LokalKarya.id – Di daerah Jawa Timur dan Jawa Tengah, Wedang Jahe sudah menjadi minuman yang akrab dikenal untuk menghangatkan tubuh di malam hari atau pagi hari. Minuman tradisional ini masih banyak digemari berbagai kalangan usia, dan menjadi pilihan menu, di warung-warung hingga Restoran Besar
Wedang dalam bahasa Jawa berarti minuman panas. Wedang Jahe Gulo Jowo instan MBAK PUR lahir untuk penggemar minuman wedang jahe dengan lebih praktis, tinggal seduh dengan air panas. Tak perlu lagi irisan jahe segar dan irisan gula Jawa.
Produk minuman tradisional dengan kemasan modern ini, sejak 2007 telah dipasarkan di bebagai pusat oleh-oleh dalam dan luar kota Jember bahkan luar negeri. Mbak Pur -sapaan akrab sang pemilik produk- selaku pemilik produk ini tak menyangka produknya bisa sampai Belanda dan Tiongkok.
“Awalnya ya dibuat untuk minuman favorit keluarga saja dari dulu,” tuturnya.
“Distribusinya selain di oko-toko, juga melalui online, sehingga orang luar daerahpun banyak yang tau,“ tambahnya.
Kemasan 150 gram , untuk sekali sedu ini, praktis untuk di bawa saat bepergian, tak heran, “Wedang Jahe Gulo Jowo” kerap menjadi sangu favorit para jemaah haji dari Indonesia.
Komposisi jahe, gula merah dan tambahan rempah lainnya tak merubah rasa khas selayaknya wedang jahe tradisional. Pemilihan jahe menjadi bagian paling penting. Jahe kuning atau jahe emprit, menjadi pilihan, karena ranya yang kuat dan sangat khas. Kandungan gizi pada jahe kuning juga mampu berkhasiat bagi tubuh. Gula merah dipilih sebagai pemanis karena lebih aman dibandingkan pemanis gula putih. Kandungan gula merah lebih aman untuk orang diabetes.
Dari zaman dulu orang Jawa, banyak pula kebiasaan menambahkan rempah-rempah seperti daun pandan, batang sereh, cengkeh dan atau kayu manis ditambahkan untuk menambah aroma. Biasa juga dinikmati dengan susu segar atau susu kental manispun juga dapat ditambahkan.
