Lokal Karya

Support Karya dan Usaha Lokal Di Sekitar Anda…

Lokal Karya

Support Karya dan Usaha Lokal Di Sekitar Anda…

Kreasi Pemuda

Majalah Tegalboto Unej Ternyata Masih Eksis, Terbitkan Edisi Terbaru Bertajuk The Anomaly of Love

LokalKarya.id – Apa yang arek lokal bayangkan saat mendengar kata CINTA? Sebuah drama sejoli atau kisah kasih asmara yang mewarnai dua insan, atau yang lain? Sebenarnya cinta tak melulu kisah kasih asmara antara seorang pria dan wanita. Sesungguhnya cinta bermakna universal, ia adalah rasa yang sah dimiliki siapa saja. Cinta dengan perspektif yang berbeda inilah yang coba diangkat oleh Majalah Mahasiswa Universitas Jember (Unej) Tegalboto pada edisi XVIII, November 2017.

Majalah Tegalboto sendiri ternyata terbukti masih eksis terbit menyapa banyak orang yang merindukannya. Maklum, sejarah Tegalboto yang juga merupakan UKPKM di Unej ini cukup panjang. Dalam bentuk majalah, Tegalboto yang memiliki tagline “Menuju Pencerahan Masyarakat” ini sudah terbit kali ke-18, termasuk edisi terbaru tahun ini. Sedangkan usianya sebagai sebuah organisasi pers mahasiswa sudah menginjak 24 tahun pada 26 November 2017 yang lalu.

Sebagai ungkapan syukur atas jatuh bangunnya memperjuangkan idealisme di tengah realita kampus, Tegalboto mengadakan Dies Natalis 24 tahunnya di Gedung Kauje Unej, pada 27 November. Malam itu, dimulai pukul 7 dan dibuka oleh sambutan yang diberikan oleh Mohamad Jazuli selaku Kabag Kemahasiswaan Unej, rangkaian terdiri dari launching dan bedah Majalah Tegalboto “The Anomaly of Love”.

Ada apa dengan anomali cinta ini? Dan kenapa tema ini yang dipilih? Ternyata, menurut penuturan Nurfitriani selaku pemimpin redaksi, tema ini telah melalui perdebatan panjang dan akhirnya disepakati sejak Oktober 2016. Cinta dipandang dari banyak sudut pandang. Ia bisa dimiliki oleh seorang Pekerja Seks Komersial (PSK), seorang ibu yang kehilangan anaknya, sepasang penyandang tuna grahita, seseorang terhadap idolanya, dan sebagainya.

“Kami tidak ingin mendefinisikan cinta secara tunggal atau cinta ideal seperti apa. Kami juga membiarkan penulis berkreasi menurut caranya asal memiliki referensi yang jelas sehingga karyanya bisa diakurasi. Tapi tak lupa, tetap kami hadirkan ciri khas Tegalboto dalam tema ini. Dan terus terang, ini bagian yang paling sulit.”, ungkap Nurfitriani.

Dikatakan pula olehnya, membutuhkan total waktu 1 tahun dalam proses penggarapan majalah ini. Setelah tema disepakati pada Oktober 2016, ia dan tim redaksi mematangkan tema, menggali lagi, dan melakukan peliputan, dan sebagainya pada kurun Februari-Maret 2017. Dan semua proses sampai ke tahap final pada Oktober 2017.

Majalah yang hadir dengan 19 rubrik ini lumayan tampil segar dan baru dengan penambahan rubrik yang belum pernah ada di edisi sebelumnya yang bertajuk “Republik Amarah” pada 2014, yaitu cinema.

Cinema membahas resensi film yang berhubungan dengan tema yang sedang dibahas, masih tentang cinta yang tak biasa. Film The Lobster “Cinta yang Memberontak” dipilih sebagai topik bahasan.

