Belajar Sejarah Di Museum Probolinggo
LokalKarya.id – Museum Probolinggo adalah sebuah museum di Kota Probolinggo, provinsi Jawa Timur, Indonesia. Gedung Panti Budaya sebagai gedung yang dewasa ini dijadikan sebagai Museum Probolinggo telah menjadi ikon pariwisata di Kota Probolinggo.
Sebagai pusat sejarah dan budaya, museum Probolinggo memegang peranan penting dalam menunjang proses pembelajaran bagi para wisatawan. Dengan dilengkapi berbagai atribut benda – benda bernilai sejarah serta replika yang mencerminkan eksistensi sebuah budaya bernilai tinggi , mampu meningkatkan citra kota Probolinggo sebagai kota sejarah .
Berbagai aset peninggalan pada masa penjajahan Belanda turut menambah koleksi museum Pobolinggo. Museum Probolinggo yang secara resmi dibuka oleh Kepala Dinas Pariwisata dan Budaya Propinsi Jawa Timur pada saat penyelenggaraan MPS 2, juga didukung oleh berbagai institusi terkait, seperti Museum Empu Tantular.

Diharapkan dengan penerapan kerjasama yang semakin beragam dengan berbagai unit kerja, akan meningkatkan kualitas dan kuantitas produk hasil peninggalan sejarah di Museum Probolinggo. Museum ini terbuka bagi umum untuk setiap harinya dari mulai jam 08:00 – 15:00 WIB. Bagi para pengunjung museum tidak dikenakan tiket masuk.

Di ceritakan dalam sebuah poster raksasa di sudut ruangan museum tentang Gemeente Probolinggo yang merupakan cikal bakal dari kota Probolinggo yang berbentuk pemerintahan. Di dalamnya terdapat informasi tentang Probolinggo yang akhirnya menjadi kota Gemeente karena Probolinggo kala itu menjadi kota strategis secara tata letaknya karena dikelilingi beberapa pabrik gula dan perkebunan temabakau.
Selain itu, karena Probolinggo merupakan kota pelabuhan yang dapat menampung hasil perkebunan dan mengekspor hasil perkebunannya sendiri menjadikan Probolinggo sebagai daerah yang strategis dan akhirnya menjadikannya sebagai daerah dengan bentuk Pemerintahan. Gemeente Probolinggo terus berkembang sesuai dengan zamannya kala itu hingga jaman penjajahan Belanda dan tepat pada 1 Juli 1918 akhirnya dibentuklah secara resmi untuk kali pertama Gemeente Probolinggo yang dewan perwakilannya terdiri dari delapan orang bangsa Eropa, empat bangsa Indonesia dan empat bangsa Asia. Dan dalam perkembangannya sistem Gemeente Probolinggo terus berjalan hingga saat ini.
