Lokal Karya

Support Karya dan Usaha Lokal Di Sekitar Anda…

Lokal Karya

Support Karya dan Usaha Lokal Di Sekitar Anda…

Komunitas

Jastro Club, Tunjukkan Indahnya Angkasa Kepada Anak Muda Jember

LokalKarya.id“Wajahmu secantik bulan”. Begitulah salah satu kalimat rayuan yang sering didengungkan oleh orang-orang yang sedang merayu pujaan hatinya. Mengibaratkan wajah kekasihnya seindah bulan. Ah, masa iya bulan seindah itu?

Percaya atau tidak, bahwa sebenarnya rupa bulan itu tak seindah dan tak secantik seperti yang orang-orang bilang. Bulan itu permukaannya berlubang, kasar, tak beraturan, dan juga tidak mulus. Ya, seperti itulah rupa permukaan bulan sebenarnya.

Jika arek lokal tidak percaya dengan pernyataan sebelumnya, hm mari buktikan saja. Tidak perlu repot-repot pergi ke bulan dengan menaiki pesawat ulang-aling, cukup arek lokal melihatnya dengan menggunakan teropong. Teropong merupakan alat bantu untuk melihat benda-benda yang lokasinya sangat jauh dari bumi, misalnya planet, matahari, satelit, asteroid, dan sebagainya.

Namun jika tidak punya teropong, tak perlulah berkecil hati. Masih bisa pinjam kok. Bisa pinjam sebentar ke teman yang punya teropong, maupun memanfaatkan teropong di sekolah yang menjadi prasarana penunjang pembelajaran Fisika. Namun arek lokal akan mendapat feel secara lebih apabila dapat melihat benda-benda luar angkasa melalui teropong dengan disertai penjelasan ilmiah tentang fenomena-fenomena menarik tentang sesuatu yang sedang diteropong.

Jika ingin melihat benda-benda luar angkasa sekaligus maka bergabunglah saja dengan komunitas yang terdiri dari orang-orang penggemar astronomi. Di Jember, ada salah satu komunitas keren yang bergelut dalam bidang astronomi, namanya Jember Astronomy Club atau biasa disebut Jastro Club.

Jastro Club merupakan wadah berkumpulnya anak-anak muda yang tertarik dengan dunia astronomi. Mereka tak akan segan berbagi ilmu dan cerita perihal dunia astronomi yang selalu menarik untuk diperbincangkan.

Komunitas ini didirikan karena adanya rasa ingin berbagi ilmu pengetahuan tentang serunya dunia astronomi. Bermula dari ide segelintir Mahasiswa Pendidikan Fisika Universitas Jember yang membentuk komunitas Astro Club Himafi Neutron pada tahun 2014. Seiring berjalannya waktu, semakin banyak orang-orang di luar kampus yang juga memiliki ketertarikan yang sama dan ingin bergabung dengan teman-teman Astro Club.

Mengingat bahwa sharing is caring sangatlah nikmat untuk diterapkan, maka mereka berkumpul dan membentuk sebuah komunitas baru yang diberi nama Jastro Club.  Komunitas ini lahir pada tanggal 15 Mei 2015 dengan Gus Zaka Ardiansyah sebagai ketua pertamanya.

Kini Jastro Club sudah memasuki tahun kedua. Dengan digawangi oleh Hairlinda sebagai ketua di tahun kedua, Jastro Club semakin berbenah dan meluncurkan kegiatan-kegiatan baru. Tak hanya ngobrol santai sambil mengamati bulan saja, melainkan ada diskusi tentang dunia astronomi serta mengajak masyarakat untuk menyaksikan fenomena-fenomena menarik yang terjadi di angkasa. Beberapa pekan lalu, Jastro Club menghadirkan Kak Aji, seorang astronom amatir dari ITB yang berbagi cerita tentang evolusi bintang, kisah bintang, dari lahir sampai mati.

Jastro Club seringkali mengadakan kegiatan yang bertajuk Jastro Sky Observation Time. Kegiatan tersebut mengajak orang-orang ragam usia untuk mengamati langit pada waktu malam hari. Lebih tepatnya adalah mengamati fenomena astronomi sesuai dengan jadwal dan kalender astronomi. Sebut saja pengamatan gerhana bulan panumbra, gerhana matahari cincin, gerhana bulan sebagian, gerhana matahari total, gugusan bintang, asteroid, bintik matahari, hujan meteor, dan masih banyak lainnya. Pengamatan-pengamatan tersebut biasanya digelar di Alun-Alun Jember, puncak Rembangan, Pantai Payangan, dan beberapa tempat strategis lainnya.