Selain itu, ilustrasi yang menyertai majalah setebal 111 halaman ini juga unik dan membuat pembaca betah berlama-lama. Tak hanya membacanya, tapi juga beimajinasi dengan ilustrasinya.

Malam Dies Natalis itu juga dimeriahkan oleh pameran foto jurnalistik hasil jepretan kru Tegalboto di lapangan yang berhasil didokumentasikan. Juga diskusi yang dihadiri tiga narasumber. Selain Nurfitriani sebagai pimpinan redaksi, hadir pula Lukman Wijaya Baratha, dosen FISIP Unej yang juga ikut menyumbangkan karya berjudul “Mempertimbangkan Cinta Melalui Visi Apokaliptik dan Dekadensi”, serta Heri Prasetyo yang juga dosen FISIP Unej.

Dimoderatori oleh Nizzar Kusuma Wardani yang juga redaktur pelaksana Tegalboto, diskusi berlangsung “renyah” dan penuh pertanyaan-pertanyaan lanjutan. Mungkin, karena yang dibahas tema cinta dan yang hadir sebagai audience adalah para mahasiswa yang notabene muda mudi yang sedang mencari arti cinta yang sebenarnya. Statement dari narasumber juga ikut memantik diskusi itu berlanjut hingga tengah malam. Seperti Lukman misalnya, ia menuturkan statement bahwa “cinta itu kehilangan esensi saat diterjemahkan dalam teks…”. Atau Heri yang mengungkapkan bahwa “cinta mendorong seseorang untuk melakukan sebuah tindakan mewujudkan cinta itu”.

Berakhir sekitar pukul 10.30, rangkaian Dies Natalis malam itu diakhiri dengan pemotongan tumpeng oleh kru Tegalboto, dan makan tumpeng bersama-sama seluruh audience yang hadir. Semoga perdebatan cinta yang tak ada habisnya berhasil memunculkan pemaknaan baru bagi semua yang hadir dengan kehadiran majalah Tegalboto, yang menurut bilik redaksi mencoba untuk mengisi yang (tak) kosong lewat “The Anomaly of Love”.

Rangkaian Kedua Dies Natalis 24 Tahun Tegalboto : Pelatihan Jurnalistik Tingkat Lanjut

Tak berhenti pada 27 November, Dies Natalis rupanya berlanjut pada Pelatihan Jurnalistik Tingkat Lanjut (PJTL) pada 1 Desember 2017. Diselenggarakan di Gedung Soerachman Unej pada Jumat pagi hingga menjelang waktu menunaikan shalat Jumat itu menghadirkan Arman Dhani Bustomi yang merupakan alumni Tegalboto yang kini berkarya di portal populer, mojok.co.

Dihadiri sekitar 50 peserta, baik mahasiswa dan umum, Arman Dhani berbagi tentang menulis kreatif di era media sosial. Tak hanya mendengarkan paparan dan bertanya jawab, hari itu peserta juga ditantang untuk menulis bersama dalam ranah praktek yang menjadi bagian dari PJTL. Dipilih empat peserta yang dianggap memiliki tulisan dengan sudut pandang yang berbeda dari sekedar menulis hard news tentang suatu topik yang lagi trending, yaitu tentang persekusi yang terjadi di Tangerang. Keempat peserta itu pun dihadiahi buku-buku yang dibawa khusus oleh Arman Dhani.

Dengan berakhirnya PJTL, berakhir pulalah rangkaian Dies Natalis Tegalboto yang ke 24. Semoga karya “The Anomaly of Love” masih akan berlanjut ke edisi lain di tahun-tahun berikutnya. Terus berkarya!

Bagi arek lokal yang ingin membaca sajian Tegalboto lainnya secara online, silahkan mengunjungi www.tegalboto.org.

Prita Hw

Pecandu aktivitas membaca, menulis, sharing, dan traveling. Sedang asik mengelola personal & lifestyle blog selain merintis menjadi knowledgepreneur.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *