Edamame, Aset Produktivitas Usaha Lokal Jember
LokalKarya.id – Edamame (Glycin max (L) Merrill) menjadi camilan yang menyehatkan. Sayuran yang satu ini, kerap menjadi menu camilan pilihan di ongkrongan atau saat santai dan hidangan di berbagai acara. Sebanyak 9.000 ton produksi edamame di Jember, sebesar 85 persen untuk ekspor dan 15 persennya memenuhi kebutuhan pasar domestik. Ini merupakan prestasi luar biasa yang di capai oleh PT. Mitratani Dua Tujuh, khususnya bagi kota Jember dalam bidang agrobisnis. Pencapaian tersebut telah member dampak signifikan terhadap meningkatnya devisa dan kesejahteraan petani.

Sudah sekitar 20 tahun lalu Jember menjadi salah satu kota di Jawa Timur yang memproduksi edamame. Ekspor kedelai jenis edamame hingga ke mancanegara. Di antaranya, Jepang, Thailand, Cina, hingga ke Amerika Serikat dan Eropa. Produk edamame di kembangkan oleh PT Mitratani Dua Tujuh, anak usaha darii PT Perkebunan Nusantara (PTPN) X. Jika dihitung sekitar 7.650 ton diserap pasar ekspor, sedangkan sisanya 1.350 ton dijual di dalam negeri. Diakuinya, Jepang menyerap paling banyak edamame perusahaan, yaitu mencapai 80 persen dari porsi ekspor. Itu berarti sekitar 6.120 ton meringsek masuk ke pasar Negeri Sakura. Bila terhitung, realisasi penjualan edamame di pasar internasional dan domestik mencapai angka miliaran rupiah jika Untuk harga jual sekitar US$ 2 atau Rp 26.600 per 500 gram untuk pasar ekspor dan domestik Rp 19.000 per 500 gram.

Walaupun ternyata Indonesia bukan satu-satunya negara yang memasok edamame ke Jepang karena ada edamame produksi negara lain masuk ke Jepang, yaitu China, Taiwan, Thailand, dan Vietnam, namun Jepang sangat senang dengan produk edamame dari Indonesia. Tak heran bila Mitratani mampu memasok edamame ke Jepang selama 20 tahun. Kuncinya adalah mempertahankan kualitas.
Sumber: bisnis.liputan6.com
