More
    HomeKreasi PemudaKampung Penuh Warna Di Pulau Santen Banyuwangi

    Kampung Penuh Warna Di Pulau Santen Banyuwangi

    Published on

    spot_img

    lokalkarya.id – Larangan “Jangan corat-coret tembok!” tidak berlaku lagi di Kampung Pusan, Desa Karangrejo,  Banyuwangi, Jawa Timur. Tidak ada orang tua yang kesal bila melihat anak-anak mulai menggoreskan kuas-kuasnya ditembok rumah.

    pantai dan kampung penuh warna

    Di Pulau dengan luas 8.5 hektare ini, pengunjung tak hanya bisa menemukan suasana pantai yang berwarna-warni dengan bantal pantainya. Di perkampungan tempat tinggal warga sekitarpun penuh warna dan pesan moral kebaikan. Sejak keunikan kampung ini banyak dibicarakan, banyak juga wisatawan yang datang sekedar untuk melihat-lihat daerah sini.

    Kampung Pusan, singkatan dari Pulau Santen, menurut warga sekitar nama ini sengaja di pilih untuk memudahkan wisatawan mengingat nama daerah ini, terlebih wisatawan manca negara agar tidak susah menyebutnya.

    “Serasa ada di taman bermain atau sekolah TK, asik. Nggak akan stress pasti kalau tinggal di sini,” komentar Ayu, salah satu pengunjung Kampung Pusan.

    Ya, disinilah tempat para komunitas Doodle Art, Pena Hitam dan Mahasiswa Pecinta Alam Universitas PGRI Banyuwangi (Mapala Uniba) menuangkan ide kreatifnya. Bahkan komunitas pelukis mural dan doodle dari luar  kota Banyuwangi, seperti Bali, Surabaya, teman-teman seni dari UNS (Universitas Negeri Sebelas Maret) Solo, juga bebas mengeksplor warna-warni cat, bersama anak-anak di kampung Pusan.

    mural bertemakan ajakan menjaga lingkungan

    Gerakan melukis mural yang dimulai Maret 2017 ini, memiliki tema mengenai kehidupan nelayan, ajakan menjaga lingkungan sungai dan laut, dipadukan dengan semangat nasionalisme. Untuk biaya melukis mural di 80 dinding rumah warga itu, para komunitas pelukis bersama warga menggunakan dana iuran secara swadaya.

    Tak sampai disitu saja, untuk memberikan kenyamanan pada para pengunjung, masyarakat Kampung Pusan, Pulau Santen tergugah untuk menjual sajian makanan khas daerah tersebut, yaitu Sate Kicin dan Rembulung (sejenis rumput laut).

    “Masyarakat di sini sepakat tetap tidak menghilangkan suasana kampung yang khas, tenang dan sengaja jalan nggak diperbesar, biar nggak bising kendaraan juga,” ujar Andre, salah satu penggagas kesenian mural di Kampung Pusan.

    Kini suasana kampung berubah 180 derajat. Lebih hidup dengan aktifnya kelompok-kelompok masyrakat seperti kelompok nelayan, kelompok pelajar dan kelompok wirausaha. Anak-anak makin semangat juga untuk berkreasi dengan membuat pertunjukan-pertunjukan kecil setiap bulannya.

    Latest articles

    5 Tempat Seru untuk Kamu yang Mau Melewatkan Malam Tahun Baru di Kota Jember Saja

    LokalKarya.id - Apa kabar arek lokal di penghujung tahun 2017 ini? Sudahkah membuat resolusi...

    Mengisi Hari Libur Sekolah, ini Kegiatan Menarik yang dilakukan Pemoeda Pemoedi Condro

    Mengisi Hari Libur Sekolah, ini Kegiatan Menarik yang dilakukan Pemoeda Pemoedi Condro

    Komunitas Pena Hitam : Wadah Anak Muda Berkumpul, Berbagi, serta Bebas Berkarya Seni

    LokalKarya.id - Seiring dengan perjalanan waktu dan perkembangan zaman now, Jember tumbuh dan berkembang...

    5 Alasan Kamu Harus Nonton Film Dilan 1990

    LokalKarya.id - "Jangan rindu, berat. Kamu nggak akan kuat, biar aku saja". Nggak asing...

    More like this

    5 Tempat Seru untuk Kamu yang Mau Melewatkan Malam Tahun Baru di Kota Jember Saja

    LokalKarya.id - Apa kabar arek lokal di penghujung tahun 2017 ini? Sudahkah membuat resolusi...

    Mengisi Hari Libur Sekolah, ini Kegiatan Menarik yang dilakukan Pemoeda Pemoedi Condro

    Mengisi Hari Libur Sekolah, ini Kegiatan Menarik yang dilakukan Pemoeda Pemoedi Condro

    Komunitas Pena Hitam : Wadah Anak Muda Berkumpul, Berbagi, serta Bebas Berkarya Seni

    LokalKarya.id - Seiring dengan perjalanan waktu dan perkembangan zaman now, Jember tumbuh dan berkembang...