“Nyipok” Halal Cuman Ada di Cipok
LokalKarya.id – Kalau denger kata “cipok”, hayo apa yang ada di pikiran arek lokal? Eits, jangan negatif dulu ya. Cipok nama jajanan yang sempat nge-hits loh di Jember. Dari namanya memang sudah bikin menerka-nerka jajanan apa sih yang namanya agak nyentrik ini.
Cipok sebenarnya singkatan dari Cilok Punya Orang Kece. Konotasi unik yang dibuat owner nya memang berhasil membuat orang-orang penasaran. Seperti namanya, cilok ini memang beda dari cilok-cilok yang biasa kamu temui di pinggir jalan.

Owner Cipok, yang akrab dipanggil Ivan ini memanfaatkan “stuckness” dari jajanan cilok yang terus menerus digemari oleh masyarakat. Siapa sih yang nggak suka makan cilok? Jajanan ini memang mengenyangkan dan merakyat.
Dari situlah, Ivan mulai merintis berjualan cilok yang beda dari cilok biasanya. Cipok ini merupakan cilok sehat dengan varian topping dan saos. Awalnya, Cipok hanya menyediakan satu saos saja, yaitu saos spaghetti. Dengan varian ayam, tuna, dan kornet. Jadi isinya bukan tepung kanji saja seperti cilok yang biasanya arek lokal temui.

Usaha yang digeluti dari semester 5 saat Ivan kuliah ini mengalami pasang surut yang dramatis. Cipok tidak langsung punya outlet seperti sekarang. Dulu Ivan sendiri hanya menjual dengan gerobak dan akhirnya merambah pemasaran melalui media digital, serta melayani delivery order.
Saat Ivan masuk semester 6, ia membuka stand di Foodcourt Mastrip. Namun, nyatanya kedainya tidak berjalan mulus. Lidah masyarakat yang masih susah untuk makan sehat membuat Cipok bangkrut dengan kerugian hingga mencapai 8 juta rupiah.
Namun, semangatnya tidak berhenti sampai disitu. Ia memulai kembali usahanya di Kota Malang, mencari peluang pasar yang lebih besar. Benar saja, apresiasi konsumen di Malang melesat. Dalam satu hari, Cipok bisa mengirim 20- 0 porsi dengan memanfaatkan Instagram. Hanya dengan delivery order saja tanpa membuka gerai. “Usaha selalu ada tantangan di dalamnya”, ujar ayah muda ini. Benar saja, usahanya di Malang menemui kendala baru.

Lagi-lagi Cipok harus gulung tikar. Jajan cilok inovasi baru ini kemudian membuka Cipok Jember lagi dengan sistem pre-order. Permintaan gerai dari konsumen semakin besar. Dalam tiga minggu awal, Cipok berhasil menghabiskan 20-25 porsi. Lalu Ivan pun mencoba mengirimkan proposal kerja sama dengan beberapa café yang ada di Jember. Meski ditolak sana sini. Akhirnya, gerai di Jember pertama kali dibuka di Jalan Sumatra, satu tempat dengan Do Café. Usahanya melambung pesat dengan total pernah menghabiskan hingga 100 porsi. Melambungnya permintaan konsumen ini terjadi saat dirinya mengajukan pertanyaan dan menyebutkan nama produk nyentriknya di seminar KSKM Universitas Jember.
Seratus porsi habis dengan kisaran harga per porsi 6000-8000 rupiah. Akhirnya Cipok membangun gerainya sendiri juga di Jalan Kalimantan. Dengan gerai yang besar dan varian menu yang beragam. Ivan sempat dianggap gila oleh teman-temannya. “Ruko besar cuman buat jualan cilok”, begitulah persepsi orang terhadap cilok yang merupakan jajanan legendaris murah ini.

“Usaha itu bagai roller coster”, ungkap Ivan lagi pada saat perbincangan dengan Lokal Karya sore itu. Memang benar saja. Cipok sudah berkali-kali jatuh dan menemukan titik baliknya. Hingga saat ini, gerai Cipok berada di Jalan Hayam Wuruk, tepat berada di depan SMA 4 Jember.
Kini Cipok telah menciptakan beberapa inovasi baru dengan titik baliknya. Untuk masyarakat luar Jember, Cipok bahkan telah memasarkan Cipok frozen yang sudah sampai ke pasar Pulau Kalimantan.
Ke depan, Ivan berharap akan dapat menjalin kerja sama dengan mahasiswa untuk menjadi reseller Cipok. Setiap reseller akan mendapat cashback sebesar 1000 rupiah untuk setiap porsinya dan akan mendapat reward jika telah mencapai beberapa poin tertentu. Rencananya, setiap minggunya juga akan diadakan semacam ajang berkumpul untuk menyampaikan saran dan pendapat terbuka tentang Cipok antara reseller dan owner.

Usaha yang digeluti lelaki 25 tahun ini telah mencapai omset rata-rata 25 juta rupiah per bulannya. Harapan lainnya yang ingin ia rajut adalah membentuk Cipok menjadi sebuah perusahaan hulu ke hilir. Ada satu quote dari Ivan yang bisa ditanamkan buat semua arek lokal nih. “Jangan memulai usaha apapun tanpa restu orang tua”,
ungkapnya mengakhiri sesi ngobrol dengan Lokal Karya. Gimana arek lokal? Sudah “nyipok” kah hari ini?
