Lokal Karya

Support Karya dan Usaha Lokal Di Sekitar Anda…

Lokal Karya

Support Karya dan Usaha Lokal Di Sekitar Anda…

Kreasi Pemuda

Web Series Kehidupan Anak Kost, Ini Buktinya Kalau Anak ‘Daerah’ Juga Bisa Berkarya

LokalKarya.id – Di era digital seperti ini siapa sih yang nggak tau web series ? Web series ini mirip sama sinetron yang kalian tonton di televisi, sama-sama ber-episode. Bedanya adalah sinetron tayang di televisi dan web series tayang di Youtube atau Vimo, durasi web series per episodenya hanya 5-20 menit saja.

Web series awalnya digandrungi oleh remaja-remaja pecinta drama korea. Tapi web series asli kreasi anak bangsa juga sudah banyak loh, salah satunya adalah hasil kreativitas pemuda asal Jember.

Mendengar kota Jember, banyak orang yang mempersepsikan sebagai kiblat daerah Tapal Kuda yang terdiri dari Probolinggo, Lumajang, Bondowoso, Situbondo, dan Banyuwangi, selainJember itu sendiri. Kenapa? Salah satunya adalah faktor keberadaan multi kampus yang ada di kota Jember. Secara tidak langsung, Jember menjadi pusat berkumpulnya anak muda yang sedang melangsungkan studinya. Tak sedikit pula yang merasakan pengalaman pertama jauh dari orangtua, atau akrab disebut dengan anak kost.

Karena itu pula, Teguh Prakoso (Tepe) dan Rizky Biebier yang merupakan alumni stand up comedy Indosiar, bekerjasama dengan Lokal Karya menginisiasi ide-ide dalam sebuah karya berjudul “Kehidupan Anak Kost” yang dikemas dalam sebuah web series. Web series ini nantinya akan ditayangkan di channel Youtube Tepe46. Bekerjasama dengan Lokal Karya, juga merupakan salah satu upaya untuk mengkampanyekan industri kreatif di Jember yang menjadi sebuah wadah anak-anak kreatif Jember itu sendiri.

Web Series yang telah menjalani proses produksi dan editing secara swadaya ini tidak saja mengangkat kehidupan anak kost yang cenderung diasumsikan masyarakat umum bersifat negatif atas nama kebebasan. Lewat karya ini, tersirat pesan moral bahwa anak kost dengan kebebasan yang dimilikinya justru bisa melakukan hal-hal yang produktif, bukan malah destruktif. Bebas yang bertanggungjawab, mungkin itu frase yang tepat untuk menggambarkannya.

Kebebasan yang bertanggungjawab ini banyak tertuang dalam keseharian seperti pintar memilih dan memilah pergaulan, tetap bersenang-senang dengan karya dan tidak hedonis, dan juga menginspirasi orang lain lewat karya tersebut.

Web series ini mengusung genre komedi. Mengemas kehidupan anak kost yang unik dengan guyonan-guyonan renyah sesuai realita kehidupan anak kost yang jauh dari kampung halaman sebenarnya. Eits, tak lengkap memang kalau tidak ada bumbu romance di dalamnya. Bukan hanya mendapat pesan moral positif tapi penonton juga akan terhibur dengan cerita drama komedi yang mengalir ditambah aksi-aksi konyol yang diperankan Rizky Biebier.

Label ‘anak daerah’ tidak membatasi Tepe dan tim untuk menunjukkan suatu karya positif bukan hanya untuk kepentingan konsumtif tapi juga memberikan dampak positif bagi anak muda daerah lainnya. Kalau bahasa kerennya sih positive vibes.

“Untuk membuat suatu karya yang besar, saya sadar memang tidak bisa dilakukan sendirian.”, begitu ungkap Tepe saat pre screening web series Kehidupan Anak Kost di Grand Cafe, 2 September 2017 yang lalu.

Kreator membutuhkan tim yang satu visi dan tidak lepas tanggung jawab. Konsisten untuk berkarya dan berdedikasi pada tim membutuhkan kedisiplinan yang tidak main-main. Ini juga yang dirasakan Tepe, Rizky Biebier, dan tim Lokal Karya dalam pembuatan web series Kehidupan Anak Kost. Apalagi beberapa pemeran lainnya juga melibatkan keluarga inti Tepe seperti istri tercinta yang baru saja menjadi seorang ibu muda dan juga ibu kandung Tepe. Serta pemeran lain seperti Tembir, Dimas, dan lainnya. Belum lagi kru make up artist, dan printilan lainnya. Semuanya membutuhkan sinergi waktu yang tepat.

Yang lebih unik lagi dari web series ini adalah pembuat script yang sekaligus pemeran utama, Tepe dan Rizky Biebier, sejatinya belum pernah merasakan jadi anak kosan. Mereka harus riset ke anak kost bagaimana rasanya jadi anak kost sebenarnya hingga mereka bisa mendalami peran menjadi anak kosan yang sesungguhnya. Meski masih dilakukan swadaya, boleh dibilang hasil akhir keseluruhan karya ini tak mengecewakan meski memang tentunya masih terus menerima masukan dan melakukan perbaikan.

Yuk tonton web series Kehidupan Anak Kost di channel Youtube Tepe46 yang masuk episode kedua pada Minggu, 10 September 2017 jam 3 sore nanti. Arek lokal juga bisa kepoin video-video pendeknya di instagram @anakkostseries. Mari kita sama-sama dukung kreativitas arek lokal Jember dan memajukan industri kreatif demi kemajuan bersama di kota tercinta. Seperti harapan Ardianto ‘Black’ dari Lokal Karya saat memberikan opening speech saat pre screening, “Semoga dengan adanya web series KAK ini menjadi pemicu kreativitas anak-anak muda di Jember. Bahwa anak lokal juga bisa berkarya seperti anak ibu kota.”, harapnya.

 

Zevikurniasari Dewi

A travel blogger from www.ciwitraveling.blogspot.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *