Griya Batik Notohadinegoro – Batik Motif Tembakau Khas Jember
LokalKarya.id – Mendengar nama Notohadinegoro, bukanlah hal asing bagi warga Jember ataupun orang-orang yang sering berkunjung ke Jember. Nama Bandara yang ada di kota Jember adalah Bandara Notohadinegoro, nama salah satu Stadion yang ada di Jember pun demikian. Tapi rasanya masih terasa asing bila mendengar nama Notohadinegoro dipakai sebagai nama salah satu brand batik di kota Jember. Sebuah Griya Batik dengan motif andalan kota Jember yaitu motif tembakau. Di Griya tersebut, batik Jember dibuat agar bisa menjadi unik dan elegan, dengan perpaduan warna-warna yang pas, dan tentunya jauh dari kesan kaku dan tua.

Griya Batik Notohadinegoro yang terletak di Jalan MT. Haryono No. 136, Wirolegi ini adalah milik Indhi Naida Wulandari. Tepatnya setahun lalu, di 10 Juni 2015, Indhi –sapaan akrab sang pemilik– memulai usahanya dalam dunia batik membatik ini. Kegemarannya memakai batik serta memiliki jaringan di bidang fashion designer menjadi titik awal berdirinya usaha yang saat ini ia tekuni saat ini.
“Awalnya sering berkumpul dengan teman-teman fashion desainer, dan memang suka memakai batik, dulunya juga sering bikin desain sendiri kemudian pesan ke pembatik lain, lama-lama tercetus untuk keinginan membuat batik itu sendiri”, cerita Indhi pada lokalkarya.id saat ditemui di griya batiknya.
Sebelum memulai usahanya sang owner melakukan studi banding ke beberapa pengrajin batik yang ada di Yogjakarta, Solo, Madura dan juga Bali. Dari hasil pengamatan Indhi di beberapa pengrajin tersebut, akhirnya ia paham betul mengenai seluk beluk dari batik sendiri. Berbagai kekurangan dan kelebihan soal batik dia olah sedemikian rupa untuk memberikan kualitas yang baik pada hasil di Griya Batik Notohadinegoro ini. Hal itulah yang membuat Griya Batik Notohadinegoro memiliki kualitas yang cukup baik dari segi desain, kain, serta jenis pewarnaan yang digunakan.


Selama satu tahun ini, tak hanya masyarakat umum yang tertarik pada kreasi batik Notohadinegoro. Griya Batik Notohadinegoro juga dipercaya oleh beberapa instansi pemerintah dan swasta untuk mendesain batik sekaligus model seragam yang pas untuk keseharian dalam aktivitas bekerja. Beberapa waktu lalu Kantor Pariwisata dan Kebudayaan Pemerintah Kabupaten Jember mempercayakan Griya Batik Notohadinegoro sebagai salah satu pendukung acara Festival Batik Jember dan Duta Batik Jember. Uniknya lagi, Ublank (udeng blangkon atau penutup kepala bercirikan Pendalungan, perpaduan budaya Jawa dengan Madura) dari Griya Batik Notohadinegoro mampu menarik untuk dijadikan bingkisan bagi tamu-tamu yang datang ke kota Jember.

Dalam mengembangkan karyanya, griya batik yang satu ini juga kerap diperkenalkan di berbagai acara fashion di luar kota Jember. Baru-baru ini, Griya Batik Notohadinegoro turut serta dalam acara bergengsi “Jakarta Fashion and Food Festival”, berkolaborasi dengan Fashion Designer ternama yaitu Monalisa Lambang. Seri batik classic yang dipilih dalam acara ini. Warna-warna gelap nan classic garapan Griya Batik Notohadinegoro menjadikan motif-motif tembakau ini terlihat modern dan sungguh mewah.


Perjalanan selama setahun tidak membuat Indhi sebagai pemilik Griya Batik Notohadinegoro berpuas diri. Bulan ini ia sedang mempersiapkan event Bali Fashion Week, yang sekaligus sebagai perwakilan dari Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) cabang Jember. Selain itu ada beberapa project yang akan dilakukannya untuk beberapa bulan kedepan. Lewat Griya Batik Notohadinegoro, Indhi ingin membuat acara fashion bergengsi yang tidak kalah dengan kota-kota besar lain di Indonesia.
“Kedepannya ingin juga untuk bikin acara bersama UKM dan pembatik lain, bikin acara bergengsi yang tidak kalah dengan ibu kota, seperti Bali Fashion Week, Jakarta Fashion Week”, ujarnya.

Semakin tinggi pohon, semakin kencang pula angin yang berhembus menerpanya. Begitu juga dalam usaha, dala setiap usaha tentunya harus siap menghadapi kendala yang ada, Indhi pun mengakuinya. Namun selama ini malah ia menganggap kendala adalah sesuatu yang akan semakin membuat usahanya berkembang dan besar. Termasuk dalam menghadapi competitor dan persaingan bisnis batik yang terjadi, Indhi menganggap itu semua adalah tantangan yang harus diselesaikan.
“Semakin banyak kompetitor justru memacu semangat saya untuk berkarya lagi meningkatkan kualitas dan kuantitas. Justru kalau gampang puas kita akan tertinggal”, pungkas Indhi Wulandari.

Mengatur waktu untuk menjalankan usaha dan mengurus anak, juga tidak menjadi kendala besar bagi ibu yang satu ini. Selama ini Indhi masih bisa dengan baik mengatur waktunya untuk berbisnis dan keluarganya. Hal itulah yang membuat ia menjadi seorang panutan di organisasi HIPMI yang diurusnya untuk beberapa waktu ke depan ini. (afrindwimey)
Quotes:
“Tiada hasil yang menghianati usaha!” –Indhi Naida Wulandari, Pemilik Griya Batik Notohadinegoro Jember.
Contact Person: 081233483620 / 081217778889 (Indhi Naida Wulandari)
Facebook: Griya Batik Notohadinegoro
Instagram: griyabatiknotohadinegoro
