lokalkarya.id – Menikmati keindahan Indonesia sudah dirasakan oleh Asita Djoyo Koesoemo. Pulau Sumatera, Kalimantan, Jawa, Sulawesi hingga Papua pernah ia kunjungi. Catatan perjalanannya itupun ia tulis dan sudah terpublish menjadi sebuah buku.
Perjalanan yang dimulai dari Solo, Malang, Bromo, Jember, Banyuwangi, Surabaya, Bukittinggi, Bangka, Belitung, Batam, Lombok, Balikpapan, Banjarmasin, Makassar dan Raja Ampat, tertuang daam buku Menyambut Pagi di Bromo Melepas Penat di Raja Ampat di tahun 2013

Tak sampai disitu saja, perempuan yang pernah mendapat Anugerah Pewarta Wisata Indonesia (APWI) 2011 untuk kategori media online di kompas.com ini, usai mengajukan pensiun dini, langkahnya justru semakin bebas untuk bisa mengunjungi berbagai tempat indah di Asia dan Eropa. Seperti Thailand, China, Turki, Rusia dan London.
Setiap perjalannya ia catat sedetail mungkin dengan tujuan nantinya ia kembali jadikan sebuah buku dan sharing dengan traveler lain. Seperti tips-tips untuk melakukan traveling ke beberapa daerah, taksiran biaya dan kontak person travel juga dicantumkan, sehingga para traveler bisa mengetahui anggaran untuk pergi berlibur ke sana.

Perempuan asli Jember, Jawa Timur ini, aktif dijajaran penulis traveling, juga sebagai pembicara dalam acara bertemakan traveler dan kepenulisan.
“Buku itu merupakan ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT yang telah menciptakan tempat-tempat indah yang luar biasa,” tuturnya pada lokalkarya.id.
“Kalau dulu tidak bisa izin lama dari kantor,dan biasanya menunggu anak-anak libur sekolah, kalau sekarag anak-anak sudah besar,” alasan mengapa justru ketika sudah memasuki usia kepala 5, dirinya justru semakin giat untuk menjelajahi keindahan berbagai negara juga.

Sebagian perempuan mungkin masih takut untuk bepergian sendirian, apalagi ke tempat asing yang belum pernah dikunjungi. Seorang solo traveler tidakkah khawatir bila tersesat atau kendala bahasa?
“Asiknya Solo Traveler itu karena nggak ribet, bebas tidak terikat waktu, berburu tiketnya bisa dimulai 6 bulan sebelum keberangkatan. Sekarang urusan bahasa, bisa dibantu dengan gambar, gambar ayam sama ikan, maksudnya kita pilih makanan dengan lauk ikan atau ayam. Tunjukkan juga tanda halal. Coba pakai google juga, kan google translate ada suaranya juga,” lanjut wanita 54 tahun ini.
Rupanya hobi travelingnya ini juga dicontoh oleh ketiga anaknya, terlebih anak bungsunya Dhimas Ramadhan yang juga menjadi travel vlogger yang kini memiliki lebih dari 50 ribu subscriber di youtube.
“Ya mungkin karena dari dulu setiap liburan diajak pergi sama Bapak-Ibunya jadinya juga suka bepergian. Tetap terpantau kok, dicall terus setiap saat saat diluar sana by phone.”

Berikut beberapa tips traveling ala Asita Djojo Koesoemo:
- Gabung di komunitas traveller di media sosial misal komunitas pemburu tiket promo (Jakarta – London bisa 1,5 juta rupiah saja lho..)
- Kalau ke negara 4 musim, baiknya saat akhir musim semi nanti bisa merasakan indahnya awal musim dingin atau musim salju
- Ikuti tips-tips dari traveller yang pernah ke lokasi dituju
- Cari informasi negara yang akan dituju, apa yang boleh dan tidak boleh dibawa atau dilakukan di sana
