Lokal Karya

Support Karya dan Usaha Lokal Di Sekitar Anda…

Lokal Karya

Support Karya dan Usaha Lokal Di Sekitar Anda…

Kreasi Pemuda

Jember Love Story 2, Membidik Romantisme Pantai Payangan Sisi Timur

LokalKarya.id – Beruntung sekali Jember, kota kecil yang masyarakatnya pandai memaksimalkan potensi wisata di sekitarnya, terutama pantai-pantai di sepanjang Pantai Selatan. Sebut saja Pantai Papuma, Pantai Puger, Pantai Watu Ulo, Pantai Payangan, dan masih banyak lainnya. Pantai-pantai itu sudah memiliki penikmat tersendiri yang setia datang kembali saat mereka butuh asupan vitamin sea.

Namun tak banyak orang yang tahu dengan keberadaan sudut romantisme di salah satu garis Pantai Payangan. Lokasinya tepat di sebelah timur Pantai Payangan. Orang-orang menyebutnya Pantai Payangan Sisi Timur.

Pantai Payangan Sisi Timur ini masih belum terkespos secara masif oleh media. Pun masih sedikit anak-anak muda dan orang dewasa berjiwa muda yang datang ke sana. Maka tak heran, Pantai Payangan Sisi Timur ini masih asri, masih alami, dan tentunya masih romantis.

Sisi keindahan dan keromantisan Pantai Payangan Sisi Timur ini diangkat oleh teman-teman komunitas Masyarakat Film Jember, atau yang lebih dikenal dengan sebutan MFJ. MFJ merupakan komunitas anak muda Jember yang bergerak dalam bidang videografi dan perfilman. Mereka mengabadikan keindahan-keindahan sudut Jember dalam frame yang menarik dan cerita yang menggugah hati.

Sudah setahun MFJ berjalan, kini mereka menelurkan series film yang bertajuk “Jember Love Story Part 2”. Jalan ceritanya, masih tak jauh berbeda dari sebelumnya, yaitu tentang kisah cinta yang berlatar belakang sudut-sudut indah Jember, khususnya Pantai Payangan sisi timur.

Jember Love Story Part 2 ini mengangkat judul “Snapshot”. Judul ini tak lepas dari aktivitas yang mendominasi cerita dalam film, yaitu cerita cinta tentang dua fotografer yang berbeda selera pemotretan.

Singkat cerita, Cici seorang mahasiswi Jakarta mendapat tugas kuliah berupa pemotretan tentang beautiful landscape. Ia mengambil Jember sebagai lokasi hunting fotonya. Ia dibantu oleh sahabatnya dan tim fotografi di Jember untuk menyelesaikan tugas pemotretannya tersebut. Saat diskusi bersama tim, ide Cici yang menginginkan adanya model cantik saat pemotretan, disanggah oleh Teguh. Teguh menyarankan pemotretan pemandangan tanpa adanya model. Cici marah karena idenya disanggah oleh Teguh. Hingga akhirnya, Teguh meminta maaf kepada Cici dan menebus salahnya dengan mengajaknya untuk menjelajah Pantai Payangan sisi timur. Nah, untuk kisah selanjutnya, arek lokal dapat menanti full videonya di Youtube. Atau, dapat dinanti kabar nobar alias nonton barengnya di Instagram @masyarakatfilmjember.

Film yang disutradarai oleh Andi Faisal ini, terpoles sangat ciamik oleh penampilan para aktor dan aktris yang membintanginya. Sebut saja Chika Allendra, pemeran Cici yang mengaku sangat kesusahan dalam mendalami karakter Cici. Digambarkan bahwa tokoh Cici adalah cewek tomboy yang lahir dan besar di Jakarta. Chika yang merupakan perempuan asli Jember ini, merasa harus belajar lebih giat untuk menghasilkan logat yang ke-jakarta-an. Maka tak jarang, ia harus take berulang kali untuk memperbaiki logat yang sesuai dengan karakternya.

Tak hanya Chika, Barana Rizky yang memerankan tokoh Teguh juga merasa kesulitan dalam mendalami karakter Teguh. Ia harus berusaha menjadi sosok Teguh yang dingin, tegas, lugas, dan cukup misterius. Bermain dalam film Jember love Story Part 2 ini, merupakan tawaran pertamanya dalam bermain film. Ia mengaku excited dan sangat berterimakasih kepada seluruh kru yang telah mempercayakan dirinya untuk memerankan sosok Teguh, begitu ungkapnya saat launching premier Jember Love Story Part 2 pada 7 September 2017 lalu di Cafe Klasik, Warna Indonesia Tours & Travel, Jl. Letjend. S. Parman.

Bobby Rahadyan, penulis naskah dan pengolah ide cerita yang juga menjabat sebagai founder Masyarakat Film Jember, sengaja memasukkan unsur-unsur Jember dalam serangkaian film Jember Love Story. Tampak ada produk minuman lokal, travel lokal, bandara satu-satunya di Jember, dan beberapa produk lokal lainnya yang sengaja ditampilkan untuk menunjukkan bahwa Jember kaya akan produk lokal yang berkualitas. Pun di beberapa adegan Jember Love Story Part 1 yang juga kental dengan ikon Jember, seperti menara Pasar Tanjung, dan sebagainya.

Uniknya, pada salah satu frame tampak adegan membuka kemasan kopi sachet yang sudah dikenal oleh masyarakat luas. Hal ini membuat Indah, salah seorang penikmat film yang datang pada launching premier kala itu menyarankan bahwa seharusnya produk kopi lokal juga harus diangkat, bukan menggunakan kopi sachet yang sudah terkenal. Hal ini langsung dijawab oleh Bobby Rahadyan, bahwa memang ada kesengajaan dalam segi cerita mengenai penggunaan kopi sachet itu. Adegan tersebut sengaja ada dan diperjelas karena akan menjadi serangkaian cerita pada Jember Love Story Part 3.

Jember Love Story series ini tak hanya akan berhenti pada part 2 saja. Secepatnya akan ada Jember Love Story part 3 yang masih menganut visi misi yang sama, yaitu mengangkat produk dan kearifan lokal khas Jember. Nah, arek lokal berani mengacungkan berapa jempol untuk segenap kru Jember Love Story part 2?

Film semacam ini memang harus didukung dan diapresiasi penuh oleh pemerintah dan masyarakat karena bersedia mengangkat produk dan kearifan lokal. Kalau bukan kita yang mengangkat produk lokal, lalu siapa lagi?

Foto : scene Jember Love Story Part 2 dan dok.MFJ

Rhoshandhayani KT

Seorang blogger yang sedang memperjuangkan cita-citanya untuk menjadi perempuan yang istriable dan ibuable. Kalau mau kepo, silahkan kepoin sepuasnya di halokakros.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *