BIRU DAUN, Kaos Nuansa Jember
LokalKarya.id – Kalau dari berkunjung ke Bali, pasti bawa produk Joger sebagai oleh-oleh. Begitupun bila dari Jogja, produk Dagadu memang selalu menjadi opsi pertama untuk dibawa pulang. Namun sekarang, wisatawan tak perlu khawatir lagi untuk mendapatkan produk kaos ataupun souvenir apa yang akan dibawa pulang bila berkunjung ke Jember. Karena Jember sudah punya BIRU DAUN. Produk kaos dan souvenir khas dengan tema semua tentang Jember. Terutama dengan kata-kata khas Jember yang dipakai di hampir seluruh design kaos yang terpampang di outletnya.

Kali ini lokalkarya.id berkesempatan mewawancarai si empunya BIRU DAUN. Dia adalah Dian Fatahillah. Seseorang yang sudah memiliki pengalaman sebagai freelance designer untuk produk-produk distro di Kota Malang. Sepulangnya di Jember, minat ide untuk membuat sebuah industri rumahan yang memproduksi kaos dan pakaian lainnya pun muncul. Namun ia masih belum memiliki konsep seperti apa yang akan dibuat di kaos yang akan dia produksi nanti. Sehingga ia memutuskan untuk terlebih dahulu melayani pesanan kaos dengan custom order design.

Seiring berjalannya usaha yang Dian garap, sang ibu akhirnya memberi Dian suatu inspirasi. Saat ibunya menyuruh Dian membuat design kaos dengan tema apa saja yang khas dari Jember. Dan dari situ ia mulai menuruti apa kata ibunya yang kemudian menjadi sebuah titik awal lahirnya ide BIRU DAUN. Dian mengaku bahwa inspirasi yang ia dapatkan dari ibunya tersebut adalah sebuah inspirasi besar yang mampu menghantarkan keberadaan BIRU DAUN untuk kebanggaan dirinya dan masyarakat Jember untuk saat ini.

Untuk sebuah nama, Dian terpikirkan satu hal mengenai masyarakat Jember yang sebagaian besar memakai Bahasa Madura. Dan bagi Dian, Bahasa Madura tidak mengenal kata “hijau”. Bahasa Madura menyebut hijau dengan sebutan “Biru Daun”. Dari situlah ia memakai kosakata “biru daun” sebagai brand kaos yang diproduksinya. Pemilihan nama yang menggambarkan tentang bahwa ada keunikan tersendiri dalam Bahasa Madura yang dipakai oleh masyarakat Jember kebanyakan.
“Orang Jember hampir sebagian besar ngerti Bahasa Madura. Dan ada yang unik dari Bahasa Madura. Jika menyebut hijau, pasti menyebutnya dengan biru daun. Saya pikir, nama itu cocok dipakai karena unik dan mudah diingat saja.”, ungkap pria yang juga pernah menjadi tenaga pengajar di salah satu SMK di Jember ini.

Dian mulai memproduksi kaos-kaos BIRU DAUN bermodalkan relasi yang ia dapatkan ketika ia bekerja untuk distro di Malang. Bahan baku yang Dian peroleh pun ia datangkan langsung dari supplier kain ataupun cat sablon di Bandung dan Bali. Untuk modal secara materi, ia dapatkan dari hasil memproduksi kaos-kaos pesanan dengan custom design yang sudah ia jalankan sebelumnya. Kemudian, untuk karyawan, Dian rela merekrut tetangga-tetangga dekat rumahnya. Mereka yang tidak mengerti sama sekali mengenai kaos ataupun sablon, lalu Dian mengajari mereka dengan telaten satu per satu hingga menjadi bisa dan bahkan mahir di bidang tersebut. Hal itu dilakukan Dian karena ia ingin membuat produk untuk Jember, dan dibuat oleh orang Jember sendiri.

Cara promosi sekaligus penjualan yang ditempuh BIRU DAUN saat ini adalah dengan sistem online dan offline. Selain dengan menjual di store BIRU DAUN yang berada di Jl. Anggrek No. 8 Jember, BIRU DAUN juga melayani penjualan via website maupun media-media sosial yang dimiliknya. Kedua cara tersebut diakui sang pemilik sudah cukup memenuhi ekspektasi hasil penjualan selama ini, bahkan lebih.
Sejak Januari 2015 hingga saat ini, BIRU DAUN masih terkendala dengan ketersediaan bahan baku kain dan cat sablon dengan kualitas yang diinginkan sang pemilik. Dian masih harus mendapatkan bahan-bahan tersebut secara online, karena keberadaan supplier di luar kota. Walaupun sudah melakukan peninjauan ke tempat supplier langsung, namun kadang ia masih mendapatkan bahan-bahan yang belum memuaskan bagi dirinya untuk diproduksi sebagai sebuah produk kaos berkategori premium. Hal itu sering dialami oleh Dian, dan mengkhawatirkan untuk proses produksinya.

Selain itu, masih rendahnya pengetahuan masyarakat Jember mengenai kualitas kaos juga sebagai kendala penjualannya. Dian harus mengedukasi konsumennya juga tentang kualitas kaos dari bahan baku yang dipakai. Namun hal itu tak membuat ia pesimis bahwa produk kaos BIRU DAUN akan sepi peminat. Bagi Dian, BIRU DAUN memiliki senjata andalan yaitu design kaos yang bertema Jemberan dan kini satu-satunya berada di Jember.
Dian berharap, produk kaos BIRU DAUN menjadi salah satu ikon Jember. Harapannya itu ia rupakan dengan kesemogaannya pada pemerintah Jember turut berperan memasarkan produk-produk yang membawa nama Jember, seperti BIRU DAUN. Selain itu, ia berharap kendala keberadaan supplier bahan baku yang ia hadapi bisa segera ia temukan di Jember. Karena visi yang diusung Dian juga sangat melekat sekali pada kearifan lokal Kabupaten Jember.
“Kalau produk kaos saya bertemakan Jember, berarti dari mulai bahan, proses produksi harus di Jember dan ditangani oleh orang Jember sepenuhnya. Biar kaos saya nuansanya Jember pol…”, pungkasnya. (bayuarganata)
Qoutes:
“Semua elemen dalam usaha itu harus punya rasa memiliki. Kalau tidak ada rasa tersebut, produk tidak akan maksimal, dan pasti akan kehilangan pamornya!”, – Dian Fatahillah, owner BIRU DAUN.
Contact Person : 085649754750 (Dian Fatahillah)
Instagram : biru_daun
Twitter : @biru_daun

