berhati-hati ketika mengendarai kendaraan. Jalan menuju SIMBAT ini masih terbatas dilalui, hanya bisa untuk dilalui kendaraan roda dua dan minibus saja.

    Nah, sepanjang perjalanan menuju lokasi, arek lokal akan disuguhi pemdangan pematang sawah serta pemukiman warga Dusun Krajan, juga wilayah hutan yang asri di Sukmo Ilang. Yakin deh, arek lokal pasti akan menikmati pemandangan di sekitar jalanan menuju Wana Wisata SIMBAT ini.

    Untuk biaya retribusi cukup murah sekali. Cukup membayar uang parkir saja, arek lokal bisa langsung menikmati pemandangan wisata di SIMBAT. Uang parkir untuk roda dua dikenai tarif Rp. 3.000, sedangkan roda empat dikenai tarif Rp. 5.000. Sangat terjangkau, kan?

    “Jadi, cuma bayar parkir aja, tidak ada tarif masuk. Karena pengajuan di Perhutani sendiri belum turun surat Keterangannya. Dari Dinas Pariwisata pun masih bulan ini akan keluar SK-nya. Jadi, cukup bayar parkir, tidak perlu bayar tiket masuk lagi,” sambung Yudi kembali.

    Buat arek lokal yang ingin menghabiskan waktu liburannya, wana wisata alam ini dibuka mulai dari jam 7 hingga jam 5 sore. Tapi umumnya, daya tarik masyarakat banyak berdatangan sekitar jam 4 hingga 5 sore sembari menikmati sunset. Jadi, kalau arek lokal datang di pagi atau menjelang siang hari, tentu tak perlu khawatir dengan keindahan pemandangannya. Ditambah spot foto yang tersedia, tempat-tempat disini menjadi sangat instagrammable.

    O iya, disana juga sudah tersedia beberapa warung yang menjajakan makanan serta minuman yang dapat mengganjal perut arek lokal setelah atau sebelum menjamah keindahan Wana Wisata SIMBAT ini. Mayoritas pedagangnya juga warga sekitar Dusun Krajan, maupun bagian dari Kelompok Sadar Wisata di Desa Tamansari ini.

    Jadi, mari kita selamatkan wilayah SIMBAT ini, supaya tidak terjamah dari para penambang liar, dengan berkunjung dan menikmati pemandangan alam disana, serta ikut berkontribusi dalam meningkatkan taraf perekonomian warga sekitar yang ikut terlibat dalam pendirian Wana Wisata di Desa Tamansari, Wuluhan ini.

    So, jangan lupa untuk mampir ke Wana Wisata SIMBAT ini ya, arek lokal…

    Latest articles

    5 Tempat Seru untuk Kamu yang Mau Melewatkan Malam Tahun Baru di Kota Jember Saja

    LokalKarya.id - Apa kabar arek lokal di penghujung tahun 2017 ini? Sudahkah membuat resolusi...

    Mengisi Hari Libur Sekolah, ini Kegiatan Menarik yang dilakukan Pemoeda Pemoedi Condro

    Mengisi Hari Libur Sekolah, ini Kegiatan Menarik yang dilakukan Pemoeda Pemoedi Condro

    Komunitas Pena Hitam : Wadah Anak Muda Berkumpul, Berbagi, serta Bebas Berkarya Seni

    LokalKarya.id - Seiring dengan perjalanan waktu dan perkembangan zaman now, Jember tumbuh dan berkembang...

    5 Alasan Kamu Harus Nonton Film Dilan 1990

    LokalKarya.id - "Jangan rindu, berat. Kamu nggak akan kuat, biar aku saja". Nggak asing...

    More like this

    5 Tempat Seru untuk Kamu yang Mau Melewatkan Malam Tahun Baru di Kota Jember Saja

    LokalKarya.id - Apa kabar arek lokal di penghujung tahun 2017 ini? Sudahkah membuat resolusi...

    Mengisi Hari Libur Sekolah, ini Kegiatan Menarik yang dilakukan Pemoeda Pemoedi Condro

    Mengisi Hari Libur Sekolah, ini Kegiatan Menarik yang dilakukan Pemoeda Pemoedi Condro

    Komunitas Pena Hitam : Wadah Anak Muda Berkumpul, Berbagi, serta Bebas Berkarya Seni

    LokalKarya.id - Seiring dengan perjalanan waktu dan perkembangan zaman now, Jember tumbuh dan berkembang...