lokalkarya.id – Kesenian di Jember sedikit banyak mulai diperhatikan oleh Pemerintah Kabupaten. Pada tanggal 19 Desember 2016 silam, Bupati Jember resmi mengukuhkan Dewan Kesenian Jember (DKJ) di Pendapa Wahya Wibawa Graha. Pelatikan tersebut dihadiri oleh jajaran pemerinah kabupaten, Kepala SKPD, seluruh pengurus Dewan Kesenian Jember lama dan baru, serta sejumlah tokoh seniman Jember.
Pada saat itu, acara serah terima jabatan dan juga pengukuhan DKJ tersebut berlangsung sangat sakral. Sedikit gambaran bahwa Dewan Kesenian Jember (DKJ) bukan pertama kali dibentuk, akan tetapi mereka terlahir kembali dari embrio yang sama, setelah sempat vacum untuk beberapa tahun. Malam itu, Bupati Jember resmi menyerahkan serta mengukuhkan DKJ, dari ketua DKJ lama yaitu Gatot Sukarman kepada ketua DKJ baru yakni Drs. Eko Suwargono.

Bupati menghimbau DKJ agar beragam seni budaya, baik yang di kota maupun pelosok bisa terakomodir semua tanpa terkecuali. Beliau ingin kembali menyalakan spirit seni dan budaya sebagai landasan untuk semakin memajukan Kabupaten Jember.
“Seniman dan Budayawan adalah orang yang terpilih dan mempunyai derajat yang lebih karena mempunyai kelebihan, jangan diturunkan karya tersebut. Berkaryalah dan berprestasilah, segala sesuatunya menjadi lebih pantas, jika belum ada jalan untuk memantaskan diri,” tutur Bupati Jember dalam sambutannya.
Selain itu, Pemerintah Kabupaten juga menuturkan, bahwa sangatlah penting untuk membangun seni dan budaya dari pinggiran. Pernyataan tersebut tentu saja mengarah pada pembangunan, serta pengakomodasian seniman di wilayah pinggiran Kabupaten Jember yang notabene masih terlupakan jasanya.

Oleh karena itu, Bupati juga menyarankan bahwa ada kepengurusan DKJ di tingkat desa yang nantinya akan bertugas untuk mendata, memfasilitasi, serta mengakomodir seniman-seniman pinggiran. Menurut Bupati, dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) disebutkan bahwa pembangunan seni, budaya, kepemudaan, dan olahraga berbasis taman-taman publik.Dengan demikian, Ruang Terbuka Hijau (RTH) nantinya akan bervariasi diantaranya akan ada panggung seni budaya.Sesuai rencana target akhir RPJMD tersebut, taman publik nantinya akan dibangun di setiap desa.
“Tugas DKJ adalah, bagaimana (para seniman) bisa hidup di lokal itu,” tuturnya.
Selain itu, DKJ diharapkan untuk mampu memberikan data potensi seni dan budaya di Kabupaten Jember, tak terkecuali untuk daerah pinggiran. Sebelumnya, pengurus DKJ memaparkan rencana kerja untuk lima tahun kedepan. Rencana kerja itu disusun dalam Arah Program Kerja, Pelaksanaan Program Kerja, Metode Pelaksanaan, Bentuk Kegiatan, dan Kebutuhan DKJ untuk melaksanakan program kerja yang berdasarkan pada RPJMD Kabupaten Jember.

Bentuk-bentuk kegiatan yang akan dilakukan oleh DKJ untuk lebih mengembangkan kesenian Jember kedepan diantaranya, penelitian dan pengembangan seni budaya, workshop, seminar, sarasehan seni budaya, pegelaran atau pertunjukkan seni budaya, eksibisi atau pameran, festival, dan karnaval atau kirab. (yuniansyah surya)
