Lokal Karya

Support Karya dan Usaha Lokal Di Sekitar Anda…

Lokal Karya

Support Karya dan Usaha Lokal Di Sekitar Anda…

UMKM

Sangkar Burung Unik Dari Tangan Kreatif Warga Sukowono Jember

LokalKarya.id – Siapa sangka, sangkar-sangkar burung kicau yang banyak dijual di jalan-jalan raya, terutama sangkar burung perkutut adalah hasil dari tangan-tangan terampil masyarakat Kecamatan Sukowono, Kabupaten Jember. Sentra kerajinan Sarang Burung Perkutut itupun ternyata juga sudah dikenal luas di Indonesia. Produk andalan yang membuat nama Sukowono dikenal luas tersebut diproduksi di sentra sangkar burung yang berada di sebuah desa bernama Dawuhan Mangli.

Membuat sangkar burung perkutut merupakan kegiatan industri rumahan yang bisa melibatkan semua anggota keluarga. Maka tak heran bila mayoritas masyarakat desa menjadi pengrajin sangkar burung perkutut di desa tersebut. Hal itu juga membuat hampir semua masyarakat Desa Dawuhan Mangli memiliki keahlian membuat sangkar burung perkutut. Dan ternyata memang kegiatan membuat sangkar burung tersebut sudah lama ditekuni masyarakat desa. Sehingga kegiatan tersebut terjadi secara turun temurun, dari generasi ke generasi.
Mayoritas masyarakat Sukowono, khususnya di Desa Dawuhan Mangli memang terus menekuni kerajinan turun temurun ini. Karena bagi warga sekitar, membuat sangkar burung perkutut bisa menambah pendapatan. Bahkan bisa memenuhi kebutuhan hidup keluarga yang selama ini kurang bisa tercukupi dari hasil pertanian. Itu pula yang membuat produk sangkar burung perkutut dari para pengrajin di Desa Dawuhan Mangli berbeda dan memiliki keunikan. Karena setiap pengrajin memiliki keunggulan dan ciri khas tersendiri. Ciri khas dan keunikan tersendiri tersebut dikarenakan setiap pengrajin memiliki tingkat keahlian yang berbeda-beda yang untuk membuat sangkar burung perkutut.
Beberapa pengrajin mengaku di setiap pekannya masing-mereka mapu memproduksi sebanyak 10 sangkar bila permintaan kualitas yang sangat bagus, dan 8 sangkar bila permintaan kualitas yang standart, tergantung konsumen. Kualitas yang membedakan biasnya terdapat pada lukisan motif yang terdapat di sangkar burung tersebut. Bila motif yang bagus dan agak rumit, maka pengerjaannya membutuhkan waktu yang cukup lama. Bisa sampai 3 hingga 4 hari per sangkarnya. Kemudian juga dari bentuk yang diinginkan konsumen. Para pengrajin di Desa Dawuhan Mangli menyediakan dua bentuk, yaitu melingkar dan persegi.
Awalnya memang dulu pekerjaan membuat sangkar burung perkutut merupakan pekerjaan sambilan warga desa. Namun seiring berkembangnya desa yang sudah dijadikan sebagai sentra industri sangkar burung ini, warga desa benar-benar serius dan membuatnya sebagai pekerjaan utama. Meski begitu, pembuatan sangkar burung perkutut tetap mengandalkan peralatan-peralatan sederhana.
Warga desa membuat secara bersama-sama dan dikerjakan secara tradisional dengan tangan. Dengan sistem seperti itu, warga desa sudah turut mempertahankan cara pembuatan secara tradisional. Hal itu pula yang yang membuat produk sangkar burung perkutut dari Desa Dawuhan Mangli makin dikenal dan bisa bersaing di pasaran. Permintaannya pun tak hanya dari Jawa Timur saja, namun juga datang dari daerah Jateng, Jabar, Jakarta, Bali, hingga Pulau Sumatera. (bayuarganata)

Bayu Arganata

Editor & Content Writer at lokalkarya.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *