Kopdar Masyarakat Tanpa Riba (MTR) Tapal Kuda, dari Perkenalan Bisnis hingga Sharing Ilmu Bermanfaat
LokalKarya.id – “Tombo Ati” bisa jadi adalah sebuah lagu yang populer, namun sebenarnya itu adalah syair yang ditulis oleh seorang ulama bernama Yahya Bin Muadz Ar Razi (258 H). Syair ini mengisahkan 5 perkara yang merupakan obat hati. Perkara kelima adalah berkumpul dengan orang yang sholeh.
Mungkin banyak yang tidak tahu bahwa di Jember ada sebuah komunitas bernama Masyarakat Tanpa Riba (MTR), dimana komunitas ini dengan konsisten terus menyiarkan bahaya utang dan riba bagi kehidupan dunia dan akhirat. Komunitas ini terdiri dari berbagai kalangan masyarakat mulai dari pengusaha, guru, karyawan, dan lain-lain. Komunitas yang memiliki wadah berupa grup Whatsapp ini memiliki beberapa program atau kegiatan. Salah satu diantaranya adalah kopdar (kopi darat atau pertemuan) warga MTR.
Kopdar warga MTR adalah pertemuan anggota-anggota MTR yang selama ini hanya berinteraksi di dalam grup Whatsapp. Pada Minggu, 8 Oktober 2017 di NOG Resto, Perum Gunung Batu C2, akhirnya terealisasilah Kopdar MTR Tapal Kuda (sebutan untuk MTR chapter Jember, Situbondo-Bondowoso, dan Banyuwangi) yang ketiga.

Acara kopdar kali ini dihadiri kurang lebih oleh 80 orang, dan dimulai dengan ta’aruf (perkenalan) warga. Pada sesi ini banyak warga dengan semangat memperkenalkan diri dan produk yang menjadi andalan bisnisnya. Salah satunya ada Irfan, pemilik Roti Bakar Santri dari Situbondo; Anis Eko, pemilik CV. Tekling; Sigit W, pengusaha Edamame Crispy; Nurcholis Irfansyah, owner Tabarrok (Terang bulan barokah); Bidan Fitri, owner dan pengelola Griya Bidan Spa, Smart Baby Class, dan Griya Bekam; Lukman Adriansyah, owner Lukasya Land and Property Syariah; dan masih banyak lagi.
“Tidak akan bergeser dua telapak kaki seorang hamba pada hari kiamat sampai dia ditanya tentang umurnya kemana dihabiskannya, tentang ilmunya bagaimana dia mengamalkannya, tentang hartanya dari mana diperolehnya dan kemana dibelanjakannya, serta tentang tubuhnya untuk apa digunakannya.” (HR. At-Tirmidzi). Hadits inilah yang kiranya menjadi pondasi kuat mengapa para warga MTR berkumpul.
Sesi kedua dibuka oleh para coach dari MTR Jember yang diawali oleh Ari Rahman, seorang pengusaha developer dan kontraktor syariah di Jember yang juga owner Amany Residence dan TB Tegal Jaya Putra. Pada kesempatan kali ini, ia menyampaikan bahwa penting sekali bagi manusia untuk memperhatikan bagaimana caranya menjalani kehidupan dan mencontoh keteladanan nabi dan para sahabatnya. Seorang yang kaya tidak bisa dinilai dengan kekayaan yang dia miliki semata, tapi juga melalui tingkah lakunya. Dan yang terpenting adalah bagaimana memanfaatkan harta yang dimiliki di jalan Allah, karena semua akan dipertanggungjawabkan kelak.

Coach kedua yang memberi arahan adalah Nuri Hendra, owner dari SHAREA Property, ia menyampaikan mengenai tabiat buruk utang antara lain : tersiksa di malam hari, terhina di malam hari, membuat ketagihan (utang), dosis (utang) makin bertambah, sering ingkar janji, menjadi terbiasa berbohong, hingga bunuh diri. Dan yang paling menyakitkan dari semua itu, pada zaman sekarang, hampir semua utang ada ‘RIBA’nya, padahal dosa riba ibaratnya seperti dosa seorang anak yang berzina dengan ibu kandungnya sendiri.

Chef Rofiq, yang merupakan chef andalan di NOG Resto dan owner Warung Klenger tampil sebagai coach ketiga yang memberi masukan tentang selling. Chef yang satu ini menyampaikan bahwa selling is helping. Menurutnya pengusaha yang baik adalah pengusaha yang suka memberi bonus. Dan sekedar info, di NOG Resto, ia menerapkan sistem bila konsumen merasa makanan yang disajikan tidak enak, maka tak perlu membayar
Tidak kalah menarik, Coach Arya, owner dari AHA, membagi ilmunya tentang bagaimana melejitkan bisnis dengan rumus 3M : Market, menyesuaikan produk kita dengan kebutuhan pasar; Message, kekuatan pesan iklan yang kita sampaikan; dan Media, ketepatan media iklan sesuai sasaran pasar.
Kalau berbicara mengenai bagaimana menjalani kehidupan tentu tidak melulu soal bisnis, pada sesi terakhir, ada Ustadzah Gadinia Bunga Vita yang berbagi pengalamannya mengikuti event SPI (Smart Parent Institute). Di SPI, tidak hanya diajarkan bagaimana cara mendidik anak, namun juga bagaimana cara menjadi orang tua cerdas agar bisa mendidik anak seperti yang Allah inginkan, yaitu anak-anak yang taat dan patuh pada Allah SWT.

Anak adalah titipan Allah yang ‘limited edition’, tidak ada gantinya dan tidak ada tandingannya, karena itu mencetak anak-anak kita seperti yang diinginkan Allah jauh lebih penting daripada seperti yang kita atau kebanyakan orang inginkan. Anak-anak ini adalah bekal para orang tua yang diharapkan akan merawat kita saat telah tua dan mendoakan kita saat kita telah mati. Seperti dalam sebuah hadits riwayat Muslim, ‘Apabila manusia meninggal dunia, maka terputuslah segala amalannya itu kecuali tiga hal : Ilmu yang bermanfaat, shadaqoh jariyah, serta anak sholeh yang mendoakannya.’
Kondisi anak-anak di zaman sekarang sangat memprihatinkan, karena maraknya pergaulan bebas, perzinahan, narkoba dsb. Itu semua karena kebanyakan orang tua mendidik anak-anaknya tidak menggunakan ‘manual book’ yang benar yaitu Al-Qur’an. Padahal Allah menitipkan seorang anak pada orang tua dengan harapan dan kesempatan besar agar anak itu nantinya menjadi khalifah (pemimpin) di muka bumi. Ilmu parenting ini termasuk penting karena maypritas yang hadir adalah para warga yang telah memiliki peran sebagai orangtua.
Dan kabar baiknya, dalam kopdar kemarin, MTR akan insyaallah menghadirkan SPI di awal Desember mendatang. Tentu saja ini merupakan kabar gembira. Untuk arek lokal yang ingin memperoleh info mengenai MTR Chapter Jember Raya atau ingin bergabung di dalam komunitas ini bisa menghubungi Admin/CS via WA 081-556-631-142 atau Chef Rofiq 081-216-572-312.
