Konon Katanya, Mandi Di Gowa Tetes Lumajang Bisa Bikin Enteng Jodoh
LokalKarya.id – Goa Tetes Pronojiwo Lumajang merupakan sebuah wisata goa yang didalamnya dipenuhi dengan keragaman stalagmit dan stalagtit yang eksotis. Goa ini memiliki warna kuning keemasan. Warna tersebut tercipta karena adanya bebatuan di sekeliling goa yang tercampur dengan belerang.
Secara persis nya, Goa ini berada tepat di bawah sebuah air terjun. Sehingga air yang dibawa oleh arus air terjun pun merembes masuk ke dalam goa. Rembesan tersebut menetes melalui dinding goa,dan hal itulah yang melatar-belakangi asal usul nama Goa Tetes ini.

Meskipun perjalanan menuju lokasi Goa sedikit melelahkan, namun semua itu akan terbayar dengan panorama pemandangan yang ada di sepanjang jalan, sehingga perjalanan pun terasa menyenangkan. Ketika anda menyusuri jalan setapak yang menuju lokasi wisata, anda akan menjumpai panorama tebing, tumbuh tumbuhan, dan lumut yang cantik.
Banyak sekali mitos yang beredar di masyarakat Lumajang, khususnya warga Pronojiwo mengenai Goa Tetes ini. Mitos tersebut tidak lain adalah tentang asmara. Konon katanya barang siapa yang berkunjung dan mandi menggunakan air yang ada di goa ini dapat membuat seseorang tersebut menjadi tampak awet muda.

Selain dapat menjadikan awet muda, dikatakan juga air terjun ini dapat membuat wisatawan yang berkunjung ke tempat tersebut untuk dimudahkan dalam mendapatkan atau menemukan jodoh nya. Bahkan, sebuah hubungan yang kurang harmonis pun akan bisa kembali baik setelah mandi menggunakan air tersebut. Penulis sendiri tidak tau pasti tentang kebenaran mitos tersebut, namun apa salahnya jika anda liburan sambil mandi di tempat ini. Toh airnya juga bersih dan menyegarkan.

Goa Tetes terletak di Desa Sidomulyo, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Jika berangkat dari Kota Lumajang, kurang lebih memakan waktu 1 jam perjalanan. Jarak Goa Tetes dari pusat kota Lumajang kurang lebih 50 KM. Apabila anda berniat untuk berkunjung ke wisata ini disarankan menggunakan sepeda motor. Karena, jalan menuju lokasi agak sempit, sehingga sedikit susah untuk di lalui kendaraan roda empat, terutama jika berpapasan dengan sesama mobil.
Sumber: tabloidwisata.com
