lokalkarya.id – Secara geografis, Gunung Raung terletak di tiga wilayah kabupaten yaitu Kabupaten Banyuwangi, Jember, dan Bondowoso. Gunung yang terletak di ujung timur pulau Jawa ini memiliki ketinggian 3.344 M dari permukaan laut dan memiliki kaldera dengan kedalaman 500 meter. Gunung Raung merupakan gunung berapi yang masih aktif dan selalu mengeluarkan asap atau bahkan menyemburkan api sesekali. Letusan terbesar terjadi pada tahun 1638.

Puncak Gunung Raung adalah salah satu dataran tertinggi di bibir kawah. Puncak tersebut dikenal dengan sebutan Puncak Sejati. Yang sebenarnya puncak yang kita daki dari jalur ini adalah titik tertinggi kedua. Puncak tertinggi pertama tidak bisa di akses dari jalur ini. Jika ingin ke puncak tertingginya maka piknikers harus mendaki via jalur selatan yaitu jalur kalibaru di Banyuwangi.

Kaldera Gunung Raung merupakan kawah terbesar kedua di Indonesia setelah Gunung Tambora di Nusa Tenggara. Kaldera Raung besar dan megah. Bentuknya berupa kaldera kering dan luas. Bentuk kaldera yang terbuka ini menyebabkan letusan Gunung Raung tidak tertahan dan terlontar sempurna tanpa menyebabkan penyimpanan energi yang berarti, sehingga letusannya tak memiliki efek dentuman dahsyat. Jadi, Gunung Raung adalah memiliki kaldera kering yang terbesar di Pulau Jawa dan terbesar kedua di Indonesia setelah Gunung Tambora.

Keeksotisan gunung ini terlihat dari Bali, tepatnya bila kita melihat di Pantai Lovina, Singaraja. Gunung Raung merupakan bagian dari komplek pegunungan Ijen di mana terdapat gunung Suket, gunung Pendil, gunung Rante, gunung Merapi dan Kawah Ijen. Bagi mereka yang ingin menaklukkan gunung Raung, terdapat beberapa rute pendakian yang bisa di tempuh. Jalur dari arah Bondowoso – Sumber Wringin adalah jalur yang paling sering digunakan. Sedangkan, jalur dari banyuwangi – Bajulmati juga bisa dilalui tapi sangat jarang dilewati, karena memiliki medan yang cukup menanjak dan curam. Pada jalur pendakian, terdapat 4 pos pemberhentian dengan nama-nama yang agak sedikit seram dan diambil menurut sejarah berdirinya pos-pos tersebut, yaitu: Pondok Sumur, Pondok Demit, Pondok Mayit dan Pondok Angin.
