LokalKarya.id – Melihat antusiasme seniman dalam Pasar Seni Lukis Indonesia (PSLI) Nasional yang digelar di Rumah Pendhalungan, Ajung, Jember, Selasa lalu (16/5/2017), Bupati Jember dr Hj Faida MMR, menargetkan kegiatan tersebut sebagai agenda tahunan daerah.
Menurutnya, Rumah Budaya Pendhalungan di Ajung ini telah membuktikan bahwa benar-benar menjadi rumah bagi seniman dan budayawan. Tentu saja perjuangan itu tidaklah mudah. Untuk itu Faida, mengucapkan terima kasih kepada para seniman dan Rumah Budaya Pendhalungan untuk itu.
Bupati lantas bertanya kepada para seniman, “Apakah sanggup untuk menggelar pasar seni lebih besar ? Dijawab serentak,” Sanggup!” teriak para seniman. Dengan janji seniman itu, pemerintah daerah berharap tahun depan acara tersebut bisa dihadiri Menteri Pariwisata, dan jauh jauh hari sudah dipersiapkan.
“Suatu hari Pemkab Jember memiliki destinasi wisata baru yakni wisata lukisan hebat di Jember dan jadi agenda tahunan daerah,” tukas Faida.

Dia berharap Kota Jember benar-benar menjadi kota yang ramah terhadap seni dan karya anak bangsa. Untuk seluruh seniman diajak bersama membangun Kabupaten Jember untuk Indonesia, dari rumah Budaya untuk Jember dan untuk Indonesia.
Sebelum menyatakan membuka resmi Pasar Seni Lukis Indonesia (PSLI) tingkat nasional itu, Faida, terlebih dahulu mengajak seluruh seniman untuk berdoa.
Karena menurutnya, para seniman itu berhati bersih sehingga dekat kepada Yang Maha Kuasa. Cara nya mengkomunikasikan juga dengan bahasa seni yang unik. Meski beda kelompok, suku dan golongan saat menghasilkan karya seni lukis, hasilnya bisa menyatukan perbedaan karena bahasa seni sangat indah.
Dia bahkan terkesan dengan gaya bahasa seniman dengan penyampaian yang unik melalui hasil karyanya semisal saat Pak Ketut pelukis senior Jember melukis di Kantor Pemkab sambil berdoa.
“Saat itu saat capek dan penat bekerja di kantor. Saya lantas melihat lukisan Pak Ketut jadi semangat. Karena teringat saat Pak Ketut melukis sambil berdoa, saya jadi semangat lagi,” ujarnya.

Kegiatan PSLI menurutnya sudah sangat luar biasa. Para seniman sudah profesional dengan memiliki teknik marketing tersendiri selain menyediakan katalog, juga telah berjiwa entrepreneur semisal mengajak para tokoh menjadi model lukisan.
“Saya menghargai para seniman dengan pola komunikasi dan bahasanya. Kalau orangnya iri, dengki, tidak bersih, tidak senang berteman dengan orang lain, tempat tidak damai, maka tidak akan menghasilkan kreasi dan karya,” tambahnya, yang dilanjutkan dengan ucapan basmalah.
“Dengan mengucap nama Allah yang Maha Pengasih dan Penyayang, secara resmi Pasar Seni Lukis Indonesia nasional dinyatakan dibuka,” ujar Bupati menyudai sambutannya. (humas Pemkab Jember)