Pengamatan yang sangat seru dan menarik perhatian banyak orang adalah pengamatan gerhana matahari yang diadakan di lapangan Universitas Jember. Masyarakat sangat antusias mendapat kesempatan untuk menyaksikan gerhana matahari secara bersama-sama, tentunya dengan pemakaian alat yang bergantian.

Kini Jastro telah memiliki teleskop sendiri. Teleskop ini merupakan hasil iuran anggota Jastro mulai periode awal sampai periode saat ini. Wuaaah, keren ya mereka, bisa mendapatkan teleskop dari hasil keringatnya sendiri. Teleskop milik Jastro tak hanya bersanding sendirian, melainkan ada teleskop refract atas nama Gus Zaka yang dimiliki secara pribadi. Ia tidak sungkan berbagi teleskop untuk digunakan pengamatan oleh orang-orang yang penasaran dengan fenomena luar angkasa.

Menyaksikan fenomena luar angkasa melalui teleskop sangatlah seru dan selalu dinanti-nantikan. Hairlinda berkelakar bahwa musuh para astronom amatir adalah cuaca mendung. Ya, saat cuacanya mendung atau bahkan hujan, sirnalah kegiatan pengamatan yang telah dinanti-nanti. Hopeless, kira-kira begitulah rasanya.

Ada kegiatan lain yang tak kalah menarik, yaitu International Observe the Moon Night atau yang biasa disebut InOMN. InOMN merupakan kegiatan pengamatan bulan secara bersama-sama yang diadakan setahun sekali, serentak di seluruh dunia, termasuk kota Jember.

Jastro tak hanya diminati oleh kalangan mahasiswa dan umum, melainkan juga kalangan pelajar yang masih bersekolah. Jastro Goes to School merupakan kegiatan pengajaran dan berbagi pengetahuan kepada para pelajar di sekolah. Hal ini menjadi salah satu bentuk pengabdian dan pelayanan masyarakat pada bidang keilmuan astronomi.  MTsN Jember dan SMA Nuris sudah pernah didatangi Jastro yang sharing tentang serunya belajar astronomi. Mereka sangat antusias menyimak penjelasan tentang dunia astronomi dan mereka ingin lagi Jastro hadir lagi ke sekolahnya untuk berbagi cerita.

Tak hanya itu, ada pula beberapa kegiatan menarik lainnya, sebut saja Jastro Walker Indonesia dan Astronomu Coloring Competition. Jastro Walker Indonesia merupakan  kegiatan sharing ilmu pengetahuan secara langsung kepada masyarakat luas sebagai wujud pengabdian kepada negeri. Sedangkan Astronomu Coloring Competition merupakan kegiatan kompetisi mewarna dan menggambar pada tingkat sekolah dasar untuk meningkatkan mutu dan ketertarikan siswa-siswi terhadap dunia astronomi.

Jastro Club juga rutin untuk hadir mengadakan kegiatan temu astronom amatir. Kegiatan temu astronom amatir merupakan kegiatan pertemuan antar sesama organisasi/komunitas astronomi baik di dalam daerah maupun di luar daerah. Tujuannya untuk mempererat tali silaturahim antar saudara sebangsa Indonesia yang sama-sama tertarik dengan dunia astronomi.

Beberapa waktu yang lalu, Jastro menghadiri kegiatan JANAKA yang diadakan di LAPAN, Pasuruan. JANAKA adalah kegiatan Jambore Nasional Klub Astronomi yang mempertemukan para astronom amatir untuk saling sharing tentang serunya mengamati fenomena luar angkasa melalui teleskop.

Sesuai taglinenya “Bringing astronomy to the people”, Jastro seringkali mengajak masyarakat untuk mengikuti kegiatan-kegiatannya tanpa adanya penolakan. Untuk arek lokal yang tertarik mengikuti kegiatan-kegiatan Jastro Club, langsung saja bergabung dengan komunitasnya. Arek lokal juga dapat mengetahui informasi-informasi kegiatan Jastro Club dan fakta-fakta menarik tentang dunia astronomi melalui instagram @jember_astronomy

Bagaimana? Sudah terbersit rasa ingin membuktikan wujud rembulan yang sebenarnya? Yuk, gabung aja menjadi angota Jastro Club. Dijamin kamu akan mengenal rembulan lebih dekat.

Rhoshandhayani KT

Seorang blogger yang sedang memperjuangkan cita-citanya untuk menjadi perempuan yang istriable dan ibuable. Kalau mau kepo, silahkan kepoin sepuasnya di halokakros.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *