Lokal Karya

Support Karya dan Usaha Lokal Di Sekitar Anda…

Lokal Karya

Support Karya dan Usaha Lokal Di Sekitar Anda…

UMKM

Luar Biasa, Keripik Nangka Ini Sudah Tembus Pasar Eropa

LokalKarya.id – Desa Wonosari, Kecamatan Puger memang terletak agak jauh dari pusat kota Jember. Butuh waktu sekitar satu setengah jam perjalanan bila masyarakat dari sana ingin mengunjungi Alun-alun Jember. Namun siapa sangka, di desa tersebut ternyata ada sebuah industri rumahan yang memproduksi Keripik Nangka dan sudah menembus pasar Internasional, yaitu ke beberapa negara di Eropa.

Industri rumahan keripik nangka tersebut dimiliki oleh Nuril Anwar, warga asli Desa Wonosari. Ia mulai tertarik dengan dengan bisnis keripik nangka sejak tahun 2013. Dimulai dari ketika dia melihat potensi buah nangka di Jember cukup banyak dan belum dimanfaatkan secara maksimal. Dari situ, Nuril melihat peluang yang cukup bagus dari nangka. Dan bersama istrinya, ia berinisiatif membuat nangka menjadi keripik. Agar daya tahan dan masa kadaluarsa camilan ringan itu bisa lebih lama.

Awal menjalankan usahanya, Nuril memberdayakan warga-warga sekitar rumahnya untuk bekerja di industri rumahan tersebut. Tetangga-tetangga yang masih belum memiliki pekerjaan, juga para ibu rumah tangga di desanya, dengan telaten ia dan istrinya mengajari mereka dari proses awal hingga menjadi sebuah produk keripik nangka. Selain itu Nuril juga mendapatkan bahan baku nangka yang dari hasil kebun milik warga sekitar. Dengan hal yang demikian, ia sudah mampu memberdayakan perekonomian di desanya.

Keripik nangka buatan Nuril awalnya hanya merambah pasar lokal saja. Kemudian setelah dua tahun berjalan, keripik nangka tersebut mulai banyak dijumpai di sepanjang toko-toko snack di beberapa kota di Jawa Timur. Seiring berkembangnya usaha yang dimilikinya, serta dengan adanya bantuan dan peran Dinas Perindustrian Perdagangan (Disperindag) dan ESDM Kabupaten Jember, produk tersebut mulai memiliki banyak permintaan dari pasar luar negeri. Sebagian besar peminatnya berasal dari konsumen di Malaysia dan Eropa.

Untuk memenuhi kepentingan ekspor, Nuril mampu memproduksi keripik nangka sebanyak 1-4 ton. Dan kapasitas tersebut harus dipenuhi industri Nuril dua kali dalam sebulan. Standart kemasan pun sudah memenuhi kualitas pasar Internasional. Sehingga tidak perlu dikhawatirkan lagi oleh konsumen Eropa mengenai kehigienisan produk tersebut. Alat-alat produksi yang digunakan pun juga merupakan alat produksi dengan standart dan kualitas seperti perusahaan besar yang memproduksi makanan ringan kebanyakan. Hanya saja jumlahnya masih terbatas dan hanya mampu memproduksi keripik nangka dengan jumlah dibawah 5 ton.

Sayangnya, untuk konsumen Eropa, Nuril mengirimkan produknya tersebut dalam bentuk curah atau kemasan besar. Sehingga tidak menutup kemungkinan bila di Eropa keripik nangka tersebut dikemas kembali dengan lebih menarik dan dengan kapasitas lebih sedikit untuk kemudian dijual kembali di Indonesia dengan harga yang lebih tinggi. Permasalahan klasik tersebut memang masih menjadi PR berat bagi pemerintah pusat untuk mengatasinya. Sebab, dukungan dan peran dari pemerintah daerah saja masih belum cukup. Butuh peran yang lebih besar lagi, yaitu peran pemerintah pusat untuk memperhatikan Nuril dan pengusaha-pengusaha industri rumahan di daerah (khususnya Jember) yang sudah memiliki konsumen tetap di pasar Internasional.

CP : 0812-4929-983 (Nuril Anwar)

Bayu Arganata

Editor & Content Writer at lokalkarya.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *