Semarak Kemerdekaan di Sudut Kota Jember
LokalKarya.id – Hari kemerdekaan Republik Indonesia yang jatuh setiap tanggal 17 Agustus, selalu diperingati dengan meriah oleh masyarakat Indonesia. Mereka mengisi kemerdekaan dengan caranya masing-masing. Ada yang menjadi anggota Paskibraka, mengabdi sebagai relawan di pelosok nusantara, hingga menggelar lomba di lingkungan sekitar. Semua cara ini tujuannya adalah sama, yaitu memperingati dan mensyukuri kemerdekaan yang berhasil diraih oleh Indonesia.
Sore itu, kumpulan ibu-ibu tertawa meriah ketika melihat suaminya mengikuti lomba voli buta yang diselenggarakan di lapangan desa, puluhan warga ikut memadati arena lomba dengan antusiasme yang tinggi, alunan lagu kemerdekaan semakin menambah suasana nasionalis di sore itu. Begitulah potret peringatan hari kemerdekaan yang dilaksanakan oleh warga RW 16 Kelurahan Gebang. Desa yang terletak di sudut kota Jember ini adalah salah satu desa yang aktif menyelenggarakan peringatan kemerdekaan RI setiap tahunnya.
Mas Kukuh, pemuda yang ditunjuk menjadi ketua panitia kegiatan kemerdekaan RW

16 mengatakan bahwa kegiatan ini sudah diselenggarakan secara rutin setiap tahunnya. Menurutnya, tahun ini adalah tahun paling meriah, karena lomba yang diadakan semakin beragam. “Alhamdulillah tiap tahun selalu ada peningkatan dalam jumlah peserta dan kegiatan, pada tahun ini total ada 10 acara yang diadakan, mulai dari tasyakuran, jalan santai, lomba tartil, dan tarik tambang”, ungkap Mas Kukuh sambil melihat buku tulis di tangannya.

Tidak tanggung-tanggung, peringatan kemerdekaan di RW 16 ini berlangsung setiap akhir pekan mulai dari 6 Agustus hingga 9 September nanti. Ketika ditanya tentang tingkat partisipasi warga, Mas Kukuh menjawab dengan mantap bahwa antusiasme warga sangat tinggi, “Saya senang sekali karena warga selalu aktif dalam setiap acara yang diadakan di kampung ini, mulai dari pembuatan konsep lomba, penggalangan dana hingga pelaksanaan semua ikut serta”, ungkapnya.
Kemeriahan yang ditunjukkan oleh RW 16 Kelurahan Gebang, ternyata tidak banyak diikuti oleh RT lainnya, contohnya seperti di Kelurahan Sumbersari, warga di wilayah ini hanya diwajibkan untuk memasang umbul-umbul atau bendera merah putih saja, tidak ada acara peringatan lainnya. Minimnya pemuda dan inisiatif warga menjadi faktor penyebab tidak diadakannya peringatan kemerdekaan yang meriah.
Peringatan 17 Agustus, selain untuk memperingati kemerdekaan Indonesia, ternyata juga bisa mempererat kerjasama dan gotong royong masyarakat.
Bagaimana dengan arek lokal ? Apa kegiatan kalian untuk mengisi kemerdekaan ?

