lokalkarya.id – Awal pekan lalu (27 Februari – 1 Maret) dunia pertunjukan Jember memiliki sesuatu hal yang berbeda. Biasanya hanya ada banyak konser musik saja, namun kemarin ada sebuah pertunjukan pameran seni rupa yang digelar di Gedung Soetardjo, Universitas Jember. Sebuah acara yang terbilang jarang atau bahkan belum pernah digelar sebelumnya di Jember.

Adalah LOCAL VISUAL JEMBER. Sebuah pameran hasil seni rupa yang diselenggarakan oleh Dewan Kesenian Kampus (DKK) dari Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jember. Para mahasiswa yang terkumpul dalam suatu Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) ini memiliki tekat untuk mewadahi para pengkarya seni rupa baik yang ada di Jember dan sekitarnya, bahkan nasional untuk memamerkan hasil karyanya di Jember.

Sebuah pameran seni yang terpogram dan terkonsep telah dibuktikan oleh mereka dalam LOCAL VISUAL JEMBER. Dalam acara ini, pihak penyelenggara juga ingin menyampaikan kepada masyarakat luas bahwa hasil karya seni rupa sudah harus memiliki ruang tersendiri untuk diketahui banyak orang. Hal itu disampaikan oleh Elmi Auliya Bayu, salah satu panitia di bagian program acara yang ditemui oleh tim lokalkarya.id.
“Kami ingin menggiring presepsi masyarakat bahwasannya seni rupa nggak melulu itu-itu aja. Seni rupa itu luas sekali, dan masyarakat luas perlu mengetahuinya. Mulai dari hulu hingga hilirnya setiap karya,” tuturnya.

Karya-karya yang dipamerkan dalam LOCAL VISUAL JEMBER tak hanya berasal dari seniman-seniman rupa Jember saja, namun juga dari beberapa kota di Indonesia pula. Panitia mencatat ada hasil seni rupa dari Malang, Surabaya, Jogja, Bandung, Padang, Jakarta, dan Bali yang terkumpul untuk dipamerkan. Teknis pengumpulannya sangat sederhana, mereka hanya mengandalkan kekuatan media sosial.
“Sekitar satu bulan sebelum acara, kami semua mencoba bermain publikasi di media sosial dan coba masuk ke beberapa jaringan perupa yang ada di kota-kota besar di Indonesia. Hasilnya lumayan, mereka menyambut dengan senang hati. Dan kalau yang di Jember, kita langsung jemput bola ke pengkaryanya,” jelas Elmi sembari mengawasi jalannya pameran.

Pihak penyelenggara mengklaim bahwa mereka hanya sebagai fasilitator saja diantara para seniman dan penikmat seni lewat acara pameran ini. Konsep matang yang diusung dalam Pameran Seni Rupa LOCAL VISUAL JEMBER membuat adanya sambutan baik bagi para pengkarya rupa dan juga para penikmat seni pada umumnya. Selama 3 hari penyelenggaraan, sudah ada ketertarikan dari beberapa pengunjung pameran untuk memiliki beberapa karya seni rupa yang dipamerkan. Hal itu sudah menandakan bahwa sedikit banyak acara ini sudah sukses diselenggarakan.

Penyelenggara berharap agar respon masyarakat luas terhadap LOCAL VISUAL JEMBER semakin bertambah. Karena dengan hal itulah yang mampu membuat pihak penyelenggara semakin mengembangkan konsep yang sudah ada. Bila itu terjadi, maka LOCAL VISUAL JEMBER akan menjadi sebuah pameran seni rupa yang besar di skala Tapal Kuda, atau bahkan Jawa Timur.
“Ini masih yang pertama. Mungkin kalau kami sudah menyelenggarakan ini setelah 5 kali lebih dan terus adanya pengembangan konsep, kami akan bisa mengklaim bahwa LOCAL VISUAL JEMBER menjadi sebuah pameran besar. Kami butuh sebuah eksistensi dulu,” pungkas Elmi.
