[ JEMBER LOVE STORY ] Sebuah film pendek dari Masyarakat Film Jember
LokalKarya.id – Perkembangan industri film tanah air sudah mulai beranjak naik dengan sangat pesat. Berbagai karya film berkualitas juga sudah banyak yang meraih penghargaan, baik di level nasional maupun internasional. Hal itulah yang memacu semangat seluruh insan sineas di seluruh negeri untuk terus berkarya, tak ketinggalan para sineas yang berada di Jember.
Mereka adalah MASYARAKAT FILM JEMBER (MFJ). Kumpulan insan perfilman Jember yang digagas oleh Andi ‘Cipan’ Faisal dan Bobby Rahadyan. Dua orang yang sudah lama dan berpengalaman dalam menggeluti bidangnya masing-masing. Cipan yang sudah kawakan di dunia photography dan Bobby yang sudah sangat sering menjadi sutradara sekaligus penulis naskah beberapa film milik instansi pemerintahan di Jember. Mereka berdua dan dengan rekan-rekan lainnya sepakat membentuk MFJ setelah bertemu di suatu workshop sinematografi yang diadakan di sebuah hotel di Jember yang diadakan beberapa waktu lalu.

Ternyata Cipan, Bobby, dan beberapa rekannya memiliki kegelisahan yang sama tentang garis besar materi yang disampaikan oleh pembicara di workshop tersebut. Bahwa sebuah originalitas dalam pembuatan film harus dimiliki oleh jiwa-jiwa pengkarya film. Karena originalitas tersebut akan menimbulkan kebanggaan tersendiri walaupun nantinya apresiasi yang diterima dalam film tersebut kurang begitu memuaskan.
“Yang penting, aspek-aspek yang dibutuhkan dalam film itu harus original. Apapun nanti hasilnya, itu masyarakat atau penonton yang menilai. Ada kebanggan tersendiri kalau film itu diproduksi original secara keseluruhan. Walaupun memang susah sekali, tapi ini semua adalah proses.” kata Cipan saat ditemui lokalkarya.id

Alasan lain yang menjadi dasar terbentuknya MFJ adalah mereka ingin menggandeng sekaligus memberikan wadah kesatuan untuk seluruh pekerja kreatif/seni yang ada di Jember. Bobby dan Cipan meyakini bahwa keseluruhan konten film tidak hanya berhubungan dengan kamera dan keahlian sinematografi saja. Bila dibedah satu per satu, film membutuhkan keahlian penulis untuk naskah, film pasti membutuhkan ahli musik, talent, sutradara, ahli busana, tata artistik, graphic designer, dan banyak tenaga kreatif lainnya untuk menjadi sebuah kesatuan karya kompleks yang berbentuk film.
“Konten di film itu sebenarnya ada banyak hal. Tidak hanya soal kamera dan bisa mengoperasikannya saja. Kamera kan hanya sebagai equipment. Tenaga kreatif lainnya juga sangat diperhitungkan dalam pembuatan film.” tutur Bobby.

Beberapa program sudah disusun MFJ secara matang walaupun mereka terbentuk sekitar 2 bulan yang lalu. Program-program tersebut tentunya mengacu dari visi awal mereka untuk bergabung. Seperti program yang mereka namai dengan ‘sinedukasi’, program ini adalah semacam pemberian pengetahuan bagi siapa saja yang tertarik dengan dunia perfilman mengenai pra produksi, masa produksi, sekaligus pasca produksi sebuah film. Pembedahan proses-proses tersebut tentunya akan disampaikan oleh para ahli di bidangnya masing-masing. Walaupun harus mendatangkan pemateri ternama dari luar kota sekalipun, mereka sudah siapkan hal itu.
“Sinedukasi ini bagi MFJ juga sekaligus ajang sosialisasi kepada masyarakat luas dan khususnya untuk mereka-mereka yang tertarik dan ingin terjun secara langsung ke dunia perfilman. Nanti pasti kita siapkan pemateri yang ahli. Bahkan bisa kita datangkan mereka yang sudah jago di dunia perfilman Indonesia”, terang Bobby.

Program yang paling intens adalah yang sedang mereka kerjakan saat ini, yaitu pembuatan film tentang Jember. Film yang akan mereka rilis dalam waktu dekat ini sudah melewati masa produksinya sekitar dua bulan yang lalu. Sekaligus nantinya MFJ akan mendeklarasikan diri kepada masyarakat Jember melalui film ini. Lewat deklarasi film yang akan mereka rilis, MFJ membuka lebar-lebar kesempatan bagi insan pekerja kreatif untuk membuat karya bersama yang diwujudkan dalam sebuah film. Namun dalam hal itu, mereka tetap berprinsip pada hal yang kompetitif. Sebab mereka meyakini bahwa sebuah kompetisi pasti akan melahirkan ide dan karya yang sangat maksimal dan memuaskan.
“Kompetisi itu perlu. Dan hal itu sangat bukan sebagai tanda bahwa kami menutup diri. Tidak! Kami terbuka bagi siapa saja yang ingin bergabung, asal mereka-mereka yang kompetitif juga.” kata Cipan.
MFJ sudah merilis trailer film yang sudah bisa dilihat oleh masyarakat di akun Facebook officialnya. Sedikit bocoran yang mereka berikan adalah bahwa film yang akan segera mereka rilis adalah tentang bagaimana cara menemukan Jember. Penayangan perdana film tersebut akan dibuka untuk umum dan akan dihadiri oleh kritikus film sebagai bentuk pembedahan film yang sudah mereka garap.
Masyarakat Film Jember (MFJ)
Founder:
Andi Faisal (Cipan)
Bobby Rahadyan
Contact:
0888 360 88 30
Secretariat:
Perum. Mastrip Blok E No. 17, Jember.
