Merayakan Hasil Kreatifitas Di Hari Disabilitas
LokalKarya.id – Jum’at (2/12) lalu, Alun-alun Jember di pagi hari lebih ramai dari pada biasanya, tak hanya kesibukan orang-orang berolah raga seperti biasanya. Disana sudah banyak tenant-tenant berjajar mengelilingi area ruang terbuka pusat kota Jember tersebut. Tak hanya itu, tepat di sisi sebelah barat alun-alun juga tersedia panggung besar yang menandakan akan ada acara yang akan berlangsung di situ.


Hari itu bertepatan dengan Hari Disabilitas Internasional 2016. Suatu kebanggaan, kota Jember ditunjuk oleh Kementerian Sosial Republik Indonesia untuk menggelar acara yang mengusung campaign kesamaan hak yang diperuntukkan bagi teman-teman disabilitas harus sama rata dengan masyarakat lainnya keseluruhan. Saat inipun negara telah memberikan perhatian pada Disabilitas, dengan adanya undang-undang nomor 8 tahun 2016. Sebuah moment sosial yang mengesankan. Mengingat ada pesan tema besar di dalamnya yaitu, harus tidak ada kata menyerah dengan keterbatasan, karena setiap manusia memiliki hak yang sama dalam berkarya untuk kemajuan bangsa.

Jajaran tenant di alun-alun saat itu berisikan dari yayasan sosial dan dinas sosial dari berbagai kota , baik milik pemerintah maupun swasta se-Indonesia. Tak kalah menariknya sekolah-sekolah luar biasa yang ada di kota Jember, turut serta memamerkan kreasi murid-murid SLB yang luar biasa membanggakan. Konten yang disajikan berupa informasi dan hasil kegiatan positif yang dilakukan oleh kaum difabel. Yang dihasilkanpun tidak sembarangan, banyak sekali karya-karya kreatif yang bernilai jual tinggi karya mereka. Produk-produk seperti makanan dan minuman kemasan tak luput dari jenis produk yang mereka buat juga di yayasan. Pemberdayaan tersebut dilakukan dengan memiliki tujuan mulia yaitu, difabel juga bisa membantu memutar roda perekonomian negeri.


Panggung besar yang berada di venue digunakan sebagai tempat berlangsungnya serangkaian lomba-lomba Hari Disabilitas Internasional 2016. Lomba-lomba yang pasti pesertanya adalah kaum difabel. yang mengesankan, aksi mereka di atas panggung tak kalah menarik dengan para entertainer kebanyakan. Mereka juga mampu menampilkan suguhan indah dengan bakat-bakat kesenian seperti menyanyi, menari, menggambar, dan banyak lagi lainnya.
Pengunjung akan merasakan sebuah momen yang sangat istimewa di lokasi saat itu dapat belajar bagaimana berinteraksi dan mengenal lebih dalam akan Disabilitas, seperti bagaimana belajar bicara dengan bahasa isyarat, juga mengenal laptop tuna netra dan berbagai peralatan belajar untuk tuna grahita dan tuna laras. Atmosfer persatuan dan persamaan sangat kental sekali terasa. Betapa tidak, selama ini masyarakat luas memandang berbeda kaum difabel.

Namun ternyata mereka memiliki kemampuan yang sama bahkan lebih daripada masyarakat pada umumnya, menunjukkan bahwa mereka tidak pernah menyerah dengan keterbatasan.

Sudah saatnya, kita semua membiasakan diri dengan kesamarataan hak yang dimiliki oleh masing-masing individu. Banyak teman-teman disabilitas yang sukses secara pendidikan dan finansial membuktikan kesetaraan kemampuannya dalam berbagai hal. Saatnya kini bersatu dalam perbedaan untuk mengangkat visi kemajuan bangsa yang besar. dan pihak pemerintahlah yang bertanggung jawab sebagai fasilitatornya. Hal itulah yang disebut inklusi. Sebuah campaing yang diusung juga di momen perayaan Hari Disabilitas Internasional 2016, Jember, Indonesia.
