Lokal Karya

Support Karya dan Usaha Lokal Di Sekitar Anda…

Lokal Karya

Support Karya dan Usaha Lokal Di Sekitar Anda…

Kreasi Pemuda

Karena Karya Menunjukkan Produktivitas Manusia

LokalKarya.id – Hallo saya Pima, lahir dan besar di Kota Jember. Pada tahun 2011 saya diterima tes masuk salah satu Badan Usaha Milik Negara dan ditempatkan di Jakarta. Sehingga saya menetap di Jakarta sampai hari ini saya menulis artikel ini. Saya Perempuan, usia 31 tahun-usia yang tidak lagi muda, sudah menikah dan memiliki seorang anak. Tentunya saya cukup jungkir balik mengatur waktu, tenaga, pikiran dan mood saya untuk menjalani multiple role ini. Yaitu peran sebagai Istri, Ibu dan wanita karir.

13239267_10208086924465188_538087864890674098_n

Can you imagine, setiap pagi saya bangun subuh, memasak buat anak, memandikannya, mandi dan dandan buat diri saya sendiri (baca: menyendok sarapan sambal memasang eyeliner mata), main sebentar sama dia dan bergelantungan di Kereta Api Listrik, oper 1 kali ojek dan 2 kali angkot. Kurang lebih jarak tempuhnya 17 Km. Begitu pula baliknya. Saya sampai rumah kembali sekitar Jam 6 malam dengan keadaan lelah karena kerjaan & macetnya Jakarta.  Demi quality time sama anak & mendidiknya. Pulang kantor ga bole leyeh-leyeh ya. Secepatnya saya mandi dan ngaji bersama sama dia, lanjut bermain bola atau mobil-mobilan kadang kuda-kudaan, saya jadi kudanya waakk. Lanjut membaca buku bersama, dan terakhir menidurkannya di jam 9 malam. How about my weekend? Sama yaa,, saya di rumah aja main sama anak intinya. Kecuali jika saya lagi dinas ke luar kota atau visit suami saya yang saat ini sedang bertugas di kota lain.

Begitu terus.. berulang..episodenya selalu sama.

12961585_10207808963116328_3718846477816997932_n

I am being tired. Bukan karena terkuras cukup banyak tenaganya, namun karena rutinitas yang berulang. Sampai pada suatu titik, saat saya ngobrol dengan salah satu teman, saya ditegor “Aku tau sih kamu seorang Ibu, tapi kok jadinya kita ngomongin urusan anak terus yaa” .. Deg.. tersinggung banget, tapi eh ia, teman saya itu ada benarnya. Bukan saya tidak bangga menjadi seorang Ibu yaa.. Kita kan bersosialisasi di semua kalangan dong. Harusnya topik-topik yang kita bicarakan pastinya beragam. Oh No! disitu saya merasa cekak dan tidak produktif! Benar, saya telah tergerus dengan rutinitas, sekali lagi saya tidak produktif. Tidak produktif juga berdampak jadi ga semangat ngurusin anak sekalipun..hmm…

Saya mencoba beberapa hal di luar rutinitas untuk lebih produktif, misalnya menulis, olahraga, aktif ngurusin dagangan dan melukis. Hal- hal tersebut adalah beberapa dari sekian banyak passion saya. Di awal agak susah buat konsen sampe menyelesaikan sampe tahap finishing ya. Dengan kegiatan melukis-lah saya sampai pada tahap konsisten menyelesaikan sampe bener-bener jadi lukisan.

13051651_10207894304609812_4910463428761963658_n

Lukisan saya ga bagus-bagus amat,  hanya hobby lama yang coba dikulik kembali,, tapi alhamdulillah banyak yang suka dan mau beli,, hehehe akhirnya saya komersilkan (secara otak dagang banget yaa,, hahaha). Saya jadi berpikir, kalo ini di komersialkan tentunya harus lebih professional dong. Saya pun mengambil kursus singkat “melukis lebih indah” ke Tante saya yang kebetulan juga pelukis, lalu bikin nama merk lukisan saya , bikin kartu nama, bikin akun Instagram, promo melalui social media, sampe bikin strategi harga.. Hahahaha.. intinya saya bener-bener terapin kuliah ilmu manajemen bisnis jaman dulu deh.

Kapan saya melukis? Saat anak saya sudah tidur. Start di jam 9 malam selesai di jam 11 atau 12 malam. Disini saya menemukan passion saya yang sebenarnya. Saya semangat banget dan bergairah melakukannya. Semangat ini tumben bukan semangat yang angin-anginan. Walaupun waktu tidur jadi berkurang. I mean, Bapak BJ Habibi yang produktif saja waktu tidurnya hanya 4 jam sehari. Heheheh.. Karena hidup lebih semangat, saya juga jadi lebih semangat mendidik anak, kerja, ngurusin suami dan jauh lebih disiplin mengatur waktu.

13055838_10207853664953846_407205983696115175_o

Pikiran saya terus bergerak maju, misalnya mulai memikirkan kepuasan konsumen dengan kasi “lebih” dalam hal lukisan yang lebih rapih, packaging yang bagus sampai memikirkan media lukis lain selain kanvas, ikut pameran lukis, kerjasama dengan arsitek kriya untuk membuat versi digital lukisan yang saya lukis, kerjasama bikin bantal lukis dengan produsen bantal di Banyuwangi yang saya kenal di suatu pameran. Bayangin dong.. Jakarta-Banyuwangi hahahahaha…

Setelah ini semua, saya banyak merenung. Alhamdulillah saya- seorang perempuan udah emak-emak pula- yang jungkir balik ngurusin kerjaan dan keluarga, masih mampu menghasilkan karya. Bahagia setelah konsumen bilang  bahwa lukisan saya uda digantung di dinding rumahnya atau cerita kalo calon istrinya surprise banget dilamar pake lukisan saya. I feel something big.. Ge-er berkepanjangan. Alhamdulillah, sekecil itu tapi cukup bermanfaat bagi orang lain. I am positive!  I am productive!

13087614_10207897894179549_8154163351100238325_n

Melalui tulisan saya yang pertama di [LokalKarya] ini, saya mengajak anda semua untuk berkarya dalam bidang apapun yang sesuai passionmu. Untuk membuat pikiran kita terus bergerak maju, olah raga otak, mencegah kepikunan, hidup yang lebih produktif dan tentunya bermanfaat bagi orang lain.

Ga guna banget yaaa kita banyak nyampah di Facebook atau social media lain dengan keluhan-keluhan ga jelas. Pasti banyak kan nemuin teman-teman yang begini.. Apakah ga lebi baik kita isi social media kita dengan karya?

Buat apa juga yaa kita nongkrong-nongkrong ga jelas untuk membunuh waktu, atau gossip-gossip kanan kiri ngomongin orang? Mending kita berkarya dan ngomongin karya! Sounds better!!

Saya dengan keterbatasan saya ini mampu menghasilkan karya. Apalagi anda!

*Follow my Instagram @pimahindarto and my painting work @pimagista

 

11204392_10207769440888297_7992448807062184175_n

 

Pima Hindarto

Female, Wife, Mother, A Corporate Planner and Painter. Go Follow my Instagram @pimahindarto and @pimagista for being closer and reach my artwork on painting. Jakarta-Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *