LokalKarya.id – Siapa sangka, sangkar-sangkar burung berkicau yang banyak beredar dipasar utamanya sangkar burung perkutut adalah hasil dari tangan terampil masyarakat Kecamatan Sukowono, Kabupaten Jember. Sentra Kerajinan Sangkar Burung Perkutut itupun ternyata juga sudah dikenal luas di Indonesia. Lokasinya berada di Desa Dawuhan Mangli, wilayah utara pusat kota Jember.

Membuat sangkar burung perkutut merupakan kegiatan industri rumahan yang bisa melibatkan semua anggota keluarga. Maka tak heran bila mayoritas masyarakat desa menjadi pengrajin sangkar burung perkutut di desa tersebut.

Hal itu juga membuat hampir semua masyarakat Desa Dawuhan Mangli memiliki keahlian membuat sangkar burung perkutut. Kegiatan membuat sangkar burung tersebut sudah lama ditekuni masyarakat desayang terjadi secara turun temurun, dari generasi ke generasi.
Mayoritas masyarakat Sukowono, khususnya di Desa Dawuhan Mangli memang terus menekuni kerajinan turun temurun ini. Karena bagi warga sekitar, membuat sangkar burung perkutut bisa menambah pendapatan. Bahkan bisa memenuhi kebutuhan hidup keluarga yang selama ini kurang bisa tercukupi dari hasil pertanian.
Pengrajin Sangkar Burung Desa Dawuhan Mangli punya identitas tersendiri. Karena setiap pengrajin memiliki keunggulan dan ciri khas. Ciri khas dan keunikan itu dikarenakan setiap pengrajin memiliki tingkat keahlian yang berbeda-beda dalam mengkreasi sangkar burung buatanya.

Beberapa pengrajin mengaku di setiap pekannya masing-mereka mampu memproduksi sebanyak 10 sangkar bila permintaan kualitas yang sangat bagus, dan 8 sangkar bila permintaan kualitas yang standart, tergantung konsumen.
Kualitas yang membedakan biasanya terdapat pada lukisan motif yang terdapat di sangkar burung tersebut. Bila motif yang bagus dan agak rumit, maka pengerjaannya membutuhkan waktu yang cukup lama. Bisa sampai 3 hingga 4 hari per sangkarnya.
Kemudian juga dari bentuk yang diinginkan konsumen. Para pengrajin di Desa Dawuhan Mangli menyediakan dua bentuk, yaitu melingkar dan persegi.

Awalnya memang dulu pekerjaan membuat sangkar burung perkutut merupakan pekerjaan sambilan warga desa. Namun seiring berkembangnya desa yang sudah dijadikan sebagai sentra industri sangkar burung ini, warga desa benar-benar serius dan membuatnya sebagai pekerjaan utama.
Warga desa membuat sangkar burung bersama-sama, dikerjakan secara tradisional dengan tangan dan dengan peralatan yang sederhana. Dengan sistem seperti itu, warga desa sudah turut mempertahankan cara pembuatan secara tradisional. Hal itu pula yang yang membuat produk sangkar burung perkutut dari Desa Dawuhan Mangli makin dikenal dan bisa bersaing di pasaran. Permintaannya pun tak hanya dari Jawa Timur saja, namun juga datang dari daerah Jawa Tengah, Jawa Barat, Jakarta, Bali, hingga Pulau Sumatera. (bayuarganata)
