LokalKarya.id – “Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa pahlawannya”. Mendengar kata pahlawan tentu mengingatkan kita dengan perjuangan heroik orang-orang terdahulu dalam memerdekakan Indonesia. Bangsa Indonesia mempunyai catatan sejarah yang panjang dalam perjuangan merebut kemerdekaan, dan hal itu semua tidak lepas dari peran para pahlawan yang ikut menyumbang tenaga, harta, bahkan jiwa raganya untuk merebut kemerdekaan Indonesia. Sehingga jasa-jasa besar para pahlawan harus tetap dikenang sebagai sebuah bentuk penghargaan kepada mereka.
Hal inilah yang menginisiasi sekelompok orang yang tergabung dalam komunitas SAVE NKRI untuk menyelenggarakan sebuah acara, Lomba Pidato Bung Tomo yang merupakan manifestasi dari rasa bangga terhadap para pahlawan yang telah berjuang memerdekakan Indonesia. Acara ini tergolong unik, karena setiap peserta yang ikut serta dalam lomba tersebut harus membawakan pidato layaknya Bung Tomo dulu, dan pakaian yang dikenakan harus pakaian perjuangan dengan gaya pakaian terdahulu.

Peserta yang ikut antara lain dari kalangan pelajar SMP, SMA, mahasiswa, dan umum. Lomba ini terbagi dalam beberapa tahap dan dengan tempat yang berbeda.
Tahap pertama adalah penyisihan, tahap ini dilaksanakan pada hari Minggu, 5 November 2017 di toko buku Gramedia. Pada tahap ini, diambil 10 peserta terbaik untuk melaju ke babak final. Acara yang berlangsung sejak pukul 9 pagi ini terlihat begitu ramai dipenuhi penonton dan pengunjung toko buku Gramedia yang juga ikut penasaran ingin melihat aksi para peserta yang kelihatan begitu unik karena mengenakan pakaian perjuangan zaman dahulu.
Walaupun acara ini baru pertama digelar, antusiasme masyarakat khususnya di kalangan pemuda cukup tinggi. Terlihat dari jumlah peserta yang mengikuti lomba ini. Jumlah peserta yang mendaftar sejumlah 54 orang yang terdiri dari pelajar, mahasiswa, dan masyarakat umum. Nampak peserta begitu bersemangat dan berapi-api menirukan gaya Bung Tomo dalam membawakan pidatonya.
Tahap kedua adalah babak final, pada tahap ini 10 peserta terbaik yang terpilih beradu semangat dan ketangkasan berpidato. Acara final dilaksanakan di Aula Soemitro RRI Jember.

Kali ini acaranya juga disiarkan langsung melalui siaran Pro 2 RRI Jember. Pasti seru sekali kan? Pidato para peserta yang berapi-api dapat didengar oleh masyarakat secara langsung melalui radio layaknya Bung Tomo dulu ketika membakar semangat arek-arek Suroboyo saat melawan penjajah untuk mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia.
Dalam babak final ini, semua peserta yang lolos berusaha menampilkan penampilan terbaik mereka untuk meyakinkan dewan juri. “Bukan hanya gaya orasinya saja, tapi gesture, penampilan, dan vokal menjadi penilaian penting dewan juri”, ujar Redy, sebagai panitia penyelenggara. “Sehingga peserta yang paling mirip pidatonya dengan Bung Tomo yang akan keluar sebagai pemenang”, tambahnya.
Keseruan acara memuncak ketika dewan juri membacakan hasil penilaiannya, dan terpilihlah juara 1,2, dan 3. Mereka inilah peserta yang menurut dewan juri sebagai peserta yang paling mirip pidatonya dengan pidato Bung Tomo dahulu. Para pemenang yang berhak mendapatkan hadiah sertifikat serta uang pembinaan adalah Saifullah Romhadhoni sebagai juara pertama, Bramansyah sebagai juara kedua dan M. Ilyas sebagai juara ketiga.

Selanjutnya, para pemenang terpilih akan diberi kesempatan untuk menampilkan pidatonya pada malam kesenian yang bertempat di RRI Jember pada hari Kamis, 9 November 2017. Kali ini pemenang Lomba Pidato Bung Tomo akan berpidato di hadapan penonton yang hadir di acara malam kesenian.
Dan tahap terakhir dari serangkaian acara Lomba Pidato Bung Tomo ini adalah para pemenang akan berkesempatan menampilkan pidato terbaik mereka pada serangkaian acara peringatan Sumpah Pemuda yang akan digelar di Alun-alun Kota Jember . Pada puncak acara ini, ada beberapa kegiatan yang diselenggarakan antara lain : Teatrikal Drama Sepuluh November dan Mohammad Sroedji, paduan suara, musik angklung, musikalisasi puisi, line dance, akustik, dan doa lintas agama.
Acara yang diselenggarakan oleh Komunitas SAVE NKRI ini merupakan wujud dari kepeduliannya terhadap generasi muda, sehingga ke depan para pemuda diharapkan dapat mengingat beratnya perjuangan para pahlawan untuk merebut dan mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia. Acara tersebut juga diharapkan mampu memupuk jiwa nasionalisme di kalangan masyarakat, khususnya masyarakat Jember, agar seluruh elemen masyarakat dapat mengisi kemerdekaan dengan hal-hal yang positif serta mampu mengharumkan bangsa dan negara di masa yang akan datang.

Nah, buat arek lokal yang punya waktu luang, jangan sampai lewatkan serangkaian acara Peringatan Hari Sumpah Pemuda di alun-alun Kota Jember pada Tanggal 12 November 2017 mulai jam 10.00-17.00 WIB. Dan buat arek lokal yang berada di luar kota Jember, jangan lupa untuk memperingati hari pahlawan di tempat masing-masing, sebagai bentuk penghargaan kita semua kepada pahlawan yang telah berjasa dalam memperjuangkan Republik Indonesia tercinta.
