Lokal Karya

Support Karya dan Usaha Lokal Di Sekitar Anda…

Lokal Karya

Support Karya dan Usaha Lokal Di Sekitar Anda…

UMKM

Kopi Api Biru, Dari Petani Rakyat untuk Para Pecandu Kopi Nusantara

lokalkarya.id – Beda rasanya, menikmati kopi sachetan dengan kopi gilingan. Kopi gilingan atau yang seringkali disebut kopi rakyat, memiliki cita rasa tersendiri yang tiada duanya. Tanpa bahan pengawet, tanpa pemanis buatan, tanpa zat berbahaya, dan tanpa olahan yang beragam, menjadikan kopi rakyat tetap menjadi juara di hati para pecandu kopi.

Tak hanya itu, cita rasa yang khas, dihadirkan dari keseriusan para petani kopi rakyat yang merawat biji-biji kopi seperti merawat anak sendiri. Maka tidak heran apabila para pecandu kopi masih menikmati secangkir kopi pada pagi hari, siang hari, maupun malam hari, karena rasanya selalu sama: nikmat.

Petani kopi rakyat yang kini semakin semangat menanam dan merawat kopi di kebunnya, perlu didukung dan diberi sokongan agar terus menghasilkan kopi-kopi yang berkualitas. Atas dasar itulah, Holidi dan Bagus Sajiwo, dua pemuda asal Bondowoso mengelola kopi rakyat asal daerahnya tersebut untuk kemudian dijual dan dipasarkan ke seluruh nusantara.

Dengan niat yang tulus untuk mensejahterakan para petani kopi rakyat dan ingin menggaungkan kopi Bondowoso sebagai kopi ternikmat senusantara, maka mereka membuat dan menjual produk kopi rakyat dengan sentuhan yang berkelas.

Api Biru – Kopi Nusantara, itulah nama produknya. Nama api biru sengaja dijadikan sebagai nama produk dengan tujuan agar para penikmat kopi hafal dan faham bahwa kopi tersebut berasal dari bondowoso, yang terkenal akan wisata alam Kawah Ijen yang identik dengan blue firenya.

Berawal dari diskusi tentang kopi rakyat di Bondowoso dan peluangnya, maka tanpa banyak bicara, mereka berdua langsung eksekusi. Mulai dari pemilihan nama produk, bertatap muka dan berdiskusi langsung dengan para petani rakyat, memerhatikan detail pemilihan biji-biji kopinya serta proses pengolahannya, mereka lakukan secara perlahan dan teliti. Tujuannya hanya satu, yaitu untuk menyajikan kopi yang berkualitas. Kini telah terbukti, orang-orang telah mengenal Api Biru sebagai produk kopi khas tanah Bondowoso yang bercitarasa khas dan nikmat.

Kopi Api Biru menyediakan kopi jenis Robusta dan Arabika. Kopi Arabika tersedia dalam beragam varian, antara lain kopi biasa, lanang, luwak, dan bulan madu. Produk kopi Api Biru ini dijual dengan harga terjangkau, yaitu 25.000 rupiah untuk 100 gram dan 50.000 rupiah untuk 200 gram. Tentu ada harga khusus untuk pembelian minimal 10 pcs. Tak hanya itu, produk kopi Api Biru ini juga dihadirkan dalam kemasan sachet 10 gram atau sekali seduh. Pelanggan juga dapat memesan produk kopi Api Biru ini dalam bentuk bubuk, sangrai, maupun greenbean.

Setiap bulan, mereka mampu memproduksi 2-5 kg kopi yang kemudian siap dipasarkan, baik secara offline maupun online. Secara online, produk kopi Api Biru ini dapat dipesan melalui Instagram @apibiru_kopinusantara. Namun apabila Arek lokal ingin memesan produk ini secara offline, dapat langsung COD atau datang ke alamat pemasarannya di Perumahan Green Tegal Gede Residence F 46 Tegal Gede, kecamatan Sumbersari, kabupaten Jember.

Memang tidak mudah menjalani bisnis yang berbasis socioentrepreneurship ini. Tentu ada banyak haling rintang yang harus diselesaikan untuk tetap mengemban tujuan yang ingin dicapai. Selama berkembang semenjak Oktober 2016, Holidi dan Bagus Sajiwo telah menjalani pasang surut dinamika perkembangan produk kopi yang dijualnya. Mulai dari kesibukan keduanya, Holidi sebagai mahasiswa tingkat akhir dan Bagus Sajiwo sebagai wartawan, maka mereka harus pandai-pandai mengatur waktu untuk tetap memproduksi dan memasarkan produk kopi Api Biru tersebut. Tak hanya itu, mereka berdua terkadang mengalami kesusahan saat menentukan harga dengan para petani kopi rakyat yang seringkali tidak mematok harga sesuai standar atau kurang peka terhadap naik turunnya harga kopi rakyat di kalangan masyarakat.

Namun di balik itu semua, ada banyak hal yang lebih membahagiakan. Dengan adanya komitmen untuk turun langsung menyapa para petani kopi rakyat, menjadikan adanya hubungan yang sangat erat bagaikan keluarga. Jadi, selain memajukan perekonomian dengan para petani rakyat, rasa kekeluargaan juga terjalin. Itulah salah satu alasan kuat yang menjadikan Holidi dan Bagus Sajiwo untuk tetap bertahan dan akan mengembangkan bisnis ini lebih luas lagi.

Harapannya, bisnis yang mengedepankan kesejahteraan para petani kopi rakyat ini akan berkembang semakin pesat. Mampu memproduksi sampai 20 kg kopi per bulannya, mampu memperlebar jangkauan varian kopi, serta dikenal ke seluruh mancanegara. Holidi juga berharap bahwa dalam waktu dekat akan ada kafe yang menyajikan produk kopi Api Biru sebagai menu utamanya. Mimpi ini ada karena tidak dapat dipungkiri bahwa telah banyak customer yang menanyakan keberadaan kafe yang menyajikan kopi Api Biru secara khusus.

Kopi Api Biru ini tidak diragukan lagi kualitasnya. Dijamin 100% kopi rakyat yang dirawat seperti anak sendiri. Paling enak jika diminum saat pagi hari maupun malam hari. Boleh juga dinikmati saat waktu senggang. Nah, sudahkah Arek Lokal menyeduh kopi hari ini?

Rhoshandhayani KT

Seorang blogger yang sedang memperjuangkan cita-citanya untuk menjadi perempuan yang istriable dan ibuable. Kalau mau kepo, silahkan kepoin sepuasnya di halokakros.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *