More
    HomeUMKMLele Sangkuriang, Bisnis Yang Menggeliat Di Jember Selatan

    Lele Sangkuriang, Bisnis Yang Menggeliat Di Jember Selatan

    Published on

    spot_img

    LokalKarya.id – Bisnis budidaya perikanan baru-baru ini menggeliat tajam di Kabupaten Jember. Saat ini, wilayah Jember Selatan mulai menjajaki bisnis Lele jenis Sangkuriang. Petani setempat menjual bukan untuk kebutuhan konsumsi masyarakat, melainkan menjual benih untuk dibudidayakan lebih lanjut oleh petani lainnya.

    Salah seorang petani Benih Lele Sangkuriang asal Kecamatan Jombang, Atok Basoila (37) mengatakan, pihaknya sudah meretas bisnis ini sekitar satu tahun silam.

    Benih Lele ini juga kerap disebut dengan istilah Baby Catfish. Awalnya ia membeli benih yang baru saja dipijahkan dari induknya, yang masih berumur seminggu.

    “Ukurannya kisaran 3-4 milimeter. Saya kemudian memelihara hingga berukuran 8-9 milimeter. Kemudian saya menjualnya ke pengepul,” kata Atok di sela panen Baby Catfish di rumahnya.

    Ia menerangkan, benih berukuran 4 milimeter dibeli dengan harga Rp 18.000 per 1.000 ekor. Setelah dibesarkan sekitar 20 hari di kolam berukuran 6×8 Meter, hingga berukuran 9 milimeter harga jualnya mencapai Rp 55.000 – Rp 60.000 per 1.000 ekor.

    Bapak dua anak ini mengaku merogoh kocek antara Rp 1-2 juta untuk mendapatkan bibit lele sebanyak 100.000 ekor. Bisnis ini dinilai menggiurkan, karena harga stabil dan tingkat kerugian minim.

    “Saya memilih membesarkan benih lele ini karena rentang waktu panen sangat pendek. Untuk makannya juga sangat mudah, cuma dikasih pakan konsentrat satu sampai dua kali sehari. Untungnya bisa dua kali lipat,” ujar Atok.

    Sementara itu, Wanto, seorang pengepul Baby Catfish asal Desa Tempuran, Kecamatan Kencong mendukung geliat bisnis budidaya perikanan di wilayah Jember Selatan.

    “Selain harga relatif standart, tingkat kerugian sangat rendah. Untuk pangsa pasar tidak ada matinya. Saya sendiri setiap pekan bisa mengirim antara 100.000 – 300.000 ekor lele ukuran 8-9 milimeter. Saya kirim untuk petani yang berada di pulau Bali,” terang Wanto terpisah.

    Omzet Wanto setiap pengiriman ke Bali bisa mencapai Rp 5 juta. Jumlah itu tergantung banyaknya benih yang ia kirim untuk petani di pulau Dewata tersebut.

    Informasi: suarajatimpost.com

    Latest articles

    5 Tempat Seru untuk Kamu yang Mau Melewatkan Malam Tahun Baru di Kota Jember Saja

    LokalKarya.id - Apa kabar arek lokal di penghujung tahun 2017 ini? Sudahkah membuat resolusi...

    Mengisi Hari Libur Sekolah, ini Kegiatan Menarik yang dilakukan Pemoeda Pemoedi Condro

    Mengisi Hari Libur Sekolah, ini Kegiatan Menarik yang dilakukan Pemoeda Pemoedi Condro

    Komunitas Pena Hitam : Wadah Anak Muda Berkumpul, Berbagi, serta Bebas Berkarya Seni

    LokalKarya.id - Seiring dengan perjalanan waktu dan perkembangan zaman now, Jember tumbuh dan berkembang...

    5 Alasan Kamu Harus Nonton Film Dilan 1990

    LokalKarya.id - "Jangan rindu, berat. Kamu nggak akan kuat, biar aku saja". Nggak asing...

    More like this

    5 Tempat Seru untuk Kamu yang Mau Melewatkan Malam Tahun Baru di Kota Jember Saja

    LokalKarya.id - Apa kabar arek lokal di penghujung tahun 2017 ini? Sudahkah membuat resolusi...

    Mengisi Hari Libur Sekolah, ini Kegiatan Menarik yang dilakukan Pemoeda Pemoedi Condro

    Mengisi Hari Libur Sekolah, ini Kegiatan Menarik yang dilakukan Pemoeda Pemoedi Condro

    Komunitas Pena Hitam : Wadah Anak Muda Berkumpul, Berbagi, serta Bebas Berkarya Seni

    LokalKarya.id - Seiring dengan perjalanan waktu dan perkembangan zaman now, Jember tumbuh dan berkembang...