LokalKarya.id – Berbicara tentang dunia online, pasti arek lokal setuju bahwa internet memberikan banyak keuntungan, salah satunya adalah kemudahan untuk mendapatkan informasi terbaru. Dengan semakin populernya internet, terutama meningkatnya penggunaan sosial media, menciptakan tren baru yaitu ‘Netizen Journalism, sebuah aktivitas penulisan dan penyebarluasan berita atau informasi melalui sosial media, blog, dan media internet lainnya.
Bagi arek lokal terutama yang tinggal di Jember, pasti sudah tidak asing dengan grup Facebook Info Warga Jember. Grup ini secara konsisten menjadi rujukan warganet untuk mendapatkan informasi seputar Jember, mulai dari info razia kepolisian, informasi kecelakaan lalu lintas, hingga sebagai forum diskusi warga Jember. Grup yang saat ini beranggotakan 420 ribu orang ini tidak hanya berhasil menjadi wadah jurnalisme online tapi juga menjadi simbol persatuan warga Jember. Terbukti dengan panggilan ‘Lur’ disetiap postingan dan ‘Salam Thin-Thin’ yang ditujukan ketika anggota IWJ melihat pengendara yang memasang stiker IWJ di kendaraannya.
Ide awal grup Info Warga Jember adalah perlunya sebuah wadah yang menampung informasi dari segala penjuru kabupaten Jember, “Saya rasa, warga Jember perlu sebuah wadah untuk melaporkan kejadian di sekitarnya, di IWJ siapapun bisa memberikan informasi, siapapun dapat melaporkan tanpa takut menyalahi kaidah jurnalistik seperti 5W + 1H,” ungkap Pak Job Utomo, salah satu admin IWJ yang saat ini juga menjadi Ketua IWJ Corner.
Terkait pemilihan grup Facebook sebagai media berbagi, Pak Job mengaku bahwa rekan-rekan admin terinspirasi dari grup Facebook Info Cegatan Jogja, “Kami tertarik untuk mengadopsi konsep grup Info Cegatan Jogja, yang cukup aktif dalam melaporkan informasi razia kepolisian”, jelas beliau. Diluncurkan pada Agustus 2014, grup Info Warga Jember awalnya hanya menjadi sarana berbagi informasi lokasi razia kepolisian saja, seiring dengan berjalannya waktu dan bertambahnya anggota, info yang ditulis menjadi semakin beragam.
Tidak perlu waktu yang lama, grup IWJ menjadi semakin populer di dunia maya, tiap harinya, ratusan akun facebook meminta bergabung di grup tersebut. Hal ini didukung dengan aktifnya para admin melakukan kopdar (kopi darat) di berbagai wilayah di Jember. Dengan semakin populernya IWJ, kegiatan yang dilakukan juga semakin berkembang, tidak hanya saling berbagi informasi di dunia maya, IWJ juga aktif berbagi di dunia nyata lewat kegiatan sosial dan unit usaha. “Misi kami adalah untuk membuka informasi kepada dinas terkait, bahwa ada orang yang membutuhkan perhatian dari pemerintah”, ungkap Pak Job.

Karena mengusung konsep berbagi informasi, tidak semua info yang di-submit oleh anggota adalah info yang benar-benar terjadi, apalagi saat ini di media sosial sedang marak penyebaran informasi palsu (hoax) maupun ujaran kebencian (hate speech). “Kami para admin sangat berhati-hati dengan postingan hoax, kami berusaha untuk menyaring info yang disubmit oleh pengguna dengan sangat teliti, bahkan kami sesama admin selalu berdiskusi sebelum meloloskan laporan dari anggota”, ungkap Pak Slamet, salah satu pendiri IWJ.
Untuk menangkal kabar hoax, saat ini semua informasi yang berkaitan dengan hukum, wajib melampirkan surat dari kepolisian, jika laporannya tidak memenuhi aturan tersebut, maka tidak akan diloloskan oleh admin. Meskipun begitu terkadang masih ada laporan palsu yang berhasil lolos. “Terkadang ada laporan yang baru ketahuan hoax setelah beberapa jam diposting, yang kami lakukan adalah segera menghapus dan memblokir akun pelapor”, tambah pak Slamet.
Berawal dari grup facebook, IWJ berkembang menjadi lebih dari sekedar wadah berbagi informasi, tapi juga meningkatkan persaudaraan warga Jember. “Saya memiliki mimpi untuk menjadikan IWJ sebagai brand kerukunan warga Jember, Kalau di Banyuwangi ada Laros, Malang ada Arema, kita pengen IWJ menjadi seperti itu.” ungkap Pak Job lagi.
Saat ini, Komunitas Info Warga Jember tidak hanya memiliki anggota di Jember saja, tapi juga tersebar di Bali hingga Jabodetabek, langkah ini juga diikuti warga Jember yang berada di luar negeri, mereka semua melakukan kopdar di daerahnya masing-masing, saat ini yang sudah terdaftar diantaranya Malaysia, Brunei Darussalam, Hongkong, hingga Timur Tengah.

Keberadaan Info Warga Jember membuktikan bahwa internet masih memiliki banyak keuntungan bila dimanfaatkan dengan benar, maka dapat memberikan dampak positif bagi lingkungan. Nah, Apakah arek lokal sudah menjadi warganet yang baik ?
