Ikan Asap Bakar Khas Jangkar Situbondo
LokalKarya.id – Ikan Bakar asap khas jangkar Asembagus, Situbondo adalah salah satu tempat favorit para wisatawan untuk berwisata kuliner jika sedang terdampar di sana. Banyak pemilik warung di sana menggunakan tungku tradisional berupa tumpukan bata-bata, pembakarannya menggunakan sabut kelapa dan penyangganyapun masih menggunakan pelepah kelapa, sangat tradisional sekali. Tetapi ternyata warung-warung yang terletak tepat disamping pintu masuk Departemen Perhubungan Pelabuhan Penyebrangan Jangkar itu cukup dikenal wisatawan-wisatawan domestik, khususnya penggila wisata kuliner dan ikan bakar.
Hasil bakaran ikan di sana sudah diakui banyak orang sangat lezat. Hal itu dikarenakan proses pembakarnya memanfaatkan asap pembakaran dari kulit kelapa, alias tidak ada sedikitpun api pada proses pembakaran ikan itu, jikapun apinya mulai keluar, pemilik dengan segera akan menyiram api tersebut. Inilah yang membuat ikan asap asli Asembagus tersebut terasa berbeda dengan ikan asap bakar ditempat-tempat lain, walau pembakaran ikan tersebut tanpa bumbu, ikan hanya dibersihkan, disayat, dan dibuang bagian dalamnya.

Sentra usaha ikan asap di Situbondo tersebar di Kecamatan Asembagus. Namun, yang terbesar berada di daerah sekitar pelabuhan Jangkar ini. Ikan yang diolah pun tidak terbatas bandeng, tetapi hampir semua jenis ikan hasil tangkapan di laut dan budidaya, seperti mujair, lele, dan tuna.
Berbeda dari karakter desa pada umumnya, hampir di setiap rumah warga di tempat ini terdapat cerobong pembakaran. Sebagian cerobong itu terbuat dari besi, tetapi sebagian lainnya dibangun dengan susunan bata merah bercampur adukan pasir dan semen.

Asap putih, terkadang hitam, mengepul dari tiap cerobong. Kepulan itu menandakan aktivitas penghuni rumah yang tengah bergeliat di depan tungku pemanggangan. Beradu cepat dengan bara yang memerah, sebelum akhirnya menghitam menjadi arang.
