Barbie Berkostum Jember Fashion Carnaval (JFC)
LokalKarya.id – Barbie adalah boneka yang diproduksi oleh perusahaan Amerika, Mattel, dan diperkenalkan pada Maret 1959. Pembuat boneka ini, Ruth Handler, mendapatkan inspirasi dari sebuah boneka asal Jerman yang bernama Bild Lilli. Seiring berjalannya waktu, boneka ini menyebar penjualannya ke seluruh penjuru dunia. Dan menjadi trend koleksi boneka bagi perempuan di berbagai kalangan sekaligus usia. Bentuknya yang anggun kerapkali membuat daya tarik tersendiri bagi perempuan mana saja untuk mengkoleksinya.

Nilai dari estetika pada boneka barbie biasanya ditentukan juga dari baju atau kostum yang digunakan boneka tersebut. Yup, boneka barbie dibalut dengan kostum gaun warna-warni, pasti akan menggoda mata untuk ingin memilikinya. Banyak para perempuan mengoleksi boneka barbie sejak usia dini, kemudian ditambah dengan mengoleksi ragam baju-baju untuk sang barbie. Bukan hanya anak-anak saja, kolektor barbie juga banyak diminati orang dewasa, sebagai pemanis ruangan, juga sebagai icon dari sebuah instansi dan lain-lain.

By the way, untuk menjahit atau membuat gaun dan kostum asli yang dipakai manusia saja tidak mudah, bagaimana dengan membuat baju/kostum untuk boneka barbie yang ukuran tubuhnya kecil? Pasti lebih rumit. Nah, keahlian ini yang dimiliki Tiara Adinda Sari, brand ambassador Jember Fashion Carnaval (JFC). Keterampilan mendesain dan menjahitnya, juga ia tuangkan pada kostum barbie-barbie. Keterampilannya dalam pembuatan kostum barbie yang dilatar belakangi dari kegiatan JFC ini memang tidak mengherankan. Karena sejak lama ia pun telah bergabung di dalam kubu Jember Fashion Carnaval. Alumni Universitas Jember ini mengasah ide kreatifnya sejak masih dibangku sekolah dan bergabung dengan JFC ditahun 2004.
“Banyak sekali yang aku dapatkan dari JFC, selain sudah mengunjungi berbagai daerah di Indonesia, beberapa negara seperti Singapura, Malaysia, Korea, China, India, Seychelles dan Afrika. Bertemu dengan dengan orang orang punya karya hebat juga diluar sana,” terang Tiara.
“Bikin barbie berawal dari JFC, karna di situ para leader defile dan tim diwajibkan untuk membuat kostum barbie setiap tahunnya, kalau tidak salah sejak tahun 2010. Tapi baru tahun 2015 aku baru mulai ingin menekuni kegiatan ini,” ceritanya pada lokalkarya.id.

Kostum barbie yang sudah dibuat diantaranya adalah mini costume dari carnaval costume JFC ini sangat detail, sama dengan kostum aslinya. Dari detail ornamen hingga bahan kain yang digunakan, Tiara benar-benar memilih kain yang berkualitas. Satu boneka ia jual dengan harga 500 hingga 750 ribu rupiah.
“Kostum barbie gini sangat mudah ditiru atau dilakukan oleh orang lain, juga ada yang jual dengan harga jauh murah di bawahku, itu akan menurunkan pasaran. Tapi biasanya konsumen yang baik akan memilih kualitas yang baik juga. Aku nggak terlalu mau ambil pusing dengan itu, tugasku adalah harus terus berinovasi,” tambahnya.

Dari pengalaman gadis yang pernah meraih Wakil II Raki Jawa Timur ini, tentunya menambah referensinya dalam berkarya dan mengembangkan Jember Fashion Carnaval bersama orang-orang kreatif dan karya yang luar biasa dari Jember.
“Selain meningkatkan kemampuan berkaryaku, alasan untuk tetap bertahan bersama JFC, terinspirasi juga dari mas Dyan Fariz, berkarya tulus untuk banyak orang juga kabupaten Jember ini dapat menjadi lebih maju dan semakin unggul, dari JFC banyak keterkaitan di dalamnya dan bisa menguatkan satu sama lain.Seperti tersokong ekonominya baik pedagang asongan, tukang parkir, toko kecantikan, toko kain, anak biasa yang akhirnya bisa sewa menyewakan kostum, bisa make up dan dapat uang, bisa membuat pernak pernik lalu dijual, bahkan untuk hal yang besar seperti keuntungan untuk hotel, travel dll.” pungkasnya.
Jejaring sosial:
tiaraadindasari (IG, FB, Twitter)
