Lokal Karya

Support Karya dan Usaha Lokal Di Sekitar Anda…

Lokal Karya

Support Karya dan Usaha Lokal Di Sekitar Anda…

UMKM

Awalnya Iseng Bikin Sangkar Burung, Akhirnya Terima Banyak Pesanan

LokalKarya.id – Kreatifitas dapat muncul disetiap diri terlebih kreatifitas itu menjadi nilai ekonomis yang tinggi. Seperti yang dilakukan oleh Ahmad Suja’i pemuda kreatif asal Kecamatan Semboro ini mempunyai sebuah ide untuk membuat lapangan kerja bagi pemuda pengangguran di wilayahnya.

Berawal dari iseng, pemuda 24 tahun ini mengembangkan kreatifitasnya membuat sangkar burung yang memiliki nilai sisi seni yang tinggi. Setahun sebelum ia memulai usaha sangkar burung, Ja’i panggilan akrabnya ialah pemuda gigih yang selalu mencari terobosan untuk sebuah usaha tak sedikit usaha kecil yang ia pernah coba. Lalu bersama kedua temannya ia memulai membuat sangkar burung yang hanya bermodal patungan tak khayal setelah ia tekuni kini ia kebanjiran orderan hingga dari luar kota.

“kemarin kami kirim 7 sangkar ke pulau Bali, sekarang kami sedang menyelesaikan orderan sebanyak 15 sangkar pesanan dari teman di Bandung,” ujarnya.

Sangkar yang di produksi Ja’i ialah sangkar berbahan cor yang digunakan untuk ayam bekisar, burung hias hingga untuk tambahan keindahan taman.

Menurutnya, membuat sangkar burung hias membutuhkan keterampilan dalam membuat desain yang unik – unik. Proses pembuatannya bisa memakan waktu seminggu, adapun bahannya terdiri dari kayu dan semen, “Kayunya kami pakai jati dan mahoni, satu sangkar berukuran tinggi 80cm menghabiskan dua sak semen.” ungkapnya

Selain desain sendiri kata Ja’i, ia juga menerima desain atau model berdasarkan pesanan pembeli. Hingga saat ini, ia sudah menghasilkan aneka bentuk sangkar seperti berbentuk kubah masjid, istana kerajaan, serta sangkar menyerupai rumah – rumah gaya klasik dan modern.

Sangkar burung buatannya terdiri dari berbagai ukuran, mulai dari 60 centimeter (cm) dengan tinggi 80 cm. Lalu ada juga dengan ukuran 75 cm dengan tinggi 2 meter. Sangkar tersebut dibanderol mulai Rp 900 ribu – Rp 1,5 juta. “Harganya tergantung tingkat kerumitan serta banyaknya bahan baku.” Jelasnya.

Sementara cat yang digunakan adalah cat semprot dan warnanya sesuai dengan pesanan pelanggan. Saat ditemui di tempat produksi nya yang bertempat di Dusun Semboro Kidul Desa Semboro Kecamatan Semboro, ia mengungkapkan omzet yang ia dapat dari usaha sangkar ini tergantung berapa jumlah pesanan sangkarnya. Terkadang sampai 20 unit namun dibulan berikutnya tak jarang menolak pesanan lantaran keterbatasan modal.

“ini hanya usaha kecil kecilan mas, belum pake modal besar tapi ya orderan sudah cukup lumayan banyak link pun sudah tersebar dimana mana, ini lagi bingung buat tambahan modal.” katanya

Untuk memperlancar usahanya sebagai sarana promosi ia memanfaatkan media sosial seperti FB, Instagram, WA dan hubungan pertemanan memperlancar usahanya itu. “kami juga mengajak kepada teman untuk bekerjasama menanamkan modal untuk kembangkan usaha sangkar ini mas,” katanya.

Banyak kendala yang dihadapi Ja’i dalam menjalankan usahanya, seperti karena cuaca mendung yang menyebabkan minimnya sinar matahari sehingga waktu finishing pesanan tak tepat waktu serta alasan klasik yaitu permodalan yang minim. Tetapi demi mencapai kepuasan pelanggan, ia tetap menyelesaikan proses sampai mendapatkan hasil yang maksimal.

Ja’i berharap ada pihak yang mau menanamkan modal dalam usahanya tersebut serta kepedulian pemerintah dalam memajukan kreatifitas pemuda dalam membangun usaha kecil. “kreatifitas pemuda di Jember beragam, tergantung keseriusan Pemkab untuk mengolahnya agar menjadi pilar ekonomi mandiri yang lebih baik dimasa mendatang serta harapan bersama yaitu dapat mengurangi angka pengangguran.” Pungkasnya.

Sumber: indikatoronline.com

Bayu Arganata

Editor & Content Writer at lokalkarya.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *