Menelusuri Gua Gupa di Perkebunan Kopi Afdeling Gunung Pasang Jember
LokalKarya.id – Kecamatan Panti sepertinya memiliki wisata andalan baru. Ternyata, tak jauh dari lokasi Air Terjun Tancak Kembar ada sebuah gua yang sangat menakjubkan keindahannya. GUA masih pure, natural, dan sangat tersembunyi. Gua baru ini masuk kawasan pengelolaan Perusahaan Daerah Perkebunan (PDP) Kahyangan di Desa Suci, Kecamatan Panti.
Gua Gupa (Gunung Pasang) begitulah warga sekitar menamai Gua bekas pendudukan Jepang tersebut. Berjarak kurang lebih 16 kilometer arah barat daya Kota Jember, suasana perkebunan nan asri menambah pikiran kembali fresh jika kita coba menuju ke gua baru tersebut. Apalagi, di era perkebunan tersebut suasana serba hijau.

Kawasan gua yang baru ditemukan ini tidak jauh dari kawasan Air Terjun Tancak Kembar. Hanya saja, menuju gua harus mengambil arah menuju kebun kopi. Perjalanan bisa dilanjutkan lewat jalur jalan setapak sekitar 4 kilometer dengan kondisi medan yang curam dan menanjak hingga kemiringan 45 derajat. Sebab memang belum ada jalan khusus menuju gua baru yang ada di atas perkebunan kopi milik PDP Kahyangan Jember ini.
Gua Gupa sangat alami. Mulutnya yang hanya berdiameter 2 x 2 meter itu masih ditumbuhi tanaman liar. Sehingga, tidak tampak jika ada lubang besar yangada di dalamnya. Namun begitu masuk ke dalam, ternyata ada sebuah ruangan yang lebar dengan ketinggian 5 meter dan panjang 25 meter.

Untuk dapat menikmati keindahan stalagtit dan stalagmit di dalam gua, harus ada penerangan yang disorotkan. Inilah mengapa pengunjung harus membawa alat berupa senter. Di dalam gua, kelalawar pun masih banyak, bergantung di antara stalagmit gua. Bentuk stalagtit dan stalagmit gua baru di Gunung Pasang ini memiliki keunikan tersendiri. Walau tidak ada alir mengalir di dalam gua, namun keindahan akan tampak jika kita mengamati struktur bebatuan yang ada di dalamnya.
Adanya bongkahan batu yang terbentuk melalui proses yang sangat lama, membuat struktur bebatuan dalam gua menjadi stalagtit. Untuk sekedar diketahui, stalagtit adalah sejenis tiang kapur yang menyerupai batu-batuan es berujung tajam, yang menggelantung dari atas permukaan atap gua. Di gua yang berada di atas ketinggian 900 meter dari permukaan laut itu, bentuk stalagtit-nya bervariasi. Begitu juga dengan adanya stalagmit yang merupakan tiang berbentuk khusus hasil bentukan dari tetesan-tetesan air dari stlagtit juga banyak ditemukan di tempat tersebut.
Sumber: beritahdaerah.co.id
