Lokal Karya

Support Karya dan Usaha Lokal Di Sekitar Anda…

Lokal Karya

Support Karya dan Usaha Lokal Di Sekitar Anda…

Events

Ada Spirit Kebhinnekaan (Pandhalungan) dan Hal Unik di Simposium Nasional Akuntansi (SNA) ke-20

LokalKarya.id – Beberapa waktu yang lalu, tepatnya 27-30 September 2017, ada yang tak biasa saat arek lokal melintasi double way Jalan Kalimantan Universitas Jember (Unej). Terlihat banner berlatar foto talent Jember Fashion Carnaval (JFC), namun berjudul Simposium Nasional Akuntansi (SNA) ke-20 yang mengambil tema unik, yaitu “Harmonisasi Spirit Kebhinnekaan (Pandhalungan) untuk Penguatan Profesionalitas Akuntan Menuju Indonesia Jaya”.

Ternyata tema itu bukan tanpa alasan, menurut Pak Imam, ketua panitia lokal dari Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unej, tema itu sudah didiskusikan terlebih dulu antara panitia lokal dan panitia nasional. Maklum, SNA ke-20 di Jember ini merupakan rangkaian dari peringatan ulang tahun Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) yang ke-60, yang akan berpuncak pada 14-15 Desember mendatang di Semarang, Jawa Tengah.

Tema yang diusung dimaksudkan untuk kembali menegaskan spirit kebhinnekaan dalam upaya mencapai Indonesia Jaya. Tema kebhinnekaan ini diangkat untuk menegaskan pentingnya profesionalisme akuntan yang bertumbuh dari beragam latar belakang maupun beragam fungsi, namun secara bersama-sama berkontribusi membangun perekonomian Indonesia ke arah yang lebih baik. Dan para peserta ditantang untuk memberikan pemikiran dan sumbangsih demi terciptanya profesi akuntan yang kuat dan semakin berkontribusi signifikan bagi kemajuan ekonomi negeri ini.

Dibuka oleh Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi RI yang juga anggota Dewan Penasihat IAI, Prof. Mohamad Nasir, SNA ke-20 ini berlangsung meriah karena dihadiri juga oleh kurang lebih 900 akuntan pendidik dari seluruh Indonesia.

Selain Menristek dan Pendidikan Tinggi RI, hadir pula memberikan sambutan, Ketua Dewan Pengurus Nasional IAI, Prof. Mardiasmo. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa saat ini SDM berlualitas tinggi adalah mutlak karena globalisasi dan dunia yang semakin terkoneksi di era digital ekonomi. Untuk mencapai kualitas SDM yang demikian tentu butuh upaya dari para stakeholders yang merujuk pada kepentingan bersama. Jika perekonomiannya kuat, sebuah negara tentu juga akan semakin kuat.

Menurut Prof Mardiasmo, yang juga adalah Wakil Menteri Keuangan RI tersebut, globalisasi dalam realitasnya selalu menghadirkan ketergantungan yang makin besar. Dan profesi akuntan ini merupakan sandaran terciptanya sebuah perekonomian yang mendekati kebenaran yang sesungguhnya, sekaligus menjadi pembuka mata agar perekonomian negara bisa dikelola sebagaimana mestinya. Profesi akuntan yang terus berevolusi seiring evolusi model bisnis, akan selalu mewarnai perkembangan bisnis dan organisasi dalam berbagai ukuran perekonomian.

Hal Unik dan Tak Biasa di SNA ke-20

Acara yang sudah dipersiapkan sejak Januari 2017 lalu ini ternyata mendapat animo yang luar biasa dari peserta di seluruh Indonesia. “Padahal tahun lalu, di kota lain, peserta sekitar 600-an. Sekarang di Jember ini, seminar kit yang mencapai 900-an itu habis.”, ungkap Pak Imam kepada Lokal Karya.

Masih menurutnya, mungkin konsep pertemuan akbar akuntan pendidik dari seluruh Indonesia di Jember tahun ini memiliki daya tarik tersendiri. Ya, dari tema, termasuk kemasannya.

Membayangkan simposium, apalagi bertaraf nasional, pasti yang ada dalam bayangan arek lokal adalah hal serius di dalam ruangan layaknya seminar. Tapi ternyata meski ragam SNA terdiri dari pre conference yang juga bekerjasama dengan Universitas Muhammadiyah Jember, workshop, paralel session, dan poster session, konsep acaranya cukup unik. Dikemas layaknya edutaintment.

Di pintu masuk saja, para peserta disambut dengan gate megah dan karpet merah, selain panggung untuk pembukaan. Banyak juga spot layaknya photo booth yang menampilkan nama dan tema cara dengan background andalan destinasi wisata Jember seperti Papuma dan JFC. Ada pula komunitas yang berdandan ala kostum hantu-hantu Indonesia seperti pocong, dan teman-temannya yang menambah suasana makin santai. Semua ini tersedia di gate registrasi yang beralur.

Masuk lebih dalam, para peserta akan disuguhi Food Carnival yang berisi para PKL yang cukup terkenal karena kelezatan makanannya. Mereka diusung oleh panitia untuk membuka dan menyediakan stand makanan khusus untuk peserta, yang semuanya bisa diambil gratis. Mulai dari mie kopyok, bakso, rujak cingur, lumpia edamame, cilok, es doger, es tebu, es degan, lontong kupang, hingga ragam buah pisang yang tergantung dan bisa diambil sesukanya.

Belum lagi, di alur area event selanjutnya, lengkap terdapat komunitas kreatif seperti Gus Ning Jember, Komunitas Perupa Jember, Tanoker Ledokombo, hingga UMKM yang menyediakan aneka oleh-oleh khas Jember seperti edamame, dan yang lainnya. Tak usah jauh-jauh jika ingin berburu oleh-oleh.

Yang paling nyentrik adalah area pijat free yang disediakan khusus bagi peserta yang ingin berelaksasi sejenak.

Ini masih ditambah, dua agenda lagi yang dilaksankan diluar SNA ke-20 ini, meskipun masih dalam satu rangkaian, yaitu charity dengan membuatkan sebuah perpustakaan sederhana di sebuah sekolah dasar di dekat Pantai Papuma, dan dilanjutkan city tour ke Papuma dan juga Payangan. Ini dilakukan pada hari Sabtu, 30 September 2017.

Luar biasa. Ternyata selain pada acara ini para peneliti, akademisi, praktisi, dan mahasiswa Akuntansi dari seluruh Indonesia bisa berkumpul untuk saling bertukar pengetahuan, pengalaman, penelitian, dan menjalin kerjasama, harapan dari panitia nampaknya bisa juga terpenuhi. Apa itu? “Jember bisa terkenal dari semua sisi.”, ungkap Pak Imam menutup pembicaraan siang itu.

Informasi tentang SNA dan IAI bisa mengunjungi www.iaiglobal.or.id atau telepon ke 021 31904232 ext. 221, 323.

Foto : Nana Warsita

 

Prita Hw

Pecandu aktivitas membaca, menulis, sharing, dan traveling. Sedang asik mengelola personal & lifestyle blog selain merintis menjadi knowledgepreneur.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *