Lokal Karya

Support Karya dan Usaha Lokal Di Sekitar Anda…

Lokal Karya

Support Karya dan Usaha Lokal Di Sekitar Anda…

Events

BPS Kabupaten Jember Gelar Ekspos Data di Momen HSN 2017

LokalKarya.id – Mendengar kata Statistik, sebagian orang, mungkin termasuk arek lokal pasti langsung terbayang data-data berupa deretan angka yang kompleks. Umumnya masyarakat awam memang berpikir semacam itu, karenanya di momen hari statistik nasional yang jatuh pada 26 September, Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Jember memanfaatkannya untuk memperkenalkan statistik agar diakrabi publik.

Salah satu bentuk sosialisasi BPS Kabupaten Jember kepada publik adalah dengan menggelar Ekspos Data Hari Statistik Nasional (HSN) dengan mengusung tema “Kerja Bersama dengan Data”. Acara yang diadakan pada Selasa, 10 Oktober 2017, bertempat di Hall Grand Restaurant Cempaka Hill Hotel Jember itu mengundang sekitar 100 perwakilan instansi ataupun perusahaan yang bekerjasama dengan BPS Kabupaten Jember dalam hal pengumpulan data, selain dihadiri beberapa awak media cetak, online, maupun elektronik, termasuk Lokal Karya pastinya.

Selain ekspos data, pada kesempatan acara yang juga terselenggara berkat kerjasama dengan Bank Mandiri Jember ini, juga mengumumkan pemenang Lomba Infografis yang diselenggarakan BPS Kabupaten Jember untuk umum. Hadir sebagai pemenang pertama yang juga diberi kesempatan untuk mempresentasikan karyanya adalah Basofi Ali Mashudi dari Jember. Disusul pemenang kedua dari Kalimantan Barat dan pemenang ketiga dari Jakarta yang juga hadir menerima penghargaan pada acara pagi hingga siang hari itu.

Acara dilanjutkan dengan talkshow atau diskusi terbuka yang menghadirkan moderator Heri Setiawan dari Radar Jember. Sedangkan narasumber yang hadir saat itu terdiri dari tiga unsur yang juga sangat berkaitan dengan data.

Nasumber pertama hadir Agusta Jaka Purwana, Ketua BPC HIPMI (Himpunan Pengusaha Muda Indonesia) Jember yang membawakan presentasi Informasi Statistik bagi Pelaku Usaha. Menurutnya, memperoleh sumber informasi peluang usaha sangatlah perlu bagi pelaku usaha, dan sumber informasi itu bisa diperoleh melalui sumber informasi primer (dari konsumen, pedagang, perantara, penjual eceran) dan sumber informasi sekunder (catatan intern wirausahawan, pemerintah, data statistik, KADIN, media massa).

  

Sedangkan Kepala Subbag Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kabupaten Jember, Handy, hadir sebagai narasumber kedua. Handy menjelaskan tentang pemanfaatan data di sektor jasa keuangan sekaligus memperkenalkan fungsi dan tugas OJK yang belum banyak diketahui publik. OJK juga menjadi salah satu pendukung data bagi BPS, terutama pada tiga ranah yang menjadi bagian pengawasan OJK, yaitu Pasar Modal, bank, dan IKNB. Ia juga menekankan perlunya transparansi di era kekinian selain literasi terhadap jasa keuangan sebelum memutuskan memiliki produk keuangan itu sendiri.

Sebagai pamungkas, Kepala BPS Kabupaten Jember, Indriya Purwaningsih juga turut memperjelas kedudukan dan tugas BPS, serta visi dan misi yang ingin dicapai oleh BPS. Ibu yang juga berhijab ini menyebutkan bahwa data memiliki urgensi yang sangat penting karena menjadi dasar menentukan kebijakan berbagai sektor. Karena itu, BPS terus melakukan transformasi dengan terus berupaya meningkatkan kualitas dan ragam data serta memperbanyak kanal pelayanan publik melalui infografis data dan mobile apps, tampilan baru website BPS, hingga media sosial BPS Kabupaten Jember (Facebook, Instagram, Twitter).

Ekspos data yang dipaparkan pada momentum itu antara lain tentang konsep penghitungan kemiskinan, angka kemiskinan Jember Tahun 2016 yang mencapai angka 265 ribu jiwa dengan garis kemiskinan makro di Jember senilai Rp. 299.823 per kapita per bulan. Data ini diperolah dari SUSENAS (Survei Sosial Ekonomi Nasional).

Selain itu ada pula data Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Jember, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Jember, Indeks Harga Konsumen (IHK) Jember, laju pertumbuhan riil PDRB Tahun 2011-2016, hasil Sensus Ekonomi 2016 Jember, hingga data pertanian, data produksi tanaman pangan, dan potensi perkebunan di Jember.

Saat dibuka forum tanya jawab, peserta yang hadir sangat antusias dan menanyakan ketidak mengertian tentang data-data yang selama ini beredar di masyarakat. Salah satunya misalnya tentang perbedaan jumlah penduduk di suatu wilayah. Indriya menjelaskan, “Khusus untuk perhitungan jumlah penduduk seperti itu, bukan data dari BPS yang simpang siur, tapi memang ada perbedaan antara data yang tercatat di BPS yang secara de facto, dengan Dispendukcapil yang secara de juris.”, ungkapnya.

Ternyata data memang bukanlah perkara main-main ya arek lokal. Kesimpulan yang disampaikan moderator hari itu, semoga data yang dikeluarkan BPS bis amenjadi instrumen valid untuk cross check berita-berita hoax yang mungkin jug amemuat data-data hoax seiring perkembangan teknologi informasi yang mengakibatkan perkembangan data yang cukup masif di kalangan masyarakat. Selamat hari statistik nasional, dan selamat kerja smart dengan data untuk BPS Kabupaten Jember dan para mitranya.

Foto : Nana Warsita

Prita Hw

Pecandu aktivitas membaca, menulis, sharing, dan traveling. Sedang asik mengelola personal & lifestyle blog selain merintis menjadi knowledgepreneur.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *