Lokal Karya

Support Karya dan Usaha Lokal Di Sekitar Anda…

Lokal Karya

Support Karya dan Usaha Lokal Di Sekitar Anda…

UMKM

Berburu Kuningan Unik Di Bondowoso

LokalKarya.id – Selain Kawah Ijen, dari Kabupaten Bondowoso yang paling banyak dicari orang adalah produk kerajinan kuningan. Sentra kerajinan kuningan di kabupaten ini banyak dijumpai di Desa Cindogo dan Jurang Sapi, Kecamatan Tapen. Lantaran struktur tanah di dua desa ini yang cocok sebagai bahan pembuat cetakan kuningan. Karenanya sebagian besar warga di sana bermata pencaharian sebagai pengrajin kuningan.

“Sudah sejak puluhan tahun silam, sekitar tahun 1970-an kami di sini membuat kerajinan kuningan,” ujar Abdul Muhni, perajin kuningan asal Desa Cindogo.

Menurutnya kekhasan dari Kuningan Bondowoso tak lain adalah bentuk ukiran yang dihasilkan, dan terutama pada kualitas produk yang dihasilkan para perajin, yaitu identik pada warnanya yang mengkilap dan dapat bertahan lama. Bermacam-macam barang dapat dibuat dari kuningan ini, seperti peralatan rumah tangga, souvenir, interior rumah, tempat bunga, guci, tempat menyirih, relief lukisan ataupun berbagai macam miniatur binatang.

Proses pembuatan kerajinan kuningan ini melalui beberapa langkah. Dan, itupun butuh kesabaran, kecerdikan untuk mengolah pada sisi keindahan bentuknya. Pertama adalah perlu adanya referensi bentuk yang akan diciptakan. Untuk kemudian dilakukan pada pembuatan matras cetakan dengan menggunakan lilin. Pada proses ini biasanya butuh waktu sekitar 30 menit bahkan tiga hari, tergantung bentuk produk yang akan dibuat.

Kemudian dilakukan pelapisan arang halus pada cetakan, yang setelah itu dilapisi lagidengan tanah liat dicampur pasir. Bila sudah selesai dijemur selama kurang lebih tujuh hari. Agar barang memiliki kualitas awet, setelah dijemur biasanya akan dipanaskan dengan cara dibakar secukupnya. Usai itu dibersihkan dan dibubut selama 15 menit. Bongkahan kuningan itu, selanjutnya dibentuk dengan cara diukir. Dan tahap terakhir, dilakukan pengecatan dengan menggunakan beragam warna dan pola.

Untuk pemasaran, sebagian besar dari mereka berusaha untuk menjual atau memasarkan produk dagangannya sendiri. Andaikan ada peran serta pemerintah setempat, dirasa mereka masih belum seberapa maksimal. Koestari, perajin kuningan dan pemilik UD. Setia mengatakan, peran pemerintah dalam memberdayakan home industri kuningan di daerahnya saat ini sudah tidak seperti dulu. Dulu mereka sering dilibatkan mengikuti pameran ke kota-kota besar bahkan ke luar Negeri.

“Sekarang pemerintah di sini kurang seberapa peduli pada usaha mereka,” ucapnya.

Kerajinan kuningan Bondowoso selain dijual di pasar domestik, juga pernah dijual ke Malaysia dan Brunei. Namun karena keterbatasan investasi untuk meningkatkan jumlah produksi, maka saat ini perajin hanya menjual ke pasar dalam negeri.

“Yang penting barang kami tetap laku, meskipun sewaktu ketika ia berharap terbukanya kembali pola pemasaran ke luar negeri,” imbuh Koestari.

Sumber: ayogitabisa.com

Bayu Arganata

Editor & Content Writer at lokalkarya.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *