Keripik Nangka Jember Untuk Eropa
LokalKarya.id – Desa Wonosari, Kecamatan Puger, lokasinya terbilang jauh dari pusat kota Jember. Butuh waktu sekitar satu setengah jam perjalanan bila masyarakat dari sana ingin mengunjungi Alun-alun Jember. Namun siapa sangka, di desa tersebut ternyata ada sebuah industri rumahan yang memproduksi Keripik Nangka dan sudah menembus pasar Internasional, pasarnya kesejumlah negara di Eropa.
Industri rumahan keripik nangka tersebut dimiliki oleh wawan khoeroni, warga asli Desa Wonosari. Ia mulai tertarik dengan dengan bisnis keripik nangka sejak tahun 2013. Dimulai dari ketika dia melihat potensi buah nangka di Jember cukup banyak dan belum dimanfaatkan secara maksimal. Dari situ, Wawan melihat peluang yang cukup bagus dari komoditas nangka. Bersama istrinya, ia berinisiatif membuat nangka menjadi keripik. Agar daya tahan dan masa kadaluarsa camilan ringan itu bisa lebih lama.

Awal menjalankan usahanya, Wawan memberdayakan warga-warga sekitar rumahnya untuk bekerja di industri rumahan tersebut. Tetangga-tetangga yang masih belum memiliki pekerjaan, juga para ibu rumah tangga di desanya, dengan telaten ia dan istrinya mengajari mereka dari proses awal hingga menjadi sebuah produk keripik nangka.
Selain itu Wawan juga mendapatkan bahan baku nangka dari hasil kebun milik warga sekitar. Dengan begitu, ia sudah mampu memberdayakan perekonomian di desanya.

Keripik nangka buatan Wawan awalnya hanya merambah pasar lokal saja. Selang dua tahun berjalan, keripik nangka tersebut mulai banyak dijumpai di sepanjang toko-toko snack di beberapa kota di Jawa Timur.
Seiring berkembangnya usaha yang dimilikinya, usahanya mulai dikenal banyak orang diberbagai tempat, tak terkecuali pasar luar negeri. Sebagian besar peminatnya berasal dari konsumen di Malaysia dan Eropa.
Untuk memenuhi pasar ekspor, Wawan mampu memproduksi keripik nangka sebanyak 1-4 ton. Kapasitas tersebut harus dipenuhi Wawan dua kali dalam sebulan. Standart kemasan pun sudah memenuhi kualitas pasar Internasional. Sehingga tidak perlu dikhawatirkan lagi oleh konsumen Eropa mengenai kehigienisannya.
Alat-alat produksi yang digunakan pun juga merupakan alat produksi dengan standart dan kualitas seperti perusahaan besar yang memproduksi makanan ringan pada umumnya. Hanya saja jumlahnya masih terbatas dan hanya mampu memproduksi keripik nangka dengan jumlah dibawah 5 ton.

Untuk konsumen Eropa, Wawan mengirimkan produknya tersebut dalam bentuk curah atau kemasan besar. Sehingga tidak menutup kemungkinan bila di Eropa keripik nangka tersebut dikemas kembali dengan lebih menarik dan dengan kapasitas lebih sedikit untuk kemudian dijual kembali di Indonesia dengan harga yang lebih tinggi.

Permasalahan klasik tersebut memang masih menjadi sesuatu yang sedang diupayakan bagi pemerintah pusat untuk mengatasinya. Sebab, dukungan dan peran dari pemerintah daerah saja masih belum cukup. Butuh peran yang lebih besar lagi, yaitu peran pemerintah pusat untuk memperhatikan Wawan dan pengusaha-pengusaha industri rumahan di daerah, khususnya Jember yang sudah memiliki konsumen tetap di pasar Internasional. (bayuarganata)
Harga Retail :
1ons : Rp. 20.000
2ons : Rp. 30.000
CV. Hikari
CP: +628 12-658-4568 (Wawan Khaeroni)
+822 312 577 73 ( Asa Ardhiyana )
