5 Aksi Positif di Hari Buruh Internasional
LokalKarya.id – Warna merah di calender pada tanggal 1 Mei, memberikan tanda hari libur peringantan Hari Buruh Internasional. Mengapa hari ini perlu di peringati? Seistimewa apakah Hari Buruh?
Sejarah Hari Buruh Sedunia berawal dari sebuah keluh kesah para karyawan di Amerika Serikat yang menuntut pengurangan jam kerja yang berkisar 19-20 jam perharinya, menjadi 8 jam kerja, 8 jam istirahat dan 8 jam berrekreasi perharinya di tahun 1886
Sesungguhnya Hari Buruh Internasional menunjukkan perayaan keberhasilan ekonomi dan sosial dari kalangan pekerja , dan potret kepedulian perusahaan dan pemerintah selaku pemangku keadilan sosial. Perayaan Hari Buruh Internasional diisi dengan kegiatan yang lebih positif, seperti :
1. Donor Darah dan Cek Kesehatan Gratis
Bukti kepedulian pada kesejahteraan karyawan. Kegiatan ini bisa mengajak kerjasama beberapa jasa kesehatan puskesmas atau PMI

2. Pemberian Penghargaan Pada Pekerja Berprestasi
Kegiatan ini bisa dikemas dengan kegiatan dalam perusahaan, untuk meningkatkan semangat kinerja para karyawan dan sebagai simbol terimakasih atas pengabdian karyawan tersebut.
3. Konser musik
Sebuah penyampaian rasa terimakasih dan suatu ajakan melalui acara musik akan lebih mengena, hal ini juga sebagai rasa syukur perayaan bersama-sama
4. Jalan Sehat Atau Sepeda Behat Berhadiah
Gelaran acara seperti ini, memberikan hiburan tersendiri kepada karyawan, apalagi ditambah hadiah-hadiah yang banyak. Kegiatan seperti ini juga bisa melibatkan ajakan pada keluarga karyawan, sebagai ajang silaturahmia
5. Menghabiskan Waktu Bersama Keluarga

Waktu libur yang diberikan, memberikan kebebasan waktu setiap karyawan, khususnya bersama keluarga. Tak ada salahnya perusahaan mengkordinir untuk Family Gathering di salah satu tempat wisata
Diperlukan peran dari masing-masing perusahaan dengan cara melakukan kegiatan-kegiatan secara terpisah maupun gabungan dengan perusahaan-perusahaan yang lain.
Di beberapa negara dengan tingkat pendidikan pekerja yang tinggi, seperti Amerika, Inggris dan Australia, kecenderungan memperingati May Day dengan aksi unjuk rasa telah lama bergeser ke kegiatan-kegiatan yang lebih positif.
