Kekeluargaan Adalah Kunci Konsistensi MORFN Pictures Dalam Berkarya
Production House (PH), umumnya berada di kota-kota besar. Sebab project-project yang digarap oleh suatu PH berupa video iklan, film, video profil perusahaan, sinetron, dan segala bentuk kreatifitas berupa output audio visual. Hal-hal yang demikian membutuhkan banyak koneksi untuk proses pengerjaannya. Dan di kota seperti Jakarta ataupun Surabaya lah koneksi-koneksi tersebut mudah didapat. Namun ternyata, di Kabupaten Jember ada sebuah PH yang belum lama ini dibentuk dan berani bersaing hasil dengan PH-PH lain di kota-kota besar. PH tersebut adalah MORFN pictures
.
MORFN pictures dibentuk di pertengahan tahun 2013 oleh seorang pemuda bernama Riandhani Yudha Pamungkas (Yudha), Mahasiswa Program Studi Televisi & Film, Universitas Jember. Pemuda berambut gondrong yang memiliki hobi di bidang cinematography ini menggagas MORFN pictures dari awal dengan tujuan sebagai wadah dirinya untuk berkarya. Hal itu dilakukan karena ia tidak mendapatkan ketidakpuasan ketika menuangkan hobi/bakatnya di sebuah naungan UKM kampusnya. Pada akhirnya, ia mengajak beberapa rekannya yang sevisi dengan dia untuk membentuk sebuah tempat untuk berkarya secara independent. Dengan visi awalnya yaitu sama sekali tidak money oriented.
Filosofi nama MORFN menurut Yudha karena ia terinspirasi dari tumbuhan Morfine. Morfine sendiri merupakan obat pembantu untuk menghilangkan rasa sakit yang luar biasa dan bersifat ketergantungan. Tumbuhan tersebut memiliki peranan penting dalam dunia medis bila tidak disalahgunakan penggunaannya. Yudha mengambil sisi filosofis ketergantungan dan merupakan pembantu yang manjur sekali bila digunakan dengan tepat. Dan dari segi penulisan dengan MORFN, sebab sang penggagas ingin memiliki sebuah title hanya dengan lima huruf saja.
Hingga pada 15 Agustus 2014, MORFN pictures akhirnya memberanikan diri menjadi sebuah badan usaha berbentuk CV. Sudah hampir dua tahun jalan, MORFN juga sudah memiliki beragam prestasi dan project-project yang terus digarap hingga saat ini. PH tersebut juga sering mengikuti berbagai ajang video competition di segala level. Gelar jawara pernah digondol MORFN saat memenangi kontes video yang diselenggarakan oleh salah satu perusahaan fashion internasional ternama yang ada di Indonesia. Sebuah momentum yang membuat nama MORFN pictures mulai terangkat ke permukaan masyarakat Kabupaten Jember, khususnya pegiat di kalangan pegiat cinematography.

Entah alasan apa yang membuat Yudha dan rekan-rekannya yang tergabung dalam MORFN menghindari pekerjaan di dunia petelevisian. Yang jelas seperti itulah pernyataan Yudha saat ditanya tentang mengapa MORFN pictures lebih concern menggarap project-project video yang benar-benar cinematic.
“Aku menghindari kerja di televisi. Aku lebih memilih video ataupun film, dan MORFN bergerak di situ.”, kata Yudha saat diwawancarai oleh lokalkarya.id.
Yudha juga memiliki cara tersendiri dalam merekrut sumber daya manusia untuk operasional MORFN pictures. Biasanya ia sering mengajak beberapa orang yang berkompetensi di bidang cinematography untuk melakukan produksi bersama terlebih dahulu. Produksi guna memenuhi kebutuhan tugas kuliahnya maupun produksi murni yang sedang dilakukan oleh MORFN pictures. Dari situ ia akan mulai menemukan apa yang sedang dibutuhkan oleh MORFN. Dan ia akan menentukan mana orang-orang yang masuk untuk memperkuat MORFN pictures.
Yang unik dari MORFN adalah, Yudha selalu menekankan kepada rekan-rekan setimnya bahwa mereka bekerja sebagai keluarga. Walaupun di setiap project, mereka terbagi dalam susunan job desk yang harus dikoordinasi dan dipimpin oleh satu orang. Namun dalam operasional sehari-harinya, Yudha dan rekan-rekannya sangat menjunjung tinggi rasa kekeluargaan. Hal itu yang ia yakini mampu menjadi kunci konsistensi MORFN untuk terus berkarya dan berkarya.

“Kekeluargaan adalah salah satu jalan agar PH ini tetap awet dan konsisten dengan tim yang sama. Karena tidak akan pernah ada mantan keluarga, yang ada hanya mantan rekan kerja.”, tegas Yudha.
MORFN pictures selalu berani menawarkan konsep video yang berbeda dalam setiap project yang akan digarap. PH tersebut juga berani beradu kualitas hasil dengan PH-PH besar yang bahkan berada di kota-kota lain. Selain itu, tenaga kerja yang dimiliki oleh MORFN pictures adalah akademisi dalam bidang cinematography. Sehingga di setiap garapan-garapan, mereka berdasarkan kepada ilmu-ilmu perfilman semestinya.
Sebuah hasil kreasi yang dijalankan dengan serius bukan berarti tanpa kendala. Dalam dua tahun perjalanannya ini, MORFN pictures mengalami kendala yang cukup berarti. Mereka sering mengeluhkan dengan minimnya keberadaan rental alat-alat cinematic yang cukup berkualitas di Kabupaten Jember ini. Sehingga memang tak jarang mereka menyewa hingga luar kota atau bahkan membeli secara swadaya dengan dana pribadi. Dengan harga alat yang tak murah, mereka memang harus bersabar dulu untuk membeli dengan menunggu uang tabungan dari hasil setiap project yang terkumpul. Juga minimnya pengetahuan masyarakat Jember tentang biaya produksi pembuatan video secara profesional menjadi suatu kendala juga bagi MORFN pictures sendiri.

Yudha berharap, keberadaan MORFN pictures mampu memberikan edukasi kepada masyarakat Jember tentang pengetahuan biaya produksi pembuatan video maupun film. MORFN juga selalu menetapkan konsistensi harga yang ditawarkan dalam membuat video, sebagai salah satu cara mengedukasi masyarakat Kabupaten Jember. Dan harapan terbesar MORFN pictures adalah menjadi PH berkualitas yang tidak hanya di Kabupaten Jember, namun di Indonesia. (bayuarganata)
Quotes:
“Nggak perlu membuang banyak waktu untuk berkarier. Apa yang bisa dikerjakan di depan, ya kerjakan sesuai dengan passion. Dan jangan lupa untuk selalu merdeka dalam berkarya!” –Riandhani Yudha Pamungkas, penggagas MORFN pictures.
Contact Person : 081 252 606 403 (Riandhani Yudha Pamungkas)
E-mail : morfn.pictures@gmail.com
Instagram : morfnpictures
Youtube Channel : Morfn Pictures
